
"Sus segera siapkan ruang operasi," ucap dokter setelah memeriksa kondisi Bunda Rita.
"Baik, Dok," balas suster.
"Dok, tapi di antara kami belum ada yang cek darah," ujar Ayah Wisnu.
"Bapak tenang saja, pendonor darah untuk istri bapak sudah ada," balas Dokter.
"Siapa dok?" tanya Ayah Wisnu yang penasaran.
"Menantu, Bapak," jawab dokter.
***
Tadi pagi setelah mendengar semua pembicaraan Ayah Wisnu dan Revan. Azmia langsung berpamitan keluar sebentar mengambil pakaiannya sekalian dia menemui dokter mencari informasi yang sebenarnya tentang Bunda Rita.
Setelah mendengar penjelasan dokter Azmia langsung meminta dokter agar mengambil darahnya saja kebetulan sekali golongan darah Bunda Rita dan Azmia sama.
***
"Azmia," lirih Ayah Wisnu. 'Kamu memang wanita baik, Nak. Ayah sangat berterima kasih karena kamu masih peduli dengan keluarga kami meskipun Alby sudah menyakitimu,' batin Ayah Wisnu. Beliau merasa bangga bisa memiliki menantu yang begitu baik.
'Mia, Mia kamu memang wanita yang baik. Inilah yang membuat ku tak bisa move on darimu. Kamu wanita yang tiada duanya,' batin Revan.
__ADS_1
"Kemana Azmia sekarang?" tanya Ayah Wisnu sambil menoleh ke Revan.
"Tadi dia bilang ingin keluar sebentar," jawab Revan.
*
*
*
Di ruang operasi.
Revan dan Ayah Wisnu duduk di kursi tunggu depan ruangan dengan perasaan harap-harap cemas menunggu pintu ruangan terbuka dan mendapatkan kabar terbaik dari dokter.
"Revan, Ayah," panggil Alby yang baru datang langsung menghampiri Ayah dan adiknya. Tadi saat masih berada di perjalanan menuju rumah sakit Alby mengirim pesan kepada Revan menanyakan ruangan Bunda jadi saat sampai rumah sakit Alby langsung menuju ruang operasi.
"Kita berdoa saja semoga Bunda baik-baik saja," jawab Ayah Wisnu.
****
Di taman rumah sakit.
"Mi, kamu baik-baik saja kan?" tanya Karina saat melihat keadaan Azmia sedikit pucat mungkin karena tadi habis donor darah.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, Rin," jawab Azmia meyakinkan Karina bahwa dia dalam keadaan sehat.
"Kamu makan dulu ya, Mi supaya tidak lemas wajah kamu terlihat pucat, Mi," ucap Karina sambil memberikan kotak makanan yang tadi di bawakan oleh Nina.
"Iya, Rin." Azmia mengambil kotak makan tersebut. Dia memang harus banyak makan dan minum supaya tidak tumbang karena harus bantu menjaga Bunda. Azmia ingin terus berada di samping Bunda karena baginya Bunda seperti ibunya sendiri.
**
Di ruang operasi.
Setelah satu jam berlalu akhirnya pintu ruang operasi terbuka.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Ayah Wisnu.
"Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar ini semua juga berkat bantuan donor darah dari menantu Bapak," jelas Dokter.
"Terima kasih, Dok," ucap Ayah Wisnu.
"Sama-sama, Pak. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami," balas Dokter kemudian berjalan masuk kembali keruang operasi.
"Menantu?" Alby begitu terkejut dengan perkataan dokter. "Yah," panggil Alby.
"Nanti akan Ayah jelaskan sekarang kita fokus dulu dengan kesembuhan Bunda ya," ucap Ayah Wisnu sambil memegang bahu putranya.
__ADS_1
"Apa yang dokter maksud menantu itu Azmia?" tanya Alby masih penasaran.
Ayah dan Revan saling bertatap mata seakan bertanya bagaimana apakah harus memberi tahu yang sebenarnya atau tidak. Revan memberikan isyarat bahwa Ayah harus bisa mencari alasan terlebih dahulu sampai Mas Alby dan Azmia bertemu dengan sendirinya dan setelah itu barulah kita akan menjelaskan yang sejujurnya.