Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 287 Aktivitas


__ADS_3

Di cafe lovely


Karena hari ini libur kuliah Azmia memilih untuk mengisi waktunya di cafe setelah pulang dari kantor.


"Assalamualaikum," ucap Azmia saat tiba di depan kasir.


"Wa'alaikumussalam," balas Novi yang berada di meja kasir.


"Karina sudah kesini belum, Nov?" tanya Azmia.


"Belum, Mba," jawab Novi.


"Oh, ya udah kalau begitu saya masuk ke ruangan dulu ya, nanti kalau Karina datang suruh langsung ke ruangan aja," ucap Azmia memberi tahu Novi.


"Iya, Mba," balas Novi.


Setelah memberitahu Novi, Azmia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangannya.


Sesampainya di ruangan Azmia langsung menuju meja kerjanya mengecek laporan pemasukan dan pengeluaran cafe.


"Assalamualaikum," ucap Karina.


"Wa'alaikumussalam masuk, Rin," balas Azmia.


"Sibuk banget sih," ucap Karina sambil berjalan menghampiri Azmia.


"Mumpung libur dan nggak ada kerjaan," balas Azmia.


"Rapi banget habis jalan ya sama Kak Daffa?" tanya Azmia saat melihat penampilan Karina yang tampak rapi tak seperti biasanya.


"Tau aja sih," balas Karina.


"Kan aku terawang," ucap Azmia sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Udah kayak peramal aja," balas Karina.


"Oh, iya gimana semalam?" tanya Karina.


"Kasih tahu nggak ya," jawab Azmia.


"Kalau senyum-senyum begitu pasti kabar baik nih," ucap Karina melihat gelagat Azmia yang mencurigakan karena wajahnya terlihat cerah saat berkata bibirnya senyum kecil.


"Hehehe, alhamdulilah semoga saja lancar tanpa ada halangan apapun," balas Azmia dengan tersenyum.


"Wah ... ada apa nih? kamu menerima perjodohan semalam?" tanya Karina.


Azmia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Siapa orangnya? tumben baru ketemu langsung tancap gas," ujar Karina.


"Nanti juga tahu," balas Azmia masih merahasiakan identitas pangerannya.


"Pasti bakal ada yang patah hati nih kalau gebetannya di comot orang lagi," ujar Karina.


"Asyik, tapi aku jadi penasaran siapa sih laki-laki itu dalam sekejap bisa meluluhkan hatimu," ujar Karina.


"Jangan penasaran," balas Azmia.


"Kamu nggak ada niatan untuk kasih tahu aku gitu," ujar Karina.


"Enggak, nanti lihat saja sendiri," balas Azmia.


"Huh ... nggak BESTie." Karina memalingkan wajahnya.


"Cie ... ngambek," ucap Azmia sambil tertawa kecil.


"Biarin," balas Karina.

__ADS_1


Azmia ngobrol sambil menyelesaikan pekerjaan, hingga tanpa dia sadari kerjaannya selesai. Azmia segera menutup laptopnya kemudian berdiri dari duduknya.


"Ayo, jalan!" ucap Azmia mengajak Karina.


"Kemana?" tanya Karina.


"Ikut saja." Azmia menarik tangan Karina agar segera mengikutinya keluar dari ruangan.


Karina hanya bisa pasrah mengikuti langkah Azmia.


*****


Di tempat lain.


Setelah pekerjaannya selesai Revan segera merapikan meja kerjanya.


"Permisi, Pak," ucap seseorang di depan pintu ruangan Revan.


"Masuk, Nun," balas Revan dari dalam.


"Ada apa?" tanya Revan saat melihat Nuni masuk kedalam ruangannya.


"Ingin memberikan ini, Pak." Nuni memberikan dokumen pada Revan.


"Taruh saja di atas meja, lagi pula inikan sudah jam pulang," ujar Revan.


"Baik, Pak." Setelah menaruh dokumen Nuni langsung keluar ruangan karena Revan sudah bersiap untuk pulang.


Setelah kepergian Nuni, Revan bergegas keluar ruangan agar dia bisa pulang tepat waktu.


"Loh, kamu kenapa belum pulang juga, Nun?" tanya Revan saat melihat Nuni masih berdiri di depan pintu kantor.


"Belum di jemput, Pak," jawab Nuni.

__ADS_1


"Oh, ya sudah kalau begitu saya duluan," ucap Revan kemudian melanjutkan langkahnya menuju parkiran mobil.


'Ih, nanya duang bukannya nawarin bareng gitu, udah bela-belain nggak bawa mobil malah tetap saja nggak di lirik, batin Nuni dengan kesal.


__ADS_2