
Sesuai dengan janjinya pada Azmia pagi hari tepat pukul sembilan para karyawan cafe tiba di rumah Azmia. Mereka berangkat menggunakan dua mobil milik Azmia yang berada di cafe cinta dan cafe lovely. Ada juga yang menggunakan motor karena mabuk perjalanan.
"Assalamualaikum," ucap mereka di depan pintu rumah Azmia.
"Wa'alaikumussalam," balas Mbok Asih sambil membukakan pintu.
"Eh, ada tamu. Mari silakan masuk!" Mbok Asih mempersilakan para tamu masuk ke dalam.
"Mba Mia ada, Mbok?" tanya Nina.
"Ada, Mba Nina. Sebentar saya panggilkan," ucap Mbok Asih.
"Iya, Mbok," balas Nina.
Mbok Asih pamit memanggil Azmia yang berada di kamar.
"Non, tamunya sudah datang," ucap Mbok Asih di depan pintu kamar Azmia.
"Iya, Mbok. Sebentar lagi Mia turun," balas Azmia dari dalam kamar.
"Baiklah, kalau begitu si Mbok kembali ke bawah dulu ya, Non," ucap Mbok Asih.
"Iya, Mbok," balas Azmia.
Tak berselang lama Azmia keluar dari kamar menuju lantai bawah.
"Selamat pagi," sapa Azmia.
"Pagi juga, Mba Mia," balas Para karyawan.
__ADS_1
"Sudah pada sarapan belum?" tanya Azmia.
"Sudah, Mba," jawab mereka kompak.
"Alhamdulillah. Berarti sudah bisa kita mulai ya pembagian tugasnya," ucap Azmia.
"Iya, Mba," balas semua kompak.
Azmia mulai membuka pembicaraan membahas tentang tugas para karyawan untuk kelancaran acara selamatan rumahnya.
"Hari ini kita belanjanya, Mba?" tanya Nina
"Iya, Nin. Nanti kamu sama Mbok Asih yang ke pasar ya karena kan Mbok Asih lebih paham urusan dapur," ucap Azmia.
"Siap, Mba," balas Nina.
Setelah pembagian tugas masing-masing kelompok mulai bersiap untuk melaksanakan tugasnya.
"Mba Mia, kami pergi dulu. Assalamualaikum," ucap Mereka yang mendapat tugas belanja keluar rumah.
"Wa'alaikumussalam," balas Azmia.
"Kita mulai sekarang, Mba?" tanya Karyawan yang kebagian tugas di rumah bersama Azmia.
"Iya, yuk!" jawab Azmia, kemudian Azmia mengambil kardus snack untuk di rapikan.
*****
Di kantor
__ADS_1
"Selamat pagi, Pak Alby," ucap sekretaris di depan ruangan Alby.
"Pagi, Rin. Masuk!" Alby mempersilakan sekretarisnya masuk.
"Ada apa?" tanya Alby saat Rini membuka pintu .
"Ada yang ingin bertemu dengan, Bapak katanya penting, Pak," jelas Rini.
"Siapa?" tanya Alby.
"Saya, Mas," jawab seseorang yang berada di belakang Rini.
"Revan," ucap Alby yang terkejut saat melihat seseorang di belakang Rini.
"Kamu boleh kembali, Rin," ujar Alby.
"Baik, Pak. Permisi." Rini membalikkan tubuhnya kemudian melangkah keluar ruangan Alby.
"Tumben, kamu ke sini, ada apa?" tanya Alby tanpa basa-basi.
"Hanya ingin ngobrol sama Mas Alby saja," jawab Revan setelah duduk di kursi depan Alby. Tanpa di suruh Alby, Revan langsung saja duduk di kursi yang berhadapan dengan Alby.
"Bicaralah!" ucap Alby.
"Revan cuma ingin minta tolong ke Mas Alby supaya menjelaskan pada Mba Nila tentang obrolan Mas Alby dengan Azmia saat di rumah Bunda dan Revan mohon buktikan pada Mba Nila jika, Mas Alby nggak ada hubungan apapun dengan Azmia. Revan nggak ingin Mba Nila selalu salah paham pada Azmia," jelas Revan.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Alby. Dia bukan menjawab pertanyaan Adiknya, tapi malah mengajukan pertanyaan.
"Iya, gara-gara Mas Alby tidak menjelaskan pada Mba Nila. Mba Nila jadi salah paham dan marah-marah pada Azmia," jelas Revan.
__ADS_1
"Baiklah, nanti Mas Akan bilang ke Nila," ujar Alby. Meskipun sebenarnya dia sudah menjelaskan pada Nila.
"Terima kasih, Mas. Kalau begitu Revan pamit dulu." Revan berdiri dari duduknya kemudian bersalaman dengan Alby sebelum keluar dari ruangan Kakaknya.