
Pagi hari
Selesai sarapan Alby bergegas berangkat ke kantor.
"Mas berangkat dulu ya," ucap Alby berpamitan pada istrinya.
"Iya, Mas, hati-hati ya," balas Nila.
"Assalamualaikum," ucap Alby.
"Wa'alaikumussalam," balas Nila. Kemudian mencium tangan suaminya. Alby membalasnya dengan kecupan di kening sang istri.
Setelah berpamitan pada Istrinya Alby bergegas masuk ke mobil.
"Jalan, Pak," ucap Alby pada sopir pribadinya.
"Baik, Den." Mang sopir langsung melajukan mobilnya keluar dari kediaman Alby.
****
Di tempat lain.
"Selamat pagi, Mbok," sapa Azmia pada Mbok Asih.
"Pagi juga, Non," balas Mbok Asih.
"Silakan sarapan, Non!" Mbok mempersilakan Azmia agar segera sarapan. Menikmati hidangan yang sudah dia sajikan di atas meja makan.
__ADS_1
"Terima kasih, Mbok," ucap Azmia.
"Sama-sama, Non." Setelah menyuruh Azmia sarapan, Mbok Asih melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
"Sarapan dulu, Kak," ucap Azmia saat melihat Revan menuruni anak tangga.
"Iya, Ay," balas Revan.
Setelah Revan duduk Azmia mengambil piring dan sendok kemudian mengambilkan makanan untuk suaminya.
"Terima kasih, Ay," ucap Revan sambil menerima piring yang berisi makanan.
Azmia membalasnya dengan anggukan kepala.
"Kamu hari ini ada acara nggak, Ay?" tanya Revan.
"Oh, gitu."
Selesai sarapan Revan berpamitan berangkat ke kantor. Azmia pun mengantarkan sampai depan pintu.
Setelah Revan berangkat kerja Azmia membantu Mbok Asih membersihkan meja makan serta mencuci peralatan dapur bekas makan dan masak.
"Mbok, Mia ke kamar dulu ya," ucap Azmia setelah semua urusan dapur beres.
"Iya, Non," balas Mbok Asih.
Azmia berjalan menuju kamar bersiap untuk berangkat ke cafe.
__ADS_1
*****
Di kantor.
"Kenapa lu, Al?" tanya Daffa saat melihat Alby melamun.
"Entahlah, gue juga bingung sama diri gue tiba-tiba perasaan gue nggak enak gini ya," jawab Alby.
"Memangnya ada masalah apa?" tanya Daffa memastikan kegalauan Alby.
"Gue kepikiran terus tentang ucapan Nila semalam, karena ini bukan cuma sekali, tapi udah kedua kalinya dia berkata seperti itu," jelas Alby.
"Bicara apa Nila?"
"Dia itu selalu berpesan kalau dia pergi dari dunia ini dia berpesan agar menjaga buah hati kita dengan baik dan jika gue ingin menikah lagi, dia ikhlas, tapi harus dengan wanita yang baik-baik yang sayang sama gue. Gitu-gitu deh pesannya kayak orang mau meninggal. Gue kan jadi takut, perasaan gue juga jadi nggak karuan gini." Alby menceritakan pesan Nila. Sebagai suami pastinya merasa takut kehilangan istri untuk yang kedua kalinya.
"Lu, banyak-banyak berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja," ucap Daffa. Hanya itu yang bisa dia ucapkan karena memang hanya berdoa pada Allah yang mampu menenangkan hati kita.
"Jika itu sampai terjadi bagaimana nasib gue, Daf?" Alby tak bisa membayangkan hidupnya di hari esok tanpa seseorang di sampingnya.
"Semua sudah kehendak Allah. Jika memang itu terjadi pastinya Allah sedang menyiapkan sesuatu yang indah padamu di kemudian hari," jelas Daffa.
"Semoga saja. Kenapa ya hidup gue begini banget ya." Alby meratapi nasibnya yang malang.
"Kehidupan yang terjadi itu sudah menjadi takdir ilahi. Sekarang lebih baik lu banyak-banyak berdoa saja biar tetap menjadi orang-orang yang selalu bersyukur dengan keadaan apapun." Daffa memberikan wejangan pada Alby.
Ucapan Daffa memang benar apapun yang terjadi semua sudah menjadi kehendak Allah. Maka lebih baik kita mendekatkan diri pada Allah supaya menjadi hambanya yang selalu bersyukur, tidak terus mengeluh saat Allah menegurmu.
__ADS_1