
Azmia bersama Alby telah sampai di kediaman Angga.
Awalnya Alby menolak untuk ikut, tapi Azmia sedikit memaksa agar Alby tidak terus menerus cemburu kepada karena kedekatannya dengan Angga dan akhirnya Alby mengikuti kemauan Azmia.
"Assalamualaikum," ucap Azmia di depan pintu.
"Wa'alaikumussalam," balas seseorang dari dalam.
"Mami." Azmia langsung berhamburan memeluk wanita paruh baya yang sangat ia rindukan karena beberapa bulan ini tak berjumpa. Erna membalas pelukan putri kecilnya, mengelus lembut punggungnya.
"Ajak suami kamu masuk sayang," bisik Mami Erna di telinga Azmia.
"Ah, iya." Azmia melepaskan pelukannya.
"Ayo, silakan duduk!" Mami Erna mempersilakan Azmia dan Alby untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
"Abang mana, Mi?" tanya Azmia.
"Ada, sebentar lagi pasti turun," jawab Mami Erna.
"Nak Alby, silakan di minum!" Mami Erna menyuruh Alby menikmati minuman yang di sediakan artnya.
"Iya, Tan. Terima kasih," balas Alby.
__ADS_1
"Panggil saja Mami seperti Mia," ucap Mami Erna.
"Iya, Mi," balas Alby.
"Gimana, kuliah kamu sayang?" tanya Mami Erna.
"Alhamdulillah, lancar Mi," jawab Azmia.
Tak lama Angga dan Papi Wisnu keluar kamar
"Anak Papi, sudah datang?" Wisnu langsung menghampiri Azmia dan Alby.
Azmia menyalami Papi Wisnu, di ikuti Alby.
"Nak Alby, tidak perlu cemburu dengan mereka. Angga memang sangat menyayangi Azmia," ucap Papi Wisnu.
"Iya, Nak Alby. Mungkin Nak Alby belum mengenal kita. Kami adalah anggota keluarga Pranata saya adik Prabu dan Azmia sepupu Angga, tapi Angga tidak menganggap sepupu dia lebih suka menganggap Azmia sebagai adiknya karena sejak kecil Azmia memang sering ikut bersama kami saat keluarga Pranata pergi ke luar kota. Azmia sudah kami anggap sebagai anak sendiri. Meskipun dia hanyalah putri angkat Pranata, tapi kami selalu beranggapan dia adalah peri kecil yang Allah kirimkan untuk memberi warna dalam keluarga kami. Azmia anak yang baik semoga Nak Alby bisa menjaga dengan baik untuk kami, karena tak selamanya kami bisa selalu bersamanya," jelas Mami Erna.
"Iya, Mi," balas Alby. Dia tak menyangka jika keluarga Angga lebih peduli dari pada keluarga Pranata.
"Papi yakin kamu bisa memberikan kebahagiaan buat Azmia," sambung Wisnu.
"Insya'Allah, Pi." Alby tersenyum ke arah Wisnu.
__ADS_1
"Kapan kita makannya, Mi?" tanya Angga mencairkan suasana yang sempat melow.
"Ah, iya sampai lupa. Ayo ... silakan!" Mami Erna mempersilakan semuanya untuk menuju meja makan menikmati hidangan yang sudah di sajikan. Ada beberapa menu yang telah di sediakan oleh Mami Erna. Semua masakan hasil perjuangannya bersama art.
"Biar, Mia yang melayani semuanya." Azmia mengambil piring Alby terlebih dahulu menyendok kan nasi untuk sang suami, karena setelah menikah surga istri di bawah telapak kaki suami.
Kedua Azmia beralih ke Mami Erna.
"Nasi sama ayam kecap saja sayang," ucap Erna.
"Ini, Mi." Azmia memberikan piring milik Erna yang sudah berisi nasi dan ayam kecap sesuai permintaan Mami Erna.
Terus kini ganti mengambil piring Papi Wisnu.
"Silakan, Pi." Azmia memberikan sepiring nasi beserta lauknya. Terakhir Abang tercintanya.
"Abang, lauknya apa?" tanya Azmia.
"Telur ceplok balado saja, Dik," jawab Angga.
Azmia pun mengangguk kemudian mengambilkan sesuai pesanan Angga.
Setelah melayani anggota keluarganya kini giliran dia menyendok nasi dan mengambil beberapa lauk untuk dirinya sendiri. Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara kecuali suara sendok yang mengiringi.
__ADS_1