
"Apa ada yang salah, Pak?" tanya Sekretaris Lita karena saat melihat kedatangan Azmia Pak Irwan langsung terdiam tanpa kata. Mukanya yang tadinya fresh tiba-tiba berubah.
"Ah, tidak ada," jawab Pak Irwan sedikit gugup.
"Di bawa santai saja, Pak Irwan," ujar Azmia dengan santainya. Dia tahu saat ini pasti Pak Irwan sangat syok melihat dia dan kenyataan yang ada.
"Iya, Bu Mia," balas Pak Irwan dengan nada sedikit canggung.
"Pak Irwan tidak perlu panggil saya Bu. Panggil saja Azmia," ucap Azmia dengan tersenyum kecil.
Pak Irwan mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu bisa kita mulai sekarang?" tanya Lita.
"Iya," jawab Pak Irwan.
Lita mulai membuka pembicaraan membahas tentang kerjasama mereka kemudian dia lanjutkan dengan Azmia.
*
*
*
Di tempat lain
"Kenapa lu muka kusut begitu?" tanya Daffa saat masuk ke dalam ruangan Alby.
"Pusing gue sama si Nila," jawab Alby.
"Kenapa, bikin ulah lagi?" tanya Daffa.
"Begitulah. Gue kasihan sama Mbok Asih," jawab Alby.
"Bikin ulah apa tuh orang?" tanya Daffa.
"Ya gitu nyuruh-nyuruh Mbok Asih terus, udah gitu di omelin kan gue nggak tega kalau Mbok Asih di marahin," jawab Alby.
__ADS_1
"Parah emang tuh bini lu," ucap Daffa.
"Dahlah pusing gue," balas Alby. Dia seakan udah nggak ingin membahas tentang istrinya lagi.
****
Kembali ke restoran
"Senang bisa kerjasama dengan Pak Irwan," ucap Azmia setelah selesai pembahasan tentang perusahaan mereka.
"Terima kasih, Mia," balas Pak Irwan.
Karena tugasnya sudah selesai Azmia ingin segera berpamitan, tapi tiba-tiba pak Dewat datang menghampiri mereka. "Selamat siang," sapanya saat tiba di meja Azmia.
"Papi," ucap Azmia sedikit terkejut karena tiba-tiba Papinya datang..
"Selamat siang juga, Pak Dewata," balas Pak Irwan sambil bersalaman.
"Maaf ya, Pak Irwan. Angga tidak bisa hadir jadi Putri saya yang mewakilkan," ucap Papi Dewata setelah duduk bergabung bersama Azmia dan Pak Irwan sedang para asisten, sekretariat pada duduk berpindah di meja yang berbeda.
"Tidak apa, Pak Dewata. Putri, Pak Dewata cukup pandai juga dalam dunia bisnis," balas Pak Irwan. Beliau bisa berbicara seperti itu karena melihat bagaimana cara Azmia berbicara dalam presentasi itu cukup membuatnya terkejut.
"Pengusaha apa, Pak kalau boleh tahu?" tanya Pak Irwan.
"Putri saya ini pemilik cafe yang dia bangun dari hasil kerja kerasnya saat masih duduk di bangku sekolah menengah hingga sekarang dia bisa memiliki dua cafe. Padahal sudah jelas jabatan dia di perusahaan, tapi dia memilih untuk berdiri sendiri," jelas Papi Dewata.
"Luar biasa, putri Anda, Pak," ucap Pak Irwan.
"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa memiliki dia," balas Papi Dewata sambil mengelus lembut kepala Azmia.
"Papi, bukannya ada meeting di kantor?" tanya Azmia mengalihkan pembicaraan supaya Papinya tidak membongkar lebih jauh identitas dirinya cukup itu saja sudah membuat Pak Irwan jantungan.
"Sudah selesai, nanti setengah jam lagi Papi ada pertemuan dengan seseorang di sini," jawab Papi Dewata.
"Oh, kalau begitu Mia pulang sekarang ya, Pi. Masih ada kerjaan yang harus di selesaikan," ucap Azmia.
"Iya, hati-hati di jalan. Nanti pulang ke rumah Mami ada di rumah," ujar Papi Dewata.
__ADS_1
"Siap, Pi," balas Azmia kemudian menyalami tangan Papinya dan Pak Irwan sebelum dia pergi meninggalkan restoran.
"Saya permisi dulu, Pak Irwan," pamit Azmia.
"Iya, Nak Mia," balas Pak Irwan.
Setelah itu Azmia dan Lita pergi meninggalkan restoran.
"Kak Lita," panggil Azmia.
"Iya, Mba Mia," balas Lita.
"Kalau kita di luar kantor panggil saja Mia, Kak," ucap Azmia.
"Ah, iya baiklah," balas Lita. "Kenapa ada masalah?" tanya Lita.
"Tidak. Mia hanya ingin tahu. Apa perusahaan Papi sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Pak Irwan?" tanya Azmia.
"Lumayan sih, Mi. Setahu saya kurang lebih satu tahun mereka bekerja sama, tapi perusahan Pak Irwan kerjasamanya lebih ke kantor Pak Angga," jawab Lita.
"Oh,gitu."
"Memangnya kenapa, Mi, ada masalah dengan pak Irwan?" tanya Lita.
"Tidak, Kak. Mia hanya ingin tau aja," jawab Azmia.
"Oh, iya, pak Irwan tadi kenapa ya kok saat lihat kamu sepertinya dia kayak orang kaget gitu?"
"Mungkin karena beliau baru tahu kalau saya putri Papi Dewata," jawab Azmia berbohong. Dia juga sebenarnya terkejut hanya saja di bawa saja di bawa santai.
"Iya, kali ya," ucap Lita percaya saja dengan ucapan Azmia.
"Hem.m.m. Kak, kita mampir makan siang dulu yuk!" ajak Azmia.
"Dimana?" tanya Lita.
"Kita, ke cafe lovely aja ya?" tanya Azmia karena hanya itulah cafe terdekat.
__ADS_1
***