
Seperti biasa saat ada waktu luang pasti Ardiaz dan Derry menyempatkan untuk nongkrong bareng. Kini mereka memilih nongkrong di cafe cinta.
"Sorry nunggu lama," ucap Ardiaz saat baru tiba di cafe langsung menghampiri Derry yang sudah tiba lebih awal. Mereka salaman ala-ala anak laki-laki kalian tau sendiri lah ya.
"Santai saja. Doni mana, Ar?" tanya Derry pada Ardiaz.
"Tau tuh anak kemana, tadi bilang mau datang sih," jawab Ardiaz.
"Mungkin masih di jalan kali," ucap Derry.
"Bisa jadi," balas Ardiaz.
"Gimana kabar lu?" tanya Ardiaz.
"Alhamdulillah masih hidup bisa ke sini," jawab Derry. "Eh ... gimana kelanjutan kisah peran pura-pura lu?" tanya Derry.
"Sepertinya gue jatuh hati beneran pada Azmia," jawab Ardiaz. Tiba-tiba langsung terbayang wajah wanita yang kini membuatnya gelisah.
__ADS_1
"Nah lho kan apa gue bilang. Gaya, lu dulu bilang nggak akan jatuh cinta, baper pada Azmia. Sekarang apa yang terjadi lu klepek-klepek juga kan."
Derry sudah feeling dari awal pasti Ardiaz akan jatuh hati pada Azmia.
"Iya-iya. Dari awal gue memang hanya niat bantuin dia, tapi saat kenal dia lebih deket buat gue merasa nyaman sama dia. Apalagi saat dia begitu telaten menyiapkan makanan untuk gue, duh gue jadi meleleh," ucap Ardiaz terbayang di benaknya saat Azmia menyiapkan bubur dan nasi goreng untuknya.
"Kapan Azmia nyiapin makan buat lu?" tanya Derry.
"Saat berada di rumah sakit. Dia nungguin salah satu karyawannya yang sakit. Awalnya sih niatnya iseng aja, mau bikin baper dia gitu. Eh, malah gue yang di bikin baper," jawab Ardiaz.
"Ha-ha-ha, makanya jangan coba main-main sama wanita. Kalau udah di bikin baper nyaho kan lu," ujar Derry dengan tertawa.
"Memangnya Mama lu udah pernah ketemu Azmia?" tanya Derry.
"Iya, sekitar dua hari lalu tanpa sengaja kita ketemu restoran Mall A. Saat itu gue ngenalin Azmia sebagai calon istri," jawab Ardiaz. Meskipun sampai sekarang dia masih bingung, nggak percaya kalau dia memperkenalkan Azmia sebagai calon istri. Entah reflek atau memang sudah tiba saatnya dia memperkenalkan Azmia pada Mamanya.
"Garcep juga, Lu. Terus gimana reaksi Azmia?" tanya Derry.
__ADS_1
"Sepertinya dia marah deh. Gue belum sempet ketemu dia lagi," jawab Ardiaz.
"Gue sih cuma pesen sama lu, kalau memang lu beneran sayang sama dia tolong jangan pernah sakiti dia, lu nggak mau kan dia terluka untuk yang kedua kalinya," ucap Derry mengingatkan pada Ardiaz agar jangan melukai hati Azmia.
"Tenang aja gue pasti akan jagain dia sepenuh jiwa dan raga gue. Semoga saja Mama tidak mempermasalahkan status Azmia," balas Derry.
"Semoga saja. Lebih secepatnya lu kasih tau Mama sebelum hubungan kalian semakin serius," ujar Derry memberikan saran. Karena jika sudah terlanjur cinta, tapi tak ada restu orang tua itu akan membuat keduanya terluka. Berjuang salah, berpisah sakit.
"Iya, nanti gue akan coba bicara sama Mama," balas Ardiaz. Sebelum menceritakan tentang Azmia pada Mamanya dia harus siap mental terlebih dahulu supaya kalau di tolak Mamanya nggak nyesek-nyesek banget.
***
Ardiaz : Thor.
Author : Apa?"
Ardiaz : Kira-kira Emak gue setuju nggak Thor kalau gue sama Azmia?"
__ADS_1
Author : Lihat saja nanti, gue lagi mikir nih.
Ardiaz : 😔 Percuma gue tanya."