Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 25 Bertemu


__ADS_3

Azmia bukan menuju ke rumah Melia, melainkan ia menuju ke tempat di mana rumah ternyaman baginya dimana lagi kalau bukan di kafe miliknya. Azmia lebih suka berada di kafe dari pada di rumah orang.


"Mba Mia, tumben jam segini sudah di kafe libur kuliah?" tanya Nina yang melihat kedatangan Bosnya.


"Iya, Nin," jawab Azmia. "Nin, bisa minta tolong bawakan saya minum ke depan ya," sambungnya.


"Siap, Mba." Nina berjalan ke dapur, sedangkan Azmia melangkahkan kakinya keluar kafe menuju meja paling pojok menenangkan hati dan pikirannya.


"Mba, ini minumnya." Nina memberikan segelas jus alpukat kesukaan Azmia.


"Terima kasih, Nin," ucap Azmia.


"Sama-sama, Mba," balas Nina kemudian berlalu meninggalkan Azmia.


Azmia menyeruput jus yang di berikan Nina. Entah semua ini akan berakhir seperti apa. Biasanya usia satu bulan pernikahan itu orang merasakan kebahagiaan, tapi beda dengan Azmia selama pernikahannya tidak ada keindahan sama sekali.


Sungguh malang sekali nasibnya. Bayi di buang orang tua, setelah dewasa di paksa menikah tanpa cinta. Andai saja Kakaknya tidak pergi pasti semua ini tidak akan terjadi itu yang selalu Azmia sesali kenapa Rania harus pergi.


Mungkin memang inilah lika-liku dan warna kehidupan.


"Siang-siang melamun, awas nanti kesambet," ucap seseorang dari belakang Azmia.


Mendengar ada suara seseorang Azmia pun menoleh ke belakang. "Abang." Azmia menatap dengan mata berbinar. Dia bahagia saat seperti ini ada Angga yang berada di sampingnya.


"Bolehkah Abang duduk di sini?" Angga menunjuk sebelah Azmia.


Azmia mengangguk sebagai jawaban.


"Kenapa, ada masalah?" tanya Angga.

__ADS_1


"Tidak, Mia hanya ingin cari angin saja," jawab Azmia bohong. Dia tidak ingin orang lain mengetahui masalahnya.


"Oh." Sebenarnya Angga tahu jika Azmia sedang berbohong, tapi dia tidak ingin memaksa agar Azmia bercerita karena itu adalah privasinya.


"Apa kamu mau ikut Abang?" tanya Angga.


"Kemana?" Azmia balik bertanya.


"Bertemu Mami mau?" Angga menatap ke arah Azmia.


"Apa Mami ada di rumah?" tanya Azmia karena biasanya Mami selalu sibuk bantu di kantor.


Angga mengangguk. "Ayo, cepatlah kalau begitu, Mia ingin ketemu Mami," ucapnya dengan semangat. Azmia berdiri dari duduknya berjalan menuju parkiran.


"Naik mobil Abang saja." Angga yang melihat Azmia berdiri di parkiran bingung antara bareng sama Angga atau naik motor sendiri.


"Ok." Azmia masuk ke dalam mobil. Angga pun sama.


Mereka bernyanyi dan tertawa bersama.


Hampir dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah. Setelah memarkirkan mobil di garasi. Angga dan Azmia berjalan masuk kedalam rumah, tapi hanya Angga yang masuk sedangkan Azmia menunggu di depan pintu.


"Angga, kenapa jam segini sudah pulang, apa kamu tidak berangkat ke kantor?" tanya Mami saat melihat Angga masuk ke dalam rumah.


"Tidak, Mi," jawab Angga.


"Mami sedang apa?" tanya Angga.


"Ini bantu bibi masak mumpung lagi tidak ada kerjaan," balas Mami.

__ADS_1


"Mi, Angga bawa sesuatu nih buat Mami," ucap Angga.


"Apa, itu?" Mami yang penasaran akhirnya menaruh celemek kemudian menghampiri Angga yang berada di ruang tamu.


"Mana?" Tangan Mami menadah ke arah Angga.


"Mami harus tutup mata terlebih dahulu." Angga mengeluarkan saputangan dari kantong celananya.


"Haruskah begitu?" tanya Mami yang merasa aneh.


Angga mengangguk kemudian menutup mata Maminya. "Jangan di buka terlebih dahulu. Nanti kalau Angga sudah selesai hitung satu sampai tiga baru Mami buka ya," ucap Angga.


Mami mengangguk. Setelah menutup mata Maminya. Angga berjalan menghampiri Azmia membawanya masuk ke dalam berdiri di depan wanita paruh baya, tapi masih cantik dan muda.


"Angga hitung ya Mi. Sa ... tu, satu setengah, du ... a, dua seperempat, dua setengah, ti ___." Ucapannya belum selesai Mami sudah angakt bicara


"Cepatlah, Angga," protes Mami.


"Sabar, Mi. Tinggal dikit lagi ini," balas Angga.


"Ti ... ga," ucap Angga.


Mami dengan cepat langsung membuka penutup matanya betapa bahagianya dia saat melihat sosok wanita cantik tersenyum manis di depannya.


"Sayang." Mami langsung memeluk Azmia dengan derai air mata setelah sekian lama tidak bertemu membuatnya menyimpan segudang rindu.


Azmia membalas pelukan Mami, dia juga menitihkan air mata. Pelukan yang lama tidak ia rasakan kini terobati. Meskipun Azmia di rawat keluarga Pranata, tapi kasih sayang yang tulus ia dapatkan dari keluarga Angga.


***

__ADS_1


Terima kasih Kakak sudah mampir.


__ADS_2