Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 72 Terbuka


__ADS_3

Dicafe


Selesai kuliah Azmia, Karina, dan Melia langsung menuju cafe menikmati udara sore hari di balkon, ruang terbuka yang berada di bangunan cafe paling atas. Tempat tersebut hanya khusus pemilik atau karyawan cafe yang ingin bersantai.


Azmia, Karina, dan Melia mereka bersantai duduk di ayunan sambil menikmati es jeruk peras.


"Mi," panggil Karina.


"Iya," balas Azmia.


"Apa sih yang membuat kamu bersedia menggantikan Kak Rania, itu kan sangat menyakitkan Mi, menyakiti diri kamu sendiri, perasaan kamu, mengorbankan kebahagiaan kamu," ucap Karina.


"Aku tak mungkin bisa menolak, Rin. Bagaimana manapun mereka lebih banyak berkorban untuk ku, mereka sudah bersedia merawat ku hingga aku bisa seperti sekarang. Jika memang itu bisa membalas jasa mereka maka akan aku lakukan meski harus terluka, Aku yakin suatu hari nanti perihnya ini akan Allah ganti dengan kebahagiaan yang luar biasa," balas Azmia.


"Masya'Allah, Mi hati kamu terbuat dari apa sih, mereka memang merawatmu, tapi tidak seperti anak melainkan seperti pembantu, tapi kamu bagai malaikat yang rela mengorbankan kebahagiaan mu demi orang yang menyakiti mu," ujar Karina.


"Semua sudah kehendak Allah, mungkin memang inilah takdirku," ucap Azmia. Mau menyesal juga tidak ada gunanya karena semua tidak mungkin kembali seperti semula lebih baik sekarang jalani, syukuri dengan apa yang telah Allah berikan.


"Terus bagaimana hubungan mu dengan Kak Revan?" tanya Karina.


"Alhamdulillah, meskipun awalnya Kak Revan juga tidak terima dengan keadaan ini, tapi mau bagaimana mana lagi jika memang inilah kenyataan yang harus dia terima. Aku dan dia tidak mungkin bersatu," balas Azmia.


"Pasti Kak Revan sakit banget saat mengetahui semuanya," ujar Karina. Melia hanya sebagi pendengar dia sibuk dengan ponselnya berbalas chat dengan Derry.

__ADS_1


"Kecewa, sakit, itu pasti, bukan hanya dia aku pun sama, tapi Bunda dan aku berusaha menasehati Kak Revan karena mau bagaimana manapun Aku tidak mungkin mencintai adik iparku sendiri," jelas Azmia.


"Why?" Karina berkata dengan nada yang lumayan tinggi karena terkejut.


"Mi, kamu nggak bohongin kita kan?" tanya Melia.


"Nggak, ngapain bohongin kalian. Awalnya aku juga terkejut, tapi setelah kita berbicara bertiga sama Bunda kita sama-sama mengerti, meskipun pada akhirnya Kak Revan tetap saja belum bisa menerima kenyataan sampai sekarang," jelas Azmia.


"Ah ... kasihan sekali Kak Revan," ucap Karina.


"Semua sudah kehendak Allah, dia memang bukan jodohku," balas Azmia.


"Terus kamu Mas Alby, gimana tuh Mi?" Kepo Karina terus saja bertanya seperti wartawan.


"Mas Alby punya pacar nggak sih, Mi?"


"Punya, namanya Elvina. Kalian ingat nggak wanita yang pernah marah-marah di cafe waktu itu?"


"Oh, itu," jawab Karina.


"Iya, dia, tapi sekarang Elvina pergi keluar kota," ujar Azmia.


"Gimana perasaan kamu saat itu, Mi?"

__ADS_1


"Sakit sih, tapi aku juga tidak bisa memaksa dia untuk mencintai ku," jawab Azmia.


"Mi, kenapa sih kamu tak pernah cerita sama kita sejak awal, kenapa kamu memendam semua sakit itu sendiri?" Karina tak bisa membayangkan bagaimana Azmia menjalani semua itu, pernikahan dadakan, hidup bersama orang yang tidak kita cintai, di duakan pula.


"Aku tidak pernah sendiri karena Allah selalu ada menemani ku. Aku tidak ingin kalian khawatir karena kehidupan baru ku," balas Azmia.


"Kamu memang wanita yang luar biasa, Mi. Pantas saja banyak yang jatuh hati padamu," ujar Karina.


"Iya, seperti kak Derry yang cinta mati pada Azmia," sambung Melia


"Mel." Karina tak menyangka Melia akan berkata seperti itu, meskipun ucapannya benar.


"Dia bukan cinta, tapi hanya kagum. Percayalah di dalam hatinya hanya ada namamu," ucap Azmia.


"Namun, dia yang bilang sendiri, Mi, kalau dia mencintai kamu," balas Melia.


"Kalau begitu berjuanglah untuk mengganti namaku di dalam hatinya. Cinta itu bisa datang dengan seiring berjalannya waktu, seringnya kita bersama. Suatu hari nanti Kak Derry pasti akan luluh percayalah. Aku sudah memiliki suami Mel, tidak akan mungkin aku mengambil dia darimu meskipun cintanya begitu besar padaku," jelas Azmia.


"Maafkan aku ya Mi, karena masih sering cemburu padamu padahal aku tahu kamu tak akan pernah jatuh cinta pada Kak Derry," ucap Melia.


"Tidak apa, Mel. Aku ngerti kok perasaan kamu, andai aku yang berada di posisi mu juga pasti merasakan hal yang sama. Mulai sekarang jadilah wanita satu-satunya di hati Kak Derry," ucap Azmia sambil memegang tangan Melia. Azmia memberikan semangat pada Melia karena cinta itu butuh perjuangan.


"Kalau begini kan enak sama-sama terbuka jadi tidak ada merasa tersakiti dan korban cinta." Karina langsung memeluk para sahabatnya.

__ADS_1


Memang begitulah seharusnya persahabatan yang sejati. Jangan terpisah hanya karena laki-laki, karena sahabat sejati tidak akan pernah selingkuh, sedangkan kekasih bisa menduakan kita.


__ADS_2