Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 236 Status


__ADS_3

"Bunda," panggil Revan mengagetkan Bundanya yang sedang khusyuk menikmati suasana sore hari di samping rumah duduk di kursi sambil melihat bunga.


"Ini anak senang sekali bikin Bundanya jantungan," balas Bunda.


Revan tertawa kecil kemudian duduk di samping Bundanya.


"Bun, tadi Revan sudah bicara dengan Mia kata Mia kita di suruh ke cafe cinta nanti malam," ucap Revan memberi tahu sang Bunda.


"Ok," balas Bunda dengan senyuman sumringah.


"Kalau begitu Revan masuk kamar dulu ya, Bun nanti kita berangkat jam tujuh malam," ujar Revan.


"Iya," balas Bunda.


Setelah itu Revan berdiri dari duduknya berjalan menuju kamarnya.


***


Di tempat lain.


Ardiaz sedang berkumpul dengan ke dua sahabatnya di cafe depan kampus mereka.

__ADS_1


"Bagaimana, Fen penelusuran sudah ada perkembangan?" tanya Ardiaz.


"Tenang, Ar semua bukti sudah ada di tangan gue," jawab Ferdi.


"Keren," sambung Andi.


"Mana?" Ardiaz yang sudah tak sabar ingin melihat hasil kerja Ferdi.


"Sabar, bro," balas Ferdi. Kemudian dia membuka tasnya mengambil laptop menaruhnya di atas meja. "Nih, sudah gue simpen semua di sini," ucap Ferdi sambil mengotak-atik laptopnya mencari bukti rekaman cctv yang akan dia perlihatkan pada Ardiaz.


"Nih, Lu lihat wanita itu tidak tahu menahu dia adalah salah satu pengendara mobil yang terkena macet," jelas Ferdi sambil menunjuk ke arah wanita cantik yang keluar dari mobil begitu terlihat jelas dalam cctv.


"Nah, itu mobil yang menabrak nyokap lu, Ar." Andi menunjuk ke mobil yang tak jauh dari tempat kejadian.


Ferdi pun mengangguk kemudian zoom layar laptopnya.


"Tuh plat nomornya mobilnya lu tulis saja!" Ferdi menyuruh Ardiaz agar menulis plat mobil pelaku tabrak lari.


"Apa lu mau lapor ke polisi tentang kecelakaan nyokap lu?" tanya Andi.


"Enggak, gue cuma mau buktiin ke bokap kalau wanita yang menolong Nyokap tidak bersalah dan bukan pelakunya," jelas Ardiaz.

__ADS_1


"Mending lu cek dulu ke kantor polisi cek siapa pemilik mobil tersebut setelah itu baru lu perlihatkan cctv ini pada bokap lu," ucap Ferdi memberi saran.


"Iya-iya," balas Ardiaz.


"Lagian bokap lu kok bis nuduh dia, padahal kan jelas-jelas terlihat dalam cctv wanita itu yang menolong Nyokap lu," ucap Ferdi yang merasa bingung dengan sikap Papa Ardiaz.


"Ya, karena Papa nggak suka sama dia," balas Ardiaz.


"Memangnya lu kenal dengan wanita itu?" tanya Andi.


"Iya, dia wanita pilihan gue, tapi Mama dan Papa tidak setuju dengan keputusan gue," jawab Ardiaz.


"Memangnya kenapa? sepertinya wanita itu baik." Kini ganti Ferdi yang bertanya.


"Dia memang baik, wanita yang luar biasa di mata gue, tapi karena dia seorang ja*da jadi Mama dan Papa tak merestui hubungan gue sama dia," jelas Ardiaz.


"Yaelah apa masalahnya lebih baik ja*da dari pada perawan bekas yang penting tuh baik dan setia," ucap Andi seakan tak mempermasalahkan dengan status seseorang asal wanita tersebut setia karena mencari yang setia itu sulit.


"Kalau gue pribadi juga nggak masalah itu kan orang tua gue. Mereka tuh pengennya gue dapat pendamping yang setara dan masih segel gitu," jelas Ardiaz.


"Masih bersegel atau tidak, kita kan nggak tahu," ucap Andi.

__ADS_1


"Ya kan namanya ja*da pasti kan udah __." sambung Ferdian.


"Sudahlah ngapain jadi bahas begituan," ucap Ardiaz menghentikan obrolan tentang status.


__ADS_2