
Tak butuh waktu lama bagi Azmia untuk menemukan bukti kejadian suaminya dengan wanita tersebut. Hanya dalam satu hari Azmia sudah bisa mengantongi semua bukti.
"Apa ini sudah semua?" tanya Azmia sambil melihat foto-foto yang ada di tangannya.
"Sudah, Non," jawab seseorang yang ada di depannya.
"Baiklah, saya suka dengan kerja keras kalian. Saya minta tolong jangan sampai Papa dan Opa mengetahui tentang ini," ujar Azmia. Dia takut jika Papa dan Opanya tahu bisa ramai.
"Siap, Non. Insya'Allah semua aman," balasnya.
"Apa, Nona butuh bantuan lagi?" tanya orang tersebut.
"Sudah, cukup," jawab Azmia. Saat ini hanya bukti itu saja yang dia inginkan.
"Baiklah kalau begitu. Jika Non Mia butuh bantuan lagi dengan senang hati kami akan membantu," ucap orang suruhan Azmia.
"Terima kasih," balas Azmia karena mereka sudah bersedia membantunya dalam waktu yang singkat.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya, Non." Mereka pamit karena tugasnya sudah selesai.
"Iya, sekali lagi terima kasih," ucap Azmia.
"Sama-sama, Non," balas orang tersebut. Setelah berpamitan pada Azmia dua orang tersebut pergi meninggalkan apartemen Azmia.
Azmia sengaja mengajak ketemuan kedua orang suruhannya di apartemen supaya tidak ada yang mengetahuinya. Tenang ya mereka itu cewek jadi aman jika di ajak di apartemen.
__ADS_1
Setelah kepergian orang tersebut Azmia membuka kembali foto-foto Revan dengan wanita tersebut.
'Oh, ternyata dia dari tempat lain. Pantas saja aku tidak pernah melihatnya,' batin Azmia sambil melihat beberapa foto wanita yang bersama Revan.
Kini saatnya Azmia yang mulai bertindak. Azmia memasukkan semua bukti ke dalam tasnya, kemudian dia mulai bersiap-siap untuk ke kantor Revan.
****
Di kantor
Revan dan Kabin masih sibuk dengan misi-misi mereka.
"Kita harus gimana lagi nih, Van?" tanya Kabin.
"Kita harus semangat." Revan mengangkat tangannya 💪.
"Semangat-semangat-semangat," sambung Kabin.
"Yuk, kita mulai misi selanjutnya!" ucap Revan mengajak Kabin untuk melanjutkan misinya yang belum ada titik terang.
"Lanjutkan," balas Kabin.
****
Di lantai bawah
__ADS_1
"Permisi, Mba. Apa, Pak Revan ada di ruangannya?" tanya Azmia pada resepsionis karena dia datang tanpa memberi tahu Suaminya terlebih dahulu.
"Ada, Bu," jawab resepsionis.
"Baiklah, kalau begitu saya masuk dulu ya, terima kasih, Mba," ucap Azmia.
"Sama-sama, Bu," balas resepsionis.
'Sudah cantik, ramah lagi. Betapa beruntungnya Pak Revan punya istri seperti Bu Mia,' batin resepsionis sambil memandangi Azmia dari belakang.
"Mba tolong panggilkan Pak Daru dan Mba Wila," ucap Azmia pada sekretaris Revan.
"Baik, Bu," balas sekretaris.
'Ada apa ya kok Bu Mia panggil Pak Daru,' batin Sekretaris. Dia jadi bertanya-tanya tiba-tiba istri Bosnya memanggil karyawan agar menghadap kepada-nya, karena yang sekretaris tahu selama Revan menikah tak pernah sekalipun Azmia ikut turun tangan di kantor. Lha ini panggil dua karyawan yang bukan karyawan biasa. Pak Daru bekerja sebagai HRD sedangkan Bu Wila ketua pengurus cctv.
Setelah meminta bantuan pada sekretaris Azmia masuk ke dalam ruangan Revan.
"Assalamualaikum," ucap Azmia di depan pintu ruangan.
"Wa'alaikumussalam," balas Revan dari dalam.
"Kok kayak suara Azmia ya, Van," ujar Kabin.
"Iya, tapi nggak mungkin Azmia kesini kan dia lagi marah sama gue," balas Revan.
__ADS_1