Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 19 Ketemu


__ADS_3

"Ayo, Mi." Setelah mereka turun dari mobil Revan mengajak Azmia masuk kedalam kafe.


"Ran, sini," panggil Kabin di meja paling pojok.


"Wih, sepertinya ada yang clbk beneran nih," celetuk Kabin.


"Diam!" Beni mencubit lengan Kabin.


"Azmia makin cantik aja," ucap Toni -- salah satu mantan anggota OSIS.


Namun, Azmia tidak menanggapi ocehan Toni.


"Putri kemana, Man?" tanya Azmia pada Manda. Dia sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Dia nggak bisa ikut karena ada acara keluarga," jawab Manda -- mantan bendahara OSIS.


"Kamu ingin pesan apa, Mia?" tanya Revan.


"Jus alpukat saja, Kak," jawab Azmia.


"Ini Mba." Revan memberikan selembar kertas yang bertulis pesanan mereka semua.


"Baik, Kak silakan di tunggu." Karyawan tersebut tersenyum ke arah Azmia. Azmia membalas dengan kedipan sebelah mata.


"Lumayan juga ini kafe, keren banget desain tempatnya, pelayanan juga ramah sekali," ucap Revan.


"Iya seperti yang gue bilang kan kita pasti betah di sini," sambung Beni.


"Kira-kira siapa ya yang punya?" tanya Kabin.


Mereka semua mengangkat bahunya. Azmia tersenyum tipis mendengar pendapat dari para sahabatnya tentang kafe miliknya. Mereka tidak tahu aja jika yang punya kafe berada di antara mereka.


Ya kini Revan dan para mantan anggota OSIS berada di kafe cinta milik Azmia. Tadi saat dia tahu jika Revan akan mengajaknya ke kafe dengan segera Azmia langsung mengirim pesan Nina agar memberitahu para karyawan lain kalau Azmia akan berkunjung semua karyawan di suruh pura-pura tidak mengenal Azmia.


Sebisa mungkin Azmia masih ingin menutupi identitasnya sebagai pemilik kafe karena usianya yang masih sangat muda dan dia tidak ingin orang yang mendekatinya hanya karena harta.

__ADS_1


"Kak Revan, Mia ke toilet dulu ya," pamit Azmia.


Revan mengangguk sebagai jawaban.


Azmia berdiri dari duduknya tujuan awal sebenarnya bukan toilet, tapi masuk ke dapur mencari keberadaan Nina.


"Mba Mia." Nina menepuk bahu Azmia dari belakang.


"Astaghfirullah, Nina bikin kaget saya," omel Azmia.


Nina membalasnya dengan cengiran.


"Melia sama Karina tidak ke kafe?" tanya Azmia.


"Nggak, Mba. Katanya lagi liburan bareng keluarga," jawab Nina.


"Oh, ya sudah kalau begitu saya kembali ke sana lagi," pamit Azmia kemudian berjalan meninggalkan dapur berjalan kembali ke meja di mana para sahabatnya berkumpul, tapi saat ingin ke sana tiba-tiba dia menabrak seseorang.


"Au," keluh Azmia karena dia jatuh ke lantai.


"Maaf," balas Azmia sambil mencoba berdiri.


"Kamu tidak apa?" Revan menghampiri Azmia.


"Mia, tidak apa, Kak," jawabnya.


"Lihat nih baju gue kotor gara-gara cewek lu," omel perempuan tersebut.


"Kak Elvina," ucap Revan saat melihat sosok perempuan yang tertabrak Azmia.


"Revan," balas Elvina.


"Dia ...." Elvina berpikir sejenak saat melihat wajah Azmia sedari tadi dia ngomel-ngomel tidak melihat Azmia karena sibuk membersihkan bajunya yang ketumpahan minuman. "Ah, iya sekarang gue ingat dia itu perempuan yang waktu itu ngelamar kerja di kantor Alby, tapi di tolak oleh Alby," lanjut Elvina.


"Apa dia kekasih mu, Rev?" tanya Elvina dengan nada yang mengejek.

__ADS_1


"I __." Revan belum selesai berbicara, tiba-tiba datang seorang laki-laki.


"Kenapa, El?" tanya nya sambil menghampiri wanitanya, tapi malah di kejutkan dengan adanya seseorang yang ia kenal.


"Mas Alby," panggil Revan saat melihat laki-laki yang ingin membantu Elvina.


"Revan, Azmia." Alby menatap ke arah mereka berdua secara bergantian.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Alby.


"Kita lagi ngumpul sama anak-anak alumni SMA mantan anggota OSIS," jelas Revan.


"Sayang, lihat nih pakaian aku jadi kotor gara-gara perempuan itu." Elvina menunjuk kearah Azmia.


"Maaf, saya tidak sengaja," ucap Azmia dengan menundukkan kepalanya.


"Kak Elvina, Azmia kan sudah minta maaf dia tidak sengaja menabrak Kakak, itu kan hanya masalah sepele tidak perlu di besar-besarkan." Revan mencoba membela Azmia karena tidak terima dengan ucapan Elvina yang terus saja memojokkan Azmia.


"Tuh, sayang adik kamu malah belain perempuan itu. Apa dia kekasihnya Revan?" tanya Elvina sambil bergelayut manja di lengan Alby.


Deg Adik.


'Jadi Revan adiknya Mas Alby, kenapa jadi seperti ini,' batin Azmia.


"Sudahlah, ayo aku antar kamu pulang." Alby membawa Elvina keluar kafe, tapi sebelum ia benar-benar keluar Alby menatap ke arah Azmia yang berjalan bersama Revan.


***


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Ada hubungan apa sebenarnya antara Azmia dan Revan?


Temukan jawabannya di part selanjutnya.


Jangan lupa like dan vote ya Kakak 😊 biar author tambah semangat up-nya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2