
Hari ini Alby memilih untuk pulang ke rumah Bunda. Sekarang sudah menjadi kebiasaan Alby setelah di tinggal Azmia bermalam menginap di sana sini sesuai dengan kata hati. Kadang menginap di rumah Daffa, terkadang pulang ke rumahnya sendiri, bosen ganti lagi pulang ke rumah Bunda, Terkadang juga menginap di apartemennya bersama Daffa.
"Ikut pulang nggak?" tanya Daffa saat berada di parkiran.
"Enggak. Hari ini gue mau pulang ke rumah Bunda saja," jawab Alby.
"Baiklah, gue duluan ya," pamit Daffa kemudian Alby dan Daffa masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.
Setelah menempuh jarak hampir satu jam kini Alby telah tiba di kediaman sang Bunda.
"Assalamualaikum," ucap Alby sambil membuka pintu berjalan masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumussalam," balas Bunda. "Kamu baru pulang kerja, Al?" tanya Bunda Rita.
"Iya, Bun," jawab Alby.
Alby berjalan ke dapur menghampiri Bundanya. "Bunda masak apa?" tanya Alby saat melihat Bundanya sibuk dengan peralatan dapur.
"Ini request Ayah minta masakin ayam penyet pedas manis," jawab Bunda.
"Mandi dulu sana!" Bunda menyuruh Alby agar membersihkan diri terlebih dahulu sebelum makan.
"Siap, kanjeng Mami," ucap Alby kemudian berjalan menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar Alby bukannya masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri, dia malah berjalan menuju kasur merebahkan tubuhnya di atas kasur.
__ADS_1
'Andai kamu tahu setiap kali aku masuk ke dalam kamar ini aku seakan melihat mu di sini menyambutku dengan senyuman yang begitu menenangkan hati. Kamar ini akan selalu menjadi tempat kenangan kita berdua saat-saat kamu menemani ku, memberikan warna dalam hidup ku. Mia, tidak adakah kesempatan lagi untuk ku melihatmu meski hanya sesaat saja aku merindukan mu. Maaf karena aku terlambat menyadari perasaan ini. Azmia dimana kamu berada, bagaimana kabarmu? Apa tidak ada sedikit pun rindu mu padaku?,' batin Alby sambil memandangi sekeliling ruangan semua tak ada yang berubah hanya penghuninya yang berubah tadinya berdua sekarang sendiri.
"Alby," teriak Bunda di depan pintu membuyarkan lamuan Alby
"Iya, Bun," balas Alby.
"Cepatlah keluar sudah di tunggu Ayah di mushola kita shalat maghrib berjamaah," ucap Bunda.
"Iya, Bun. Sebentar lagi Alby turun," balas Alby.
"Baiklah," ucap Bunda.
Setelah kepergian Bundanya Alby segera bergegas turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Assalamualaikum," ucap Alby saat masuk ke dalam mushola.
"Wa'alaikumussalam," balas Bunda dan Ayah bersama.
Alby masuk ke dalam menghampiri Ayah Wisnu.
"Ayo, Yah!" Bunda menyuruh Ayah segera memulai melaksanakan sholat.
"Iya," balas Ayah Wisnu kemudian beliau berdiri paling depan, Alby di belakang Ayah Wisnu, sedangkan Bunda ada di barisan paling belakang. Mereka melaksanakan ibadah shalat maghrib berjamaah Ayah Wisnu sebagai imam.
Selesai melaksanakan ibadah shalat maghrib mereka menuju meja makan menikmati makan malam bersama.
__ADS_1
"Ayah, ingin makan pakai apa?" tanya Bunda Rita pada suaminya. Kini mereka sudah berada di meja makan.
"Ayam sama tempe goreng saja, Bun," jawab Ayah Wisnu.
Bunda pun mengambilkan makanan sesuai keinginan suaminya. Setelah melayani Ayah Wisnu, Bunda mengambil untuk dirinya sendiri.
"Al, nggak di ambilin, Bun?" tanya Alby.
"Ambil sendiri, rasain. Makanya punya istri jangan di sia-siain," jawab Bunda.
Alby hanya diam tak menjawab. Dia langsung mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Sungguh malang nasib ini bukannya dapat perhatian ini malah malah dapat semprot dari sang Bunda.
Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Bagaimana kelanjutan hubungan kamu dengan Azmia?" tanya Ayah Wisnu membuka obrolan.
"Masih sama seperti dulu, Yah. Saat ini Alby tinggal menunggu waktu persidangan peresmian perceraian kita," jawab Alby dengan jujur dia sudah tak mampu lagi menyembunyikan semuanya dari Ayah dan Bunda toh suatu hari nanti juga pasti akan terbongkar.
"Ayah tak menyangka semua berakhir dengan perceraian," ujar Ayah Wisnu.
"Bunda tak tahu harus berkata apalagi sekarang bunda hanya bisa mendoakan mu semoga suatu hari nanti kamu bisa bahagia dengan pilihan mu sendiri. Bunda dan Ayah tak akan melarang mu lagi," sambung Bunda Rita.
"Amin. Apapun keputusan yang Allah pasti itulah yang terbaik untuk kita," balas Alby. Alby tak ingin Ayah dan Bundanya merasa bersalah dengan tindakannya waktu itu. Biarlah yang lalu biar berlalu.
__ADS_1