
Selesai sambutan semua tamu undangan di persilakan menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
Azmia duduk bergabung di meja kedua sahabatnya.
"Lho Mba Delisa sama Kak Diaz ada di sini juga." Azmia sedikit terkejut saat melihat Delisa dan Ardiaz duduk bergabung bersama Karina dan juga Melia.
"Iya, Mi. Maaf ya kita ikut hadir tanpa ada undangan," ucap Delisa.
"Enggak apa, Mba. Nggak perlu minta maaf Mia seneng kok jadi kita bisa ngumpul bareng," balas Azmia.
"Makasih ya, Mi," ujar Delisa.
"Sama-sama, Mba," balas Azmia.
"Akhirnya," ucap Karina.
"Kenapa?" tanya Melia.
"Itu Azmia, akhirnya membuka identitasnya dari dulu aku suruh selalu saja bilang nanti-nanti terus," jawab Karina.
"Momennya belum pas, Rin," sahut Azmia.
"The best, Lu Mi," ucap Daffa.
"Makasih, Kak," balas Azmia.
__ADS_1
"Mereka yang julid langsung menutup mulut saat tahu kenyataan yang sebenarnya," ucap Karina.
"Hust ... nggak boleh gitu," balas Azmia.
"Kenapa sih, Mi kamu menutup identitas kamu sebagai owner?" tanya Delisa.
"Mia hanya ingin hidup bebas seperti orang-orang dan ingin menemukan ketulusan dari seseorang tanpa melihat status Mia," jelas Azmia.
"Keren, aku salut padamu." Delisa mengacungkan jari jempolnya ke hadapan Azmia. Dia kagum dengan wanita di depannya, karena jarang sekali ada seseorang seperti Azmia yang mampu menyembunyikan identitas aslinya, kebanyakan orang lebih senang mengumbar apa yang dia punya agar semua orang mengetahui bahwa dia orang kaya dan terpandang.
"Mba Delis terlalu berlebihan. Oh, iya kapan kalian pulang ke sini?" tanya Azmia.
"Baru dua hari yang lalu," jawab Delisa.
"Oh, kebetulan banget ya kalau begitu," ucap Azmia.
"Dengan saya." Azmia berkata sambil menunjuk dirinya. Azmia merasa heran dengan ucapan Delisa yang sengaja pulang karena ingin bertemu dengannya.
"Iya dengan kamu, apa ucapan ku ada yang salah?" tanya Delisa.
"Enggak sih, cuma aneh aja Mba Delisa sengaja pulang karena ingin ketemu Mia," jawab Azmia.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu, tapi aku pengennya kita bicara empat mata. Apakah bisa?" tanya Delisa.
"Bisa aja, kapan?" Azmia balik bertanya.
__ADS_1
"Besok aja kali ya, kalau sekarang sepertinya waktunya kurang tepat," jawab Delisa.
"Ok. Mba Delisa bisa chat Mia aja jika ingin ngobrol," ucap Azmia.
"Sip," balas Delisa.
'Gue seneng lihatnya saat Azmia dan Delisa akur begini,' batin Ardiaz.
***
Di meja lain
"Mas, kenapa sih kamu tuh nggak pernah bilang kalau Azmia itu pemilik cafe ini," ucap Nila.
"Aku saja baru tahu tadi," balas Alby.
"Lha gimana sih, Mas Alby kan mantan suaminya masa nggak tahu soal beginian," ujar Nila.
"Tidak. Azmia selalu bilang kalau dia itu di cafe cinta kerja sebagai asisten Bos, selain itu dia juga membantu melayani pembeli," jelas Alby.
"Ternyata dia juga membohongi, Mas Alby," ucap Nila.
"Bukan membohongi, mungkin memang ada alasan tertentu sehingga orang lain tak boleh tahu," balas Alby yang tak ingin ambil pusing hanya masalah sepele.
"Halahhh." ucap Nila.
__ADS_1
"Sudah gak perlu di bahas lagi," balas Alby sambil memegang tangan istrinya.
Jika ditanya kaget, dia juga terkejut karena selama ini yang Alby tahu Azmia hanyalah asisten Angga.