Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 192 Dokter Cinta


__ADS_3

"Kamu pesan apa, Mi?" tanya Karina.


"Samain aja," jawab Azmia. Kini mereka berdua sedang berada di sebuah restoran yang berada di salah satu Mall terbesar di kota tersebut.


"Mba pesan ini dua sama minumnya es jeruk saja dua," ucap Karina pada salah satu karyawan restoran.


"Baik, Kak," balas Karyawan tersebut.


"Haduh, Pak Ali hari ini menyebalkan sekali ngasih tugas nggak kira-kira banyak banget," keluh Karina.


"Sudah resiko orang menuntut ilmu," ucap Azmia.


"Hai ...," sapa seseorang di samping mereka.


Mendengar ada suara orang yang menyapa Azmia dan Karina yang sedang asyik menatap layar ponsel langsung beralih menoleh ke sumber suara. "Kak Ardiaz," ucap Azmia dan Karina bersama.


"Boleh gabung?" tanya Ardiaz.


"Boleh-boleh," jawab Karina menyetujui pertanyaan Ardiaz.


Setelah mendapat persetujuan dari Karina kemudian Ardiaz duduk di depan Azmia. Sedangkan Karina bergeser duduk di samping Azmia.


"Kak Diaz sendiri?" tanya Karina.


"Tidak. Saya ada janji sama teman di tempat ini, tapi dia belum datang pas saya baru masuk kebetulan lihat kalian jadi saya langsung menghampiri kalian dari pada nunggu sendirian," jelas Ardiaz.


"Pulang kuliah, Mi?" tanya Ardiaz.


"Iya, Kak," jawab Azmia.


Tak berselang lama orang yang di tunggu-tunggu Ardiaz datang.


"Hai ... bro," seseorang yang baru datang.


"Duduk!" Ardiaz mempersilakan sahabatnya untuk duduk bergabung.


"Siapa nih?" tanya sahabat Ardiaz.


"Kenalin ini Azmia dan yang di sampingnya Karina," ucap Ardiaz memperkenalkan Azmia dan Karina pada sahabatnya.

__ADS_1


"Salam kenal gue Leon," ujar Leon memperkenalkan dirinya.


Leon adalah sahabat sekaligus rekan kerja Ardiaz. Dia juga seorang dokter di salah satu rumah sakit bersama Ardiaz.


Azmia mengangguk sambil tersenyum kecil.


"Sorry ya lu jadi nunggu tadi tiba-tiba ada pasien," ucap Leon pada Ardiaz.


"Nggak apa. Memangnya dokter Wena nggak dateng?" tanya Ardiaz.


"Dia kena macet," jawab Leon.


"Oh. Lu mau pesan apa?" tanya Ardiaz.


"Samain aja," jawab Leon.


"Kalian masih kuliah?" tanya Leon pada Azmia dan Karina.


"Iya, Kak," jawab mereka berdua kompak.


"Kuliah di mana?" tanya Leon lagi.


"Oh, iya-iya," ucap Leon sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda tau.


"Lu, kenal mereka dari mana?" Leon bertanya pada Ardiaz pasalnya kampus mereka beda dan Leon tahu betul Ardiaz itu jarang sekali nongkrong jadi dia merasa heran tiba-tiba Ardiaz bisa kenal dengan cewek-cewek.


"Adik kelasnya si Derry," jawab Ardiaz.


"Oh, dia," ucap Leon.


"Mari makan!" Leon mempersilakan semua agar makan terlebih dahulu karena makanan tiba.


Azmia mengangguk sebagai balasan.


Hadeh, niat hati mau ngerjain tugas malah ketemu mereka urusannya nanti malam lembur lagi ngurusin tugas, batin Azmia.


Mereka berdua sengaja tidak pulang ke cafe karena ingin ngerjain tugas di luar sekalian sambil makan. Eh, malah ada tamu tak di undang datang.


Selesai makan mereka berbincang-bincang masalah dunia perkuliahan dan pekerjaan.

__ADS_1


"Kak Leon sudah lama jadi dokter?" tanya Karina.


"Baru satu tahun," jawab Leon.


"Kalau Kak Diaz juga sama?" Karina beralih tanya ke Ardiaz.


"Iya sama," jawab Ardiaz.


"Kalian dokter apa sih?" tanya Karina yang kepo.


"Dokter cinta," jawab Leon dengan tertawa kecil.


"Saat ini kita masih dokter umum sih, lagi lanjut kuliah untuk ngambil dokter spesialis penyakit dalam seperti jantung, paru-paru gitu-gitulah," jelas Ardiaz.


"Kenapa spesialis penyakit dalam, bukan yang lain?"


"Supaya kalau saya patah hati, Saya bisa menyembuhkan luka itu sendiri," balas Ardiaz.


"Kak Diaz bisa aja," ucap Karina.


Karina memang orang yang paling cepat sekali akrab dengan orang baru, bagus dalam bersosialisasi makanya dia yang lebih banyak berbicara di banding Azmia.


*


*


*


Kediaman Bunda.


"Yah," panggil Bunda Rita.


"Iya, Bun," balas Ayah Wisnu.


"Kira-kira menantu kita nanti sebaik Azmia nggak ya, Yah?" tanya Bunda.


"Kita berdoa saja, semoga kelak Alby mendapatkan istri yang baik," jawab Ayah Wisnu.


"Amin," sambung Bunda.

__ADS_1


__ADS_2