Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 278 jenguk


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya pada Pak Irwan setelah selesai dengan pekerjaannya Azmia bergegas menjenguk Ardiaz.


"Assalamualaikum," ucap Azmia sambil membuka pintu melangkah masuk kedalam ruangan rawat inap Ardiaz.


"Wa'alaikumussalam,' balas seseorang yang ada di dalam.


Di dalam terlihat Mama Irana yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.


"Nak Mia," ucap Mama Irana saat melihat ternyata Azmia yang berkunjung, iapun langsung meletakkan majalah yang tadi dia baca.


"Malam, Tan," sapa Azmia, Dia menghampiri Mama Irana kemudian menyalami Mama Irana.


"Malam juga, Nak terima kasih sudah bersedia menjenguk Ardiaz," balas Mama Irana dengan tersenyum ramah.


"Sama-sama, Tan." Setelah menyapa Mama Irana, Azmia melangkah menghampiri Ardiaz.


"Gimana keadaan, Kak Diaz?" tanya Azmia. Kini dia sudah berada di samping Ardiaz.


"Alhamdulillah, sudah lebih baik," balas Ardiaz.


Ardiaz menatap kearah Azmia kemudian beralih ke seseorang yang bersama Azmia dengan tatapan penuh tanya.


Azmia yang mengerti dengan tatapan Ardiaz iapun langsung memperkenalkan seseorang yang bersamanya. "Kenalin, Kak ini Kak Revan," ucap Azmia.


Ardiaz mengangguk sebagai jawaban.


**Flashback

__ADS_1


Tadi saat Azmia ingin menuju ruang Ardiaz tanpa sengaja Azmia bertemu dengan Revan yang baru saja menjenguk orang tua kabin yang sedang di rawat di RS tersebut, karena tidak ingin melewatkan momen yang jarang-jarang jadinya Revan ikut Azmia menjenguk Ardiaz..


Entah sejak kapan Revan pulang, Azmia pun tak tahu tiba-tiba ketemu di rumah sakit.


***


Agar suasana tidak canggung Azmia mulai mengajak mengobrol Ardiaz bertanya-tanya tentang kejadian kecelakaan yang di alami Ardiaz karena baginya ini sangatlah fatal hingga mengakibatkan tangan dan Kaki Ardiaz terluka parah. Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba ada seseorang yang datang, tanpa ucapan langsung nyelonong masuk ke dalam. "Ar, aku bawain makanan kesukaan kamu nih," ucap seseorang yang baru datang sambil menenteng kantong plastik berisi tiga kotak makanan.


"Eh, ada tamu, maaf," ucapnya saat melihat seorang wanita masuk ke dalam ruangan Ardiaz.


"Delis, kamu tidak perlu repot-repot," ujar Mama Irana.


"Tidak apa, Ma," jawab Delis.


"Hai," sapa Delis pada Azmia dan Revan.


"Ar, kamu makan dulu ya aku suapin," ucap Delis yang sudah duduk di kursi kecil samping Ardiaz.


"Nanti saja, Del," balas Ardiaz menolak secara harus, karena dia merasa tidak enak dengan Azmia dan Revan.


"Baiklah." Delis menutup kembali kotak makan yang tadi dia buka.


Di karenakan sudah hampir jam sembilan malam Azmia memilih untuk pamit pulang.


"Kak kami permisi dulu ya, mudah-mudahan Kakak cepat pulih kembali, jangan lupa makan dan minum obat," ujar Azmia memberikan wejangan pada Ardiaz.


"Amin. Kenapa buru-buru sih, Mi?" tanya Ardiaz.

__ADS_1


"Mia masih ada urusan, Kak nanti kalau ada waktu Mia mampir lagi," balas Azmia.


"Baiklah. Terima kasih ya sudah meluangkan waktu untuk menjenguk saya," ujar Ardiaz.


"Sama-sama," balas Azmia kemudian berjalan menghampiri Mama Irana terlebih dahulu sebelum dia keluar dari ruangan Ardiaz.


Setelah berpamitan dengan Mama Irana, Azmia berjalan keluar.


"Siapa dia?" tanya Revan to the poin tanpa basa-basi terlebih dahulu.


Mereka mengobrol sambil berjalan menuju parkiran mobil.


"Teman," jawab Azmia.


"Sejak kapan kalian berteman?" tanya Revan.


"Belum lama," jawab Azmia.


"Teman apa teman?" tanya Revan.


"Teman, ceritanya panjang nanti saja Mia ceritain," jawab Azmia.


"Ok. Kamu pulang bareng aku saja ya sekalian kita cari tempat untuk makan malam," ucap Revan.


"Mia kan bawa mobil, Kak," balas Azmia.


"Itu gampang," ujar Revan. Mau seminggu tuh mobil di rumah sakit pasti aman karena parkir di RS paling mereka pikir mobil pasien. "Enggak ada penolakan," lanjut Revan.

__ADS_1


"Ah .... baiklah," balas Azmia pasrah.


__ADS_2