Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 358 Emas Cilove


__ADS_3

"Mas," panggil Delisa.


"Iya," balas Ardiaz.


"Boleh tanya sesuatu nggak?" tanya Delisa.


"Boleh," jawab Ardiaz.


"Azmia sama Melia itu berteman sudah lama?"


"Kalau nggak salah sejak mereka SMA. Memangnya kenapa?"


"Enggak sedikit penasaran saja. Derry cinta sama Azmia, tapi kenapa Melia nikah dengan Derry?" Pertanyaan yang sejak semalam Delisa pendam kini dia ungkapkan.


"Ya itulah jodoh, takdir, kita nggak pernah ada yang tahu. Derry memang mencintai Azmia sejak pertama bertemu di kampus. Akan tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Lalu Derry di jodohkan dengan Melia biasalah perjodohan orang tua. Awal Melia ragu untuk menerima Derry karena Melia tahu cinta Derry hanya untuk Azmia, tapi mereka juga tidak bisa menolak perjodohan itu. Akhirnya mereka sepakat untuk menikah dan Derry juga berjanji akan belajar mencintai Melia." Ardiaz menceritakan semua pada Delisa.


"Lalu bagaimana tuh perasaan Azmia saat dia tahu kalau Melia akan menikah dengan Derry?" Delisa semakin penasaran dengan kisah cinta Azmia.


"Ya santai aja, karena Azmia hanya menganggap Derry sebagai Kakak. Lagi pula tanpa mereka ketahui ternyata Azmia itu sudah menikah, jadi Azmia menyakinkan Melia agar bersama Derry," jelas Ardiaz.


"Oh, begitu. Teman sukanya satu perempuan untung Azmia tidak memilih di antara kamu atau Derry," ucap Delisa.


"Memangnya kenapa kalau memilih aku?"


"Ya, kasihan aja si Derry kalau lihat kamu sama Azmia," jawab Delisa.

__ADS_1


"Ah, sudahlah kenapa jadi bahas Azmia sih. Nanti kalau aku susah move on gimana, kamu bahas Azmia terus."


"Ya, aku milih pergi di luar sana pasti masih ada cinta untuk ku," balas Delisa.


"Eh ... jangan dong sayang aku cuma bercanda," ucap Ardiaz.


"Dah, ah. Delis mau siap-siap kan mau ketemuan dengan Azmia," balas Delisa.


"Ikut ya."


"Enggak."


"Huh ... Baiklah."


***


"Ngapain sih, Mas?" tanya Nila saat melihat Alby duduk manis di sofa kamar sambil membuka bingkisan yang mereka dapat semalam.


"Ini pengen lihat isi sovenirnya," jawab Alby.


Nila pun ikut duduk di sofa berhadapan dengan Alby.


"Wau ... Keren. Baru aku nemuin sovenir terkece begini," ucap Alby setelah membuka paper bag sovenir.


Nila pun tercengang saat melihat sovenir yang ia dapat dari Azmia sebuah gelas bertulis satu cafe cinta dan satu lagi cafe lovely serta satu gantungan kunci yang berlapis emas bertulis cafe cilove di bagian tengahnya.

__ADS_1


"Biasa aja kali, balas Nila. Ya meskipun dalam hati dia mengagumi sovenir tersebut, tapi karena gengsi jadi dia bilang biasa aja.


"Ini kita pakai untuk gantungan kunci mobil ya," ucap Alby.


"Terserah," balas Nila.


****


Di kediaman Bakhri


"Ma, apa Mama tahu tentang cafe tersebut?" tanya Papa Ari.


"Tidak, Pa," jawab Mama Iren. Dia juga baru tau saat acara di cafe lovely.


"Apa Azmia tidak pernah cerita ke Mama?"


"Tidak, Pa."


"Oh, iya sebagai hadiah kelulusan Azmia gimana kalau kita pergi berlibur bersama, Mama ajak besan kita juga supaya lebih ramai dan seru kalau banyak orang," ucap Papa Ari.


"Wah, Mama setuju banget tuh, Pa," balas Mama Iren.


"Begini saja, Pa. Bagaimana kalau kita kasih kejutan saja pada Azmia dan Revan. Kita juga bilang ke Besan supaya tidak memberitahu rencana liburan kita." Mama Iren memberikan ide.


"Boleh juga tuh, Ma. Nanti kita Papa sama Wisnu yang akan ngurus cuti mereka dari kantor," ucap Papa Ari.

__ADS_1


"Nah, iya betul banget tuh, Pa. Nanti Mama telpon Mba Rita," balas Mama Iren.


"Sip," ucap Papa Ari.


__ADS_2