
"Kok belum istirahat, Dek?" tanya Revan saat masuk ke dalam kamar melihat istrinya masih sibuk di depan cermin.
"Sebentar lagi nih makeup masih belum bersih," jawab Azmia. Tadi setelah selesai acara Azmia hanya berganti pakaian karena MUA buru-buru pergi ke tempat lain lagi jadi dia hanya di bantu membuka gaun dan juga aksesoris saja.
"Sini biar Kakak bantuin." Revan mengambil tissue yang ada di tangan Azmia kemudian Revan mengajak Azmia duduk di sofa supaya dia lebih gampang membersihkannya.
Revan dengan pelan mulai membersihkan sisa makeup yang ada di wajah istrinya. Azmia hanya diam membisu.
"Pipi sampai merah begini," ucap Revan.
'Haduh kakak gimana pipiku nggak kayak tomat kalau posisi kita berhadapan seperti ini, jangankan pipi, jantungan ku saja sudah mulai berdemo,' batin Azmia.
'Jantung diamlah sebentar malu kalau Azmia sampai denger suara lu yang berdebar kencang,' batin Revan sambil terus membersihkan makeup di wajah istrinya.
"Dek, sekarang kan kita sudah halal, boleh nggak kalau hijabnya di buka?" tanya Revan dengan hati-hati takut Azmia marah.
Azmia mengangguk sebagai jawaban.
"Beneran?" tanya Revan memastikan.
Lagi-lagi Azmia hanya mengangguk sebagai jawaban.
Setelah mendengar jawaban Azmia dengan perlahan Revan mulai mengambil jarum pentul terlebih dahulu kemudian dengan perlahan dia membuka hijab yang di pakai Azmia.
Saat Revan mulai membuka hijab Azmia. Azmia memilih untuk menutup mata hingga hijab yang ia pakai terlepas dari kepalanya.
__ADS_1
"Masya'Allah, terima kasih sayang karena kamu telah menjaganya untuk ku," ucap Revan kemudian dia mencium kening istrinya.
"Cantik," bisik Revan tepat di telinga Azmia.
Ucapan Revan membuat pipi Azmia semakin merona.
"Kenapa matanya di tutup?" tanya Revan dengan tertawa kecil.
"Malu." Azmia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Revan semakin di buat gemes lihat tingkah istrinya yang lucu.
"Kenapa harus malu kan sekarang saya suami kamu." Revan memegang ke dua tangan Azmia kemudian menurunkan tangan tersebut dari wajah istrinya.
"Kakak jangan lihatin Mia seperti itu," ucap Azmia. Dia jadi salting karena Revan terus saja menatapnya.
"Gombal." Azmia menundukkan kepalanya karena malu.
"Serius, Dek. Kamu tahu nggak ini itu seperti mimpi. Kita berdua bisa satu atap," ucap Revan.
"Kamu bahagia nggak nikah sama Kakak?" tanya Revan sambil menggenggam tangan Azmia.
"Senang," jawab Azmia.
"Alhamdulillah. Sekarang kita istirahat dulu yuk!" ucap Revan.
__ADS_1
"Iya, Kak," balas Azmia.
Setelah obrolan singkat itu mereka berdua merebahkan tubuhnya.
***
Di tempat lain
"Ma, minggu depan kita dapat undangan pernikahan anaknya Wisnu," ucap Papa Prabu.
"Wisnu, mantan besan kita?" tanya Mama Sonia.
"Iya," jawab Papa Prabu.
"Anaknya yang mana, Pa. si Alby atau adeknya?"
"Sepertinya sih Adeknya Alby," jawab Prabu.
"Lha, Papa gimana sih, dapat undangan kok nggak tahu pengantinnya," ucap Mama Sonia.
"Undangannya ada di sekretaris Papa, Ma. Lagi pula nanti juga tahu pas acara," balas Papa Prabu.
"Kalau si Alby sudah menikah atau belum?" tanya Mama Sonia.
"Papa kurang tahu, Ma. Perusahaan kita kan tidak bergabung dengan milik Alby setelah kejadian anak kita," balas Papa Prabu.
__ADS_1
"Semoga saja dia dapat jodoh yang baik ya, Pa," ucap Mama Sonia.
"Amin," balas Papa Prabu.