
"Baru pulang, Mas?" Azmia menghampiri Alby yang baru masuk ke dalam rumah.
"Kamu tidak kerja?" Bukan menjawab Alby malah balik bertanya.
"Kerja, tadi pulang sore," jawab Azmia kemudian membawakan tas Alby ke dalam kamar.
"Mas Alby, makan sekarang atau nanti?" tanya Azmia saat mereka berjalan menuju kamar.
"Nanti saja, ingin membersihkan diri dulu sudah gerah nih," jawab Alby.
"Mas, bajunya Mia taruh di atas kasur ya." Kini mereka sudah sampai di dalam kamar Alby.
"Iya," balas Alby.
Setelah mempersiapkan baju suaminya, Azmia keluar kamar menuju dapur menyiapkan makan malam untuk mereka berdua makan malam.
Selesai mandi Alby langsung keluar kamar menuju lantai bawah menghampiri istrinya.
__ADS_1
"Kamu masak apa, Mi?" tanya Alby saat sampai di dapur.
"Nasi goreng telur ceplok," jawab Azmia. Dia masih sibuk bertempur di depan kompor.
Azmia sangatlah ahli dalam memasak bukan hanya cantik, tapi juga pandai.
Sedangkan Alby memilih duduk di kursi meja makan sambil melihat Azmia yang sedang memasak.
"Alhamdulillah, selesai." Azmia langsung menaruh nadi goreng di piring kemudian memberikannya pada Alby tak lupa dia juga menyiapkan minum.
"Hem.m.m enak." Lidah Alby sangat cocok dengan masakan Azmia dari awal Azmia memasak untuk dirinya lidahnya langsung menerima.
"Apa saja aku suka," jawab Alby. "Mi, aku ke ruang kerja dulu," pamit Alby setelah menghabiskan minumnya.
"Iya, Mas," balas Azmia. Beres dengan urusan dapur Azmia segera masuk ke dalam kamarnya. Bukan kamar Alby. Azmia dan Alby tidur bersama hanya saat mereka tidak sama-sama sibuk karena terkadang Alby saat Alby lembur dia tidur di ruang kerja mungkin terlalu lelah sehingga membuatnya langsung terlelap di ruang kerja. Sedangkan Azmia saat ada banyak tugas kuliah dia memilih menyendiri di kamar miliknya.
Sama halnya hari ini mereka berdua sama-sama sibuk satu di kamar satu lagi diruang kerja. Azmia sedang mengerjakan tugas kuliah dan mengurus tawaran desain yang di berikan arsitek.
__ADS_1
**
Di tempat lain.
"Rin, gue harus gimana ya?" tanya Melia pada Karina. Melia sengaja mengajak ketemuan Karina berdua saja tanpa Azmia. Melia ingin membahas tentang dia yang di jodohkan dengan Dery.
"Kalau menurut gue sih, Mel. Kalau memang semua keluarga sudah sepakat ya sudah jalanin saja dulu berdoa mudah-mudahan ini adalah yang terbaik untuk kamu," jelas Karina.
"Namun, aku takut, Kak Dery belum bisa melupakan Azmia, Rin," ucap Melia.
"Mel, cinta itu bisa hadir seiring berjalannya waktu jadi kamu nggak perlu mikirin itu yang terpenting kita tahu Azmia tidak akan bersama Kak Dery." Karina berusaha meyakinkan Melia supaya tidak memikirkan hal-hal yang aneh-aneh.
"Aku tahu itu, tapi Rin cinta pertama itu biasanya susah untuk di lupakan." Melia hanya merasa takut jika Dery tidak bisa mencintainya karena kata orang cinta pertama sulit untuk terlupakan meski sudah ada cinta yang datang tetap cinta pertamalah yang berada di hati yang paling dalam. Entah itu beneran atau hanya sebatas ucapan seseorang yang telah merasakan.
"Iya, tapi jika kalian sudah bersama setiap hari pasti cinta itu akan tumbuh dan menggeser cinta yang lain," tegas Karina.
**
__ADS_1
Terkadang kita memang sulit untuk move on dari cinta pertama kita, tapi yakinlah bahwa cinta itu hanya perlu kita berikan pada Allah, untuk orang yang berada di samping kita biarlah Allah yang mengaturnya.