Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 102 Bertemu kembali


__ADS_3

"Mia, ayo pulang!" teriak Karina saat di depan pintu karena Azmia tidak beranjak dari kursinya.


"Kalian duluan saja, Aku rapihin buku dulu," balas Azmia tidak mungkin dia menjawab jujur ada janji dengan Pak Devan.


"Baiklah, kita duluan ya bye," ucap Karina melambaikan tangannya.


Setelah melihat situasi aman Azmia mulai berjalan menuju taman sesuai dengan apa yang di suruh oleh Devan.


'Jika semua ini tidak mimpi, kenapa harus sekarang, kenapa tidak dari dulu sebelum semuanya terjadi. Semua kembali di saat waktu yang tidak tepat, mereka kembali di saat aku sudah tidak sendiri, mereka datang d saat aku sedang terpuruk, Ya Robb Inikah jalan takdir yang harus ku tempuh untuk menuju kebahagiaan? maafkan Mia jika terus mengeluh, maafkan Mia karena belum bisa ikhlas menerima kenyataan," batin Azmia.


"Hai ... melamun awas nanti kesambet," ucap Devan yang baru datang langsung duduk di bangku taman samping Azmia


"Pak Devan," balas Azmia.


"Lama tidak berjumpa hampir saya tidak mengenalimu," ucap Devan.


"Memangnya, Bapak kenal dengan saya?" tanya Azmia. Hatinya sudah dag dig dug sudah bersusah payah dia mengubah penampilannya kalau ada yang mengenalinya percuma dong penyamarannya gagal.


Tadi saja saat masuk kelas hampir semua temannya tidak mengenalinya kalau buka Karina yang memberi tahu. Masa ini yang baru ketemu langsung mengenalinya.


"Azmia Syafiqa Pranata," jawab Devan dengan nada yang sangat jelas.


"Ah ... kenapa Kakak bisa mengenali, Mia," keluh Azmia.


"Pintar kan Kakak. Hehehe. Tadi saat bantuin kamu buka gelang tanpa sengaja Kakak melihat tanda yang ada di jarimu dan luka yang ada pergelangan tanganmu," jelas Devan.

__ADS_1


"Kakak masih ingat dengan luka ini?" Azmia memegang pergelangan tangannya.


"Itu pasti, Kakak tidak akan lupa dengan kejadian waktu itu," jawab Devan.


Flashback


Luka akibat goresan kaca yang di lakukan oleh fans Devan saat Devan SMA sedangkan Azmia masih duduk di bangku SMP.


Saat itu Devan dan Azmia sedang berada di taman kota menikmati es krim yang ada di taman sambil bercerita tertawa bersama.


Namun, tidak mereka sangka jika ada seseorang yang merasa iri dengan kedekatan mereka hingga pada akhirnya perempuan tersebut menarik tangan Azmia kemudian melukai tangan Azmia dengan pecahan kaca hingga harus di larikan ke rumah sakit karena darahnya terus mengalir dan harus di jahit tiga jahitan.


Kejadian yang tak pernah terlupakan bagi Devan karena saat itu dia merasa gagal menjaga Azmia.


Perempuan itu rela melakukan hal seperti itu karena cintanya di tolak Devan, sedangkan Azmia dengan gampang bisa mendapatkan kasih sayang dari Devan. Hanya karena cinta hingga membuatnya buta melukai orang lain yang tak berdosa.


"Kak kita ngobrolnya di cafe cinta saja yuk, Mia tidak nyaman di sini takut di bilang cewek kecentilan karena dekat-dekat dengan dosen guanteng, idaman para mahasiswi," ucap Azmia sambil tertawa kecil.


"Kakakmu ini kan memang selalu jadi idola, Dik," ucap Devan dengan pdnya.


"Ih ... Kakak terlalu percaya diri," balas Azmia kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Tunggu, Mia!" teriak Devan.


Beruntung kampus lumayan sepi jadi tidak akan ada yang mendengar teriakkan Devan. Kalau ada yang lihat kan malu.

__ADS_1


Devan berjalan menyusul Azmia di parkiran. "Naik mobil Kakak saja, Dik," ucap Devan.


"Ok." Azmia masuk ke dalam mobil Devan.


"Tadi Azmia pikir bukan Kakak karena tidak mungkin Kakak pulang setelah sekian lama menghilang bagaikan di telan bumi tanpa memberi kabar," ucap Azmia.


"Maaf, Dik. Kakak sibuk kuliah sama pekerjaan. Kakak juga tidak menyangka jika bisa berjumpa lagi dengan kamu," jelas Devan.


Azmia hanya diam tak menjawab.


"Maafkan Kakak, Mia karena tidak bisa menepati janji, harusnya sebelum kejadian itu Kakak sudah ada di samping mu. Angga sudah menceritakan semuanya padaku," ucap Devan.


"Semua sudah terjadi tidak perlu di bahas lagi karena percuma juga menyesal semua toh tidak akan pernah bisa kembali seperti dulu," balas Azmia.


"Maafkan Saya karena tidak bisa datang tepat waktu," ujar Devan.


"Kak Devan tidak perlu minta maaf, semua sudah kehendak Allah, mungkin memang inilah takdir yang harus Mia jalani," balas Azmia. Tidak ada yang harus di salahkan karena hidup itu harus di jalani bukan di sesali.


***


Kita kenalan dulu dengan Devan.


Devan Anggara -- sahabat karib Angga -- tetangga dekat Azmia, tapi bukan hanya sekedar tetangga Devan adalah sosok yang selalu menjadi pahlawan bagi Azmia, dia selalu menjaga Azmia saat mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah.


Namun, mereka harus berpisah karena Devan kuliah di negeri orang.

__ADS_1


Hingga sekarang akhirnya mereka di pertemukan kembali, tapi dengan status Azmia yang berbeda.


__ADS_2