Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 160 Satu permintaan


__ADS_3

Di kediaman Pranata


"Ma, Papa dengar Mba Rita sudah siuman," ucap Papa Prabu.


"Alhamdulillah, kalau begitu besok kita kesana yuk, Pa!" ajak Mama Sonia.


"Iya, tapi setelah Papa pulang kerja ya," balas Papa Prabu.


"Papa sama Mama mau kemana?" tanya Rania yang baru keluar dari kamar langsung menghampiri Papa dan Mamanya yang sedang asyik mengobrol di ruang keluarga.


"Begini sayang, kata Papa Bunda Rita sudah siuman nah niatnya besok Papa dan Mama akan menjenguk ke rumah sakit. Apa kamu mau ikut?" tanya Mama Sonia pada putrinya.


"Iya, Ma. Rania ikut," jawab Rania.


****


Di rumah sakit.


Setelah di usir dari dalam ruangan Ayah Wisnu dan Daffa pergi mencari angin keluar dari rumah sakit. Sedangkan Karina dan Revan memilih ke kantin rumah sakit.

__ADS_1


"Rin," panggil Revan.


"Iya, Kak," balas Karina.


"Meli, kemana, Rin nggak pernah ikut ke rumah sakit?" tanya Revan. Dia merasa heran saja tidak biasanya mereka hanya berdua karena dari dulu kemana pun mereka pergi pasti selalu bertiga-tiga.


"Meli sibuk, Kak. Maklumlah Kak pengantin baru," balas Karina.


"Iya, juga sih. Lu kapan nyusul si Melia tinggal lu duang yang jomblo," ucap Revan.


"Nanti kalau Allah sudah kirim jodoh buat gue," balas Karina. Dia juga sebenarnya ingin seperti para sahabatnya yang memiliki pasangan, tapi jika Allah belum berkehendak mau bagaimana lagi. Mencari pasangan itu kan tidak seperti orang yang membeli baju cocok langsung beli. Kalau mencari pasangan harus jelas bibit bobotnya, tulus cintanya atau tidak, baik atau tidak semua harus jelas sejelas-jelasnya.


"Kalau gue sih santai. Gue kan anak laki nggak terlalu ribet lah lu kan cewek memangnya lu nggak takut di bilang perawan tua," ucap Revan.


"Gue nggak peduli dengan omongan orang. Hidup-hidup gue, gue yang ngejalanin bukan mereka buat apa dengerin omongan orang," balas Karina karena tak mungkin dia protes sama Allah agar segera mendatangkan jodoh untuknya.


"Pinter lu," ucap Revan sambil mengacungkan jempolnya ke arah Karina. Kita memang tak perlu mendengarkan ucapan orang lain karena setiap kehidupan sudah Allah tentukan semua tak akan tertukar.


**Di dalam ruangan VIP

__ADS_1


Saat mendengar Alby meminta syarat Azmia terdiam. Pikirannya berkelana antara harus menerima atau tidak. Jika dia menolak takutnya Alby mempersulit proses perceraiannya.


"Apa syaratnya?" Akhirnya Azmia memilih bertanya terlebih dahulu persyaratan apa yang akan di minta Alby.


"Tidak sulit. Mas hanya ingin malam ini kamu harus pulang kerumah kita bersama Mas, menemani Mas hingga esok hari dan kita pergi ke pengadilan agama bersama. Gimana?" tanya Alby.


"Tap ___." Azmia belum selesai berbicara Alby sudah menyahutnya.


"Kalau kamu tidak mau tidak apa, tapi Mas nggak akan pernah datang ke kantor pengadilan dan Mas akan membatalkan perceraian tersebut," ucap Alby. "Tenang saja Mas nggak akan macam, jika nggak khilaf," lanjut Alby.


"Baiklah, tapi hanya malam ini. Mia berharap Mas nggak mempersulit proses perceraian kita, jika Mas mengingkari janji maka Mia pastikan seumur hidup Mas akan pernah bertemu dengan Mia lagi," balas Azmia dengan tegas. Dia sudah tak ingin bertele-tele dengan semua ini. Hidupnya sudah terlalu hancur akibat pernikahan itu.


"Insya'Allah," ujar Alby dengan mata berbinar. Dia senang Azmia masih memberikan kesempatan untuknya bersama Azmia ya meskipun hanya sekejap mata, tapi bagi Alby ini adalah momen yang tak boleh dia sia-siakan karena dia takut tak akan ada kesempatan untuknya lagi bertemu dengan Azmia.


Bunda tersenyum bahagia saat melihat pasutri di sampingnya berpelukan.


"Bunda tidak percaya jika ini hari terakhir kalinya Bunda melihat kalian berpelukan seperti itu," lirih Bunda. Beliau merasa sedih karena pernikahan anaknya harus berakhir di pengadilan agama.


"Bunda," ucap Azmia setelah melepaskan pelukannya pada Alby. "Bunda percayalah pada Mia meskipun Mia berpisah dengan Mas Alby, tapi Bunda akan selalu jadi orang tua Mia, Mia akan selalu ada buat Bunda," lanjut Azmia mencoba meyakinkan mertuanya agar tidak sedih karena dia hanya berpisah dengan suaminya bukan dengan kedua orangtuanya.

__ADS_1


__ADS_2