
Tidak lama kemudian Bunda kembali dengan membawa sebuah kotak.
"Sayang, sini lihat!" ucap Mama Iren menyuruh Azmia agar melihat kotak yang dia bawa.
Azmia pun mendekat ke arah Mama Iren di ikuti Karina.
"Itu apa, Ma?" tanya Azmia.
"Ini adalah Album foto kenangan saat kamu masih kecil," jawab Mama Iren kemudian membuka Album foto tersebut.
"Itu Azmia saat bayi, Tan?" tanya Karina saat melihat foto-foto yang ada di Album.
"Iya, ini saat Azmia baru lahir," jawab Mama Iren.
__ADS_1
"Lihatlah tepat saat usia satu bulan Mama membelikan kalung itu untukmu," ucap Mama Iren sambil memperlihatkan foto Azmia memakai kalung yang berinisial ZB.
"Saat dokter bilang bahwa bayi yang lahir adalah perempuan Mama dan Papa sangat bahagia, tapi kebahagiaan itu di renggut oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab mereka begitu tega membawa kamu pergi dari kami." Mama Iren berkata dengan derai air mata. Mengingat kejadian dua puluh satu tahun silam.
"Memang sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Mia bisa di buang di rumah Pranata?" tanya Azmia.
"Saat itu kami sedang menghadiri sebuah acara peresmian kantor milik salah satu sahabat Papa, tapi ternyata di dalam gedung ada seseorang yang ingin menghancurkan acara tersebut, dia menembakkan peluru ke atas hingga dua kali. Kami semua panik berhamburan ingin keluar dari gedung tersebut di situlah saking kuatnya dorongan orang-orang yang ingin keluar baby stroller yang Mama pegang pun terlepas dari genggaman Mama dan saat itu ada seseorang yang memanfaatkan keadaan dengan cara mengambil mu, mereka hanya meninggalkan baby strollernya saja." Mama Iren menceritakan tentang kejadian hilangnya Azmia.
"Berarti Azmia itu korban penculikan ya, Tan?" tanya Karina.
"Apa pelakunya tidak terekam dari cctv?" tanya Karina.
"Nah, itu kesalahan terbesar pemilik kantor karena saat peresmian dia belum memasang kamera pengintai jadi kami tidak bisa menyelidiki kasus ini dengan detail," jawab Mama Iren.
__ADS_1
"Kami sudah berusaha kesana kemari, bertahun-tahun kami mencari Azmia, tapi tak kunjung bertemu hingga suatu hari Mama mengalami kecelakaan tunggal karena tidak fokus dalam menyetir saat di bawa ke rumah sakit dokter menyarankan Mama agar di bawa ke luar negeri supaya mendapat penanganan yang lebih. Setelah itu kami berusaha untuk ikhlas menerima kenyataan, meskipun dalam hati kami selalu berharap Azmia bisa kembali lagi pada keluarga kami," sambung Ali.
"Mama tidak menyangka kini kamu hadir kembali dalam kehidupan kami. Mama seneng banget," ucap Mama Iren sambil memeluk Azmia.
"Mia, juga bahagia karena kini Mia bisa menemukan keluarga Mia sesungguhnya," balas Azmia.
Sekarang harapan itu nyata bukan hanya keluarga Ali yang berharap Azmia bisa kembali. Azmia pun sama dia mengharapkan bisa memiliki keluarga yang utuh apalagi setelah dirinya tidak lagi di terima di keluarga Pranata.
Kini tanpa mereka sadari Allah mengkabul di setiap doa mereka, Allah mempertemukan mereka kembali setelah dua puluh satu tahun berpisah. Itulah bukti nyata bahwa Allah itu ada dan apapun bisa terjadi jika Allah sudah berkehendak. Sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin yang terpenting jangan lupa untuk terus berdoa dan berusaha, karena dalam kehidupan ini tidak ada sesuatu yang instan kecuali mie instan. hehehe.
***
Hai ... hai ... hai ... para reader terima kasih sudah selalu setia baca cerita ecek-ecek author semoga kalian selalu dalam keadaan lindungan Allah SWT. Amin.
__ADS_1
lope lope buat kalian semua 💜❤️🤍❤️🤍🧡