Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 289 Mantan Kakak ipar


__ADS_3

"Selamat." Karina langsung memeluk Azmia saat Azmia menghampirinya di dapur.


** Saat Revan dan keluarga datang tak berselang lama Karina juga tiba di rumah Azmia, karena di ruang tamu sedang ada tamu jadi Karina memilih untuk masuk melewati pintu belakang. Dia berdiam diri di dapur bersama art.


Setelah para tamu pulang Azmia langsung menghampiri Karina yang sejak tadi sudah menunggunya di dapur.


**


"Aku nggak nyangka ternyata calon suami kamu Kak Revan," ucap Karina setelah melepaskan pelukannya.


"Ya begitulah," balas Azmia dengan tersenyum manis.


"Padahal aku mikir Kak Revan bakal patah hati lagi, eh ... ternyata malah dia laki-laki yang akan meminang kamu. Pasti seneng banget ya, nikah sama cinta pertama," ujar Karina.


"Alhamdulillah, ketulusan dan kesetiaan Kak Revan kini berbuah manis. Sesuai dengan harapan dan keinginannya," balas Azmia.


"Iya betul banget tuh, Mi. Perjuangan yang tak sia-sia," ucap Karina.


****


Keesokan hari


"Selamat pagi, Bun, Yah," sapa Revan saat tiba di ruang keluarga.


"Pagi juga, Nak," balas Bunda Rita dan Ayah Wisnu.


"Muka cerah banget hari," sindir Bunda Rita.


"Bunda bisa aja," balas Revan.


"Gimana, Van untuk selanjutnya?" tanya Ayah Wisnu.

__ADS_1


"Nanti Revan bicarakan dengan Mia dulu ya, Yah. Kalau Revan sih pengen secepatnya," jawab Revan.


"Bunda juga pengennya kalian segera menikah supaya Bunda bisa sering-sering bersama putri Bunda," sambung Bunda Rita.


"Siapa yang mau nikah?" tanya seseorang yang baru datang.


Mendengar ada suara seseorang semua langsung menoleh ke sumber suara.


"Al," ucap Bunda Rita saat melihat orang yang datang ternyata putranya.


Alby menyalami kedua orangtuanya kemudian duduk bergabung.


"Tumben pagi-pagi kesini?" tanya Ayah Wisnu.


"Iya, Yah. Semalam Al kesini, tapi rumah kosong jadi tadi setelah olahraga sekalian mampir," jelas Alby.


"Kamu sendirian?" tanya Bunda Rita.


"Oh, iya tadi pada ngomongin pernikahan. Memang siapa yang akan menikah?" Alby bertanya sambil menatap ke arah Bunda dan Ayahnya.


"Adik kamu," jawab Bunda Rita.


"Revan?" tanya Alby memastikan.


"Iya, memangnya adik kamu siapa lagi kalau bukan Revan," jelas Bunda.


"Hehe. Revan nikah sama siapa?" tanya Alby karena yang dia tahu Revan belum memiliki pacar.


"Kalau aku bilang, jangan jantungan ya." Kini Revan yang angkat bicara.


"Heleh paling juga temen lu kuliah," balas Alby.

__ADS_1


"Sotoy. Kalau jantung jangan salahin aku," ucap Revan.


"Iya-iya, ribet banget. Memangnya siapa sih calon istri lu, udah kayak orang penting saja sampai bikin gue jantungan," balas Alby.


"Ini bukan hanya penting, tapi spesial. Baiklah kalau Mas maksa Revan akan kasih tau pasang kuping baik-baik " ujar Revan memberikan peringatan pada Alby.


"Iya, nih-nih." Alby mendekatkan kupingnya ke arah Revan.


"Calon istriku adalah orang yang pernah Mas Alby sia-siakan, lebih jelasnya dia itu mantan kakak ipar Revan," ucap Revan.


Mendengar ucapan adiknya Alby langsung terdiam.


"Kenapa, Mas Alby baik-baik saja kan? jantung aman kan?" tanya Revan.


"Ah ... iya," jawab Alby.


"Kamu tidak apa-apa kan, Al?" kini Bunda yang angkat bicara.


"Aman, Bun. Al baik-baik saja kok," jawab Alby.


"Syukurlah, Bunda berharap kamu bisa melepaskan Azmia seutuhnya," ujar Bunda Rita.


"Bunda tenang saja Al kan sekarang sudah punya Nila. Justru Al sangat bersyukur karena Revan jadi peran pengganti Al dan Al juga bahagia cinta Revan dan Azmia berakhir di pelaminan," balas Alby.


"Semoga kamu dan Nila selalu bahagia." Bunda berkata sambil memegang bahu Alby.


"Amin." Alby mengamini doa sang Bunda.


"Mas hanya minta padamu, Van. Jaga Azmia baik-baik, jangan pernah sakiti dia." Alby memberikan wejangan pada adiknya.


"Itu pasti, Mas," balas Revan dengan tegas. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, kalau dia akan selalu membahagiakan Azmia.

__ADS_1


__ADS_2