Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 35 Di kantor


__ADS_3

Sampai di kantor Alby berjalan masuk dengan bergandengan tangan. Alby tetap terlihat santai membalas sapaan dari para karyawannya.


Para karyawan yang melihat langsung memasang mata.


"Siapa perempuan itu?"


"Entah."


"Sepertinya, dia kekasih pak Alby, buktinya dia berjalan bergandengan tangan."


"Masa sih kelihatannya masih muda."


"Bisa jadi itu adiknya."


"Pak Alby anak tunggal Jamilah."


"Oh, baru tau, he-he-he."


"Bukannya kekasih Pak Alby, Bu Elvina?"


"Sudah putus kali yang ini lebih muda dan nggak kalah cantik."


"Di lihat dari penampilan sih, sepertinya dia wanita baik-baik, tapi masa iya dia mau jadi yang kedua."


"Jangan lihat penampilan karena casing itu suka pembohong."


"Iya, juga sih."


"Perempuan itu sudah pernah kesini sama Pak Daffa waktu itu aku lihat."


"Kok sekarang sama Pak Alby."


"Aku tak tahu lah."


"Sudahlah, jangan nambah dosa."

__ADS_1


"Sok alim, lu."


"Bukan sok alim dosaku gue udah terlalu banyak, kalau gue ikutan begini kan nambah lagi dosa gue."


"Dasar."


"Sudah yuk, ah bubar."


Suara-suara gaib dari para karyawati yang suka ghibah.


Sampai di ruangan Azmia duduk di sofa sedangkan Alby duduk di kursi kebesarannya.


"Nih." Daffa yang baru datang langsung memberikan dokumen yang akan di tanda tangani. "Oh, iya, Al. Sekretaris hari ini libur," ucap Daffa.


"Terus gimana dengan ini semua," balas Alby sambil menepuk tumpukan berkas yang harus di salin.


"Nanti biar gue bantu kerjain. Kamu sama Azmia saja yang ke ruang meeting, gue di sini ngurusin tuh berkas," ucap Daffa.


"Daf, apa semua sudah di siapkan di meja meeting?" tanya Alby.


Alby berdiri dari duduknya berjalan menghampiri Azmia. "Ayo, ikut!" Alby mengulurkan tangannya.


"Kemana?" tanya Azmia.


"Ke ruang meeting sebentar," jawab Alby. "Tidak ada penolakan," lanjutnya.


Mereka pun keluar dari ruangan Alby menuju lantai tiga di mana ruangan meeting di adakan.


"Selamat pagi," sapa Alby.


"Selamat pagi juga, Pak Alby," balas semua orang yang berada di dalam.


"Kita mulai sekarang ya, Pak," ucap Alby. Kini dia mulai membuka layar laptopnya memperlihatkan beberapa produk yang akan di jual.


Saat semua orang masih memikirkan tentang penawaran Alby. Azmia kini ikut berbicara tentang prodak milik Alby mencoba meyakinkan para klien kalau produk yang di miliki oleh Alby adalah produk yang sangat berkualitas sehingga akan banyak peminatnya dan pastinya jika mereka menaruh saham pada perusahaan Alby maka mereka juga akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa.

__ADS_1


Satu jam bernegosiasi akhirnya banyak yang berminat menaruh saham dan membeli produk dari perusahaan Alby.


Dua jam mereka berdua keluar dari ruang meeting.


"Aku nggak nyangka ternyata kamu hebat banget bisa meyakinkan mereka sehingga mereka tanpa berpikir langsung tertarik dengan produk yang kita miliki." Kali ini Alby benar-benar di buat kagum dengan sosok Azmia wanita yang hanya di pandang orang sebelah mata ternyata wanita luar biasa.


"Mia, hanya bantu sebisa Mia saja, Mas," ucap Azmia.


*


*


*


"Gimana, Al?" tanya Daffa saat melihat Alby masuk ke ruangannya.


"Kali ini kita bakal produksi lebih banyak lagi, karena perusahaan lain sangat tertarik dengan produk yang kita miliki, dan mereka meminta kita untuk menciptakan produk-produk baru lagi," jelas Alby.


"Segampang itu lu bisa jual produk kita?" Daffa yang tak percaya.


"Bukan gue yang jual, tapi Azmia yang memproklamasikan dan meyakinkan mereka," jawab Alby dengan bangga.


"Sudah ku duga karena kalau lu pasti nggak akan ada yang beli," ucap Daffa tanpa dosa.


"Si*l*n, lu." Alby langsung memukul Daffa dengan kertas yang ada di tangannya.


Azmia hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ke dua laki-laki yang ada di depannya.


*


*


*


***

__ADS_1


__ADS_2