Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 42 Ketemu


__ADS_3

"Pagi, Nin," sapa Azmia saat masuk ke dalam kafe.


"Pagi, Mba," balas Nina.


Azmia berjalan menuju ruangannya. Hari ini dia ada pertemuan dengan Angga untuk membahas tentang rencananya membangun kafe cabang.


"Abang, dimana?" tanya Azmia lewat sambungan telepon.


" ........"


"Baiklah, nanti Mia akan kesana." Azmia menutup sambungan telponnya.


Azmia menyiapkan semuanya terlebih dahulu sebelum berangkat menemui Angga karena Angga masih ada meeting jadi Azmia akan menemuinya jam makan siang sekalian makan siang bersama.


"Assalamualaikum," ucap Nina di depan pintu.


"Wa'alaikumussalam," masuk Nin.


Setelah mendengar jawaban dari Azmia. Nina membuka pintu masuk ke dalam. "Ini, Mba." Nina membawakan segelas teh hangat pesenan Azmia.


Tadi sebelum Azmia masuk ke dalam ruangannya, dia memesan agar Nina mengantarkan teh hangat ke ruangan.


"Terima kasih, Nin," ucap Azmia.

__ADS_1


"Sama-sama, Mba." Nina kembali ke lantai bawah setelah mengantarkan pesanan Azmia melanjutkan pekerjaannya.


Tak terasa waktu berputar begitu cepat Azmia bergegas berangkat menemui Angga tak lupa dia membawa laptop. Saat ini dia pergi menggunakan mobil karena cuaca yang sangat panas di siang hari.


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit kini Azmia tiba di tempat dimana dia dan Angga janjian.


Azmia masuk ke dalam menuju lantai tiga.


"Azmia," panggil Angga saat melihat sosok wanita cantik yang menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaannya.


Mendengar namanya di panggil Azmia langsung menoleh ke sumber suara terlihat Angga melambaikan tangannya. Azmia mempercepat langkahnya menghampiri Angga.


"Maaf, Abang jadi menunggu?" tanya Azmia kemudian duduk di samping Angga.


"Terbaik." Azmia mengacungkan ke dua jari jempolnya ke arah Angga dengan tersenyum manis.


Angga yang gemas dengan tingkah Adiknya langsung mengacak pelan kepala Azmia yang tertutup hijab.


"Abang, hijab Mia jadi berantakan," keluh Azmia.


Angga hanya membalasnya dengan tertawa kecil kemudian mencubit hidung Azmia.


"Abang." Azmia memasang wajah cemberut.

__ADS_1


"Dih, ngambek." Angga mencoel pipi Azmia.


Angga paling senang menggoda Azmia. Saat kecil Angga sering kali membuat Azmia menangis karena Angga gemas dengan Azmia hingga membuat Mami Erna memarahinya.


Lama tak berjumpa dengan Azmia membuatnya kangen menggoda sang Adik.


"Abang." Azmia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Namun, bukan Angga namanya jika tidak jahil.


"Azmia." Panggilan seseorang menghentikan aktivitas Kakak beradik yang sedang bercanda.


Azmia pun menoleh. "Mas Alby," ucap Azmia.


"Bukankah tadi kamu bilang kerja, kenapa ada disini berduaan pula." Alby menatap ke arah Azmia.


"Mas, jangan salah paham dulu," ucap Azmia kemudian mempersilakan Alby untuk duduk terlebih dahulu. Alby duduk berhadapan dengan Azmia.


"Iya. Kamu tidak perlu cemburu sama Saya karena saya tak mungkin menyukai istri orang. Di luar sana masih banyak wanita yang mau sama saya. Jadi kamu tenang saja lagi pula Azmia bukan tipe Saya," jelas Angga.


Azmia langsung menatap kearah Angga mencubit lengan Angga.


"Au, sakit Dik," keluh Angga cubitan Azmia begitu terasa panas di lengannya.


"Haruskah Saya percaya pada kalian?" Tatapan Alby begitu tidak bersahabat.

__ADS_1


"Terserah, Mas Alby mau percaya atau tidak Mia tidak memaksa, tapi itulah kenyataannya bahwa Bang Angga adalah Kakak angkat Azmia. Bang Angga juga Bos Azmia." Azmia sudah tidak tahu harus berkata apalagi pada Alby. Berkata jujur salah, apalagi jika bohong lebih salah lagi. Biarlah waktu yang menunjukkan semuanya pada Alby.


__ADS_2