Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 76 Mantan ketemu mantan


__ADS_3

Sampai di Mall setelah memarkirkan mobilnya Alby dan Rania berjalan masuk kedalam Mall menuju restoran yang berada di lantai tiga.


"Sayang," sapa seseorang dari arah belakang langsung memeluk Alby dari belakang.


"Siapa lu peluk-peluk cowok, gue," omel Rania langsung menarik tangan wanita tersebut.


"Eh ... jangan ngaku-ngaku lu, lu siapa gue itu calon istrinya Alby," balas Rania.


Jadilah tangan Alby seperti permainan tarik tambang tarik sana, tarik sini.


"Berhenti!" Alby menghempaskan tangan Rania dan Elvina. Kemudian dia berjalan pergi meninggalkan kedua wanita tersebut, karena kesal dengan kelakuan kedua wanita itu Alby berjalan dengan begitu cepat hingga menabrak seseorang dari arah berlawanan.


"Au," keluh seseorang yang di tabrak Alby berusaha untuk berdiri.


"Maaf," ucap Alby sambil mengulurkan tangannya ke arah orang tersebut. Namun orang itu memilih bangun sendiri.


"Azmia." Alby begitu terkejut saat melihat wajah orang yang dia tabrak ternyata istrinya. Saat Azmia jatuh wajahnya menunduk kebawah jadi Alby tak melihat jika itu istrinya.


"Mas," balas Azmia. Dia juga terkejut melihat Suaminya ada disini bukannya di kantor.


"Kamu ngap ___." Ucapan Alby harus tertahan karena teriakan seseorang dari belakang.


"Mas Alby."


"Sayang."


Alby menoleh ternyata duo kunyuk Rania dan Elvina.


"Kak Rania," ucap Azmia.


"Lu, Mi," balas Rania dengan muka yang sangat jutek.


"Mas, ayo, katanya kita mau makan!" Rania melingkarkan tangannya di lengan Alby.


"Minggir, lu, Gue mau jalan sama calon suami gue.


"Eh ... Nenek lampir, ngaca lu nggak pantas buat Alby," ucap Rania


"Eh ...jelmaan dedemit lu harusnya sadar diri siapa lu, lihat dong penampilan lu nggak ada pantas-pantasnya bersanding dengan Alby," balas Elvina.


"Lu." Rania hampir menampar Elvina, tapi Alby lebih dulu bersuara.

__ADS_1


"Hentikan!" Alby benar-benar marah sudah di buat malu oleh kedua wanita.


Azmia hanya diam menjadi penonton. Dia bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Ayo, pergi!" Ajak seseorang menarik tangan Azmia dari arah samping.


"Abang," ucap Azmia saat melihat orang yang menarik tangannya hampir saja dia mau teriak karena tiba-tiba tangannya di pegang seseorang. Azmia mengikuti langkah Angga yang pergi meninggalkan ketiga orang yang sedang bertarung, cinta segitiga, mantan pacar ketemu mantan calon istri.


Alby terbengong saat melihat Azmia di bawa pergi Angga, pikirannya mulai berputar untuk apa istri dan sepupunya berada di Mall siang bolong seperti ini.


Alby melangkahkan kakinya mengikuti langkah Angga dan Azmia. Dia pergi


begitu saja meninggalkan kedua wanita itu lagi.


Rania dan Elvina pun tidak menyerah mereka mengikuti Alby dari belakang. Jadinya mereka saling mengikuti.


Angga menghentikan langkahnya di depan restoran seafood. "Kita makan disini ya, Dik?" tanya Angga meminta pendapat Azmia.


"Iya, Bang," balas Azmia.


Mereka pun masuk ke dalam restoran.


Angga mengandeng tangan Azmia membawanya duduk di kursi paling pojok. Azmia hanya pasrah mengikuti Abangnya.


Tak lama setelah mereka duduk Alby datang menyusul langsung menghampiri meja dimana Azmia duduk.


"Lu, ngapain kesini urus saja tuh mantan-mantan lu," celetuk Angga.


"Bantuin saya, Bang buat ngusir mereka pusing saya," keluh Alby.


"Bukannya senang jadi rebutan para wanitanya," sindir Angga.


"Tidak. Bantuin saya, Bang." Alby meminta bantuan Angga.


"Lu urus saja sendiri, lu yang bikin lu juga yang harus selesaikan," ujar Angga.


"Kali ini saja, Bang," balas Alby dengan menangkupkan kedua tangannya ke depan Angga.


"Nggak," tegas Angga.


Tak lama kedua kunyuk datang langsung menghampiri Alby.

__ADS_1


"Kalian kalau mau makan, sana pilih meja sendiri jangan ganggu gue." Angga mengusir para duo kunyok.


"Ayo, Mas kita duduk di sana saja berdua," ucap Rania.


"Kalian berdua saja sana, gue mau disini," balas Alby.


Azmia hanya terdiam melihat drama mantan ketemu mantan berebut cinta. Drama langka yang nggak pernah ada di tv manapun.


"Kita pergi saja dari sini," ajak Angga pada Azmia.


Azmia mengangguk.


Angga berdiri dari duduknya kemudian menggenggam tangan Azmia membawanya pergi keluar dari restoran, tapi baru selangkah Alby menarik tangan Azmia. "Tunggu!" ucap Alby.


Angga langsung melepaskan genggaman tangan Alby pada Azmia. Angga terlalu muak melihat kelakuan Alby, meskipun apa yang terjadi pada Alby tidak sengaja, tapi Angga tetap saja marah karena Alby menyakiti hati Azmia.


Siapa sih yang tidak marah jika adiknya terus saja di sakiti. Sebagai Kakak Angga bertanggung jawab atas Azmia.


Alby hanya bisa diam melihat kepergian istrinya. Setelah kepergian Azmia duo kunyuk langsung duduk di kursi depan Alby.


"Gue sudah tidak ada hubungan apapun sama kalian berdua, jadi please jangan ganggu hidup gue lagi, gue sudah punya kehidupan sendiri bersama seseorang yang gue cinta," ucap Alby penuh dengan ketegasan dia ingin menyelesaikan urusannya dengan baik tanpa ada pertengkaran.


"Siapa wanita yang bisa menggeser nama gue di hati lu? apa wanita yang di jodohkan oleh keluarga lu? bukankah lu pernah bilang kalau kita bakal hidup bersama, lu tidak mencinta dia, terus kenapa sekarang lu berubah apa yang sudah dia beri padamu, Al?" Elvina tak henti-hentinya bertanya.


"Iya, dia adalah istri gue, wanita yang mampu memberikan warna dalam hidup gue, wanita yang bisa menerima gue apa adanya bukan apa adanya," jelas Alby.


"Nggak, gue nggak yakin lu mencintai dia, lu pasti hanya kasian terhadap dia karena dia adalah anak orang yang tidak jelas orang tuanya, anak di buang di depan rumah tanpa jelas asal usulnya," ucap Rania karena tak terima jika Alby memilih Azmia.


"Cukup, jaga omongan lu, Nia. Lu sendiri yang memberikan dia untuk gue. Lu seakan tak perduli dengan perasaan gue, lu pergi begitu saja tanpa kabar, kabur di saat hari pernikahan kita. Lu memilih laki-laki lain di bandingkan gue, tapi saat laki-laki itu pergi lu tanpa dosa ingin kembali ke kehidupan gue," jelas Alby.


Elvina tercengang mendengar penuturan Alby. Elvina benar-benar terkejut berani sekali wanita itu memperlakukan Alby seperti itu.


"Maafkan gue, Al, tapi semua itu gue lakukan karena terpaksa gue di ancam sama Azmia, jika tidak membatalkan pernikahan itu maka keluarga gue bakal hancur." Rania membela diri.


"Buat apa Azmia mengancam keluarga lu, bukankah dia di rawat di besarkan oleh keluarga Pranata. Seorang anak tidak akan pernah tega melukai hati orang tuanya," balas Alby.


"Lu, kan gak tau siapa dia sebenarnya, lu belum mengenal lebih jauh siapa Azmia," ucap Rania terus saja menjelekkan Azmia.


"Gue memang belum lama mengenal dia, tapi gue lebih tau mana yang baik dan mana yang buruk," tegas Alby dalam hatinya tak terima istrinya di hina seperti itu. Meskipun Alby baru mengenal Azmia, tapi hati tidak bisa berbohong dia yakin bahwa Azmia adalah wanita baik-baik.


Kali ini Elvina tak menyambar obrolan antara Alby dan Rania, dia lebih memilih menjadi pendengar yang baik.

__ADS_1


__ADS_2