Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 354 Persiapan


__ADS_3

Di cafe lovely.


Semua orang di sibukkan dengan persiapan acara. Azmia berkeliling mengecek satu persatu persiapan.


"Sovenir sudah di kemas semua, Nin?" tanya Azmia.


"Sudah, Mba," jawab Nina.


Setelah bertanya pada Nina. Azmia melangkahkan kaki menuju yang lain.


"Gimana, Nov?" tanya Azmia.


"Alhamdulillah, semua sudah siap, Mba," jawab Novi yang sedang menyiapkan piring kecil serta garpu untuk makan buah dan kue sebagai makanan penutup.


Azmia beralih lagi menuju dapur. "Apakah kalian butuh bantuan?" tanya Azmia.


"Boleh, kalau, Bu Bos mau bantu," jawab Rudi.


"Bantu nyicipin aja ya," ujar Azmia dengan tertawa kecil.


"Boleh banget tuh, Mba sebelum kita sajikan di depan alangkah baiknya dicicipi dulu supaya tahu rasa masakannya," balas Rudi. Dia dan para chef sudah mencicipi sih, tapi sebagai Bos cafe Azmia juga harus mencicipi terlebih dahulu agar jika ada yang kurang rasa di di tambah.


"Biar saya ambilkan, Mba," ucap Pras.


"Jangan caper, inget Mba Mia udah punya suami," cibir Rudi.


"Ngaco, Lu kalau ngomong. Gue kan sebagai karyawan yang baik jadi harus bersikap seperti itu pada Bos. Ya kan, Mba Mia?" tanya Pras.


"Terserah kamu sajalah, Pras. Mana piringnya, Pras?" tanya Azmia sambil menadangkan tangannya meminta piring.


"Ini, Bu Bos." Pras memberikan piring serta sendoknya.

__ADS_1


"Makasih, Pras," ucap Azmia setelah menerima piring tersebut kemudian mengambil sesendok menu yang tersaji di meja dapur.


"Pak Bos mana, Mba?" tanya Romi (salah satu chef di cafe cinta).


"Ada di depan bantuin kang dekor," jawab Azmia.


"Oh, gimana masakan enak?" tanya Pras.


"Mantap, Pras." Azmia mengacungkan jari jempolnya.


"Sudah, Mba jangan banyak-banyak nanti habis," ucap Pras dengan nada bercanda.


"Kau ini," balas Azmia.


"Ngambek," ujar Pras dengan tertawa kecil.


"Ah, sudahlah. Saya ngembek beneran bye." Azmia menaruh piringnya setelah mencicipi beberapa menu masakan kemudian berjalan keluar dari dapur.


"Saya mau nyamperin Paksu," balas Azmia sebelum benar-benar keluar dapur.


"Ah, kirain," lirih Pras sambil memegang dadanya. Dia merasa lega setelah mendengar jawaban Azmia, ya meskipun dia tahu kalau Bu Bosnya nggak akan marah. Keseruan jika antara Bos dan Karyawan tak ada jarak bagaikan teman apalagi umur mereka yang seumuran.


Teman itu tidak harus dari orang yang selalu bersama berjuang dalam pendidikan atau pekerjaan, tapi karyawan, asisten, bahkan art pun bisa jadi teman dan keluarga kita. Semua tergantung pada diri kita sendiri.


Jika orang yang selalu menebar kebaikan maka banyak pula orang yang menyayangi kita, karena apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita petik. Jika kita menanam kebaikan maka kita akan petik kebaikan, tapi jika menanam keburukan maka suatu saat nanti kita juga akan memetik keburukan.


******


Di kediaman Pranata


"Mah, nanti malam ada undangan dari Azmia," ucap Papa Prabu memberi tahu istrinya.

__ADS_1


"Acara apaan?" tanya Mama Sonia.


"Syukuran di cafe lovely," jawab Papa Prabu.


"Oh." Hanya itu yang keluar dari mulut Mama Sonia.


"Datang ya, Ma. Kita kan sudah lama nggak ketemu Azmia," ucap Papa Prabu.


"Iya," balas Mama Sonia dengan nada bermalas-malasan.


"Siapa yang memberikan undangan itu?" tanya Mama Sonia.


"Revan, tadi dia datang ke kantor," jawab Papa Prabu.


"Kenapa nggak di antar ke rumah saja, apa dia sudah tidak menganggap kita lagi," ucap Mama Sonia.


"Mungkin dia sedang sibuk, Ma. Lagi pula tadi tuh sekalian bahas pekerjaan, jadi Revan datang ke kantor," balas Papa Prabu.


Mama Sonia hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.


*****


Di tempat lain.


"Yang, nanti malam datang kan?" tanya Alby.


"Datang kemana?" Bukannya menjawab Nila malah balik bertanya.


"Ke cafe lovely, acara syukuran Azmia," jawab Alby.


"Oh, iya," ucap Nila.

__ADS_1


__ADS_2