
Malam hari keluarga Pradipa berkumpul di ruang keluarga. Revan, Azmia, Bunda, dan Ayah, hanya Alby yang belum terlihat batang hidungnya.
"Bun, apa Revan boleh bertanya?" Revan membuka suara.
"Tanya apa, sayang?" Bunda menatap ke arah Revan.
"Begini tadi saat Revan dan Azmia di kafe, kita bertemu Mas Alby bersama Kak Elvina. Bukankah waktu itu Bunda bilang Mas Alby menikah dengan Kak Rania? terus kenapa Azmia ada disini?" tanya Revan yang penasaran.
Bunda menghembuskan nafasnya seakan lelah dengan putra pertamanya yang terus saja bersama mantan kekasihnya.
"Bun, kenapa Bunda diam saja?" Revan memegang tangan Bundanya.
"Azmia istri gue," jawab Alby yang baru datang.
"Bohong, itu tidak mungkin. Tadi Mas Alby diam saja saat Kak Elvina memojokkan Azmia. Mas Alby memilih pergi bersama Kak Elvina di banding membantu Azmia," ucap Revan.
Alby berjalan menghampiri Azmia kemudian dengan sengaja mencium pipi Azmia. Sontak tindakan Alby membuat Azmia terkejut.
"Apa yang Mas Alby lakukan." Revan tidak terima menggeser tubuh Alby agar jauh dari Azmia.
"Gue ini suaminya jadi terserah gue mau ngapain ke dia," ucap Alby dengan tegas. Dia begitu kesal dengan sikap adiknya yang seakan melindungi Azmia.
"Suami?" Revan tertawa kecil. "Jika Mas Alby suami Azmia harusnya Mas Alby tidak pergi dengan perempuan lain selain Azmia," lanjut Revan.
__ADS_1
Alby terdiam mendengar ucapan Revan.
"Apa pantas seorang suami pergi bersama wanita lain di depan istrinya dan membiarkan istrinya di hina." Revan seakan tidak terima dengan keadaan.
"Apa kau menyukai Azmia?" Alby menatap ke arah Revan dengan tersenyum miring.
Revan terdiam dia tidak mungkin berkata jujur.
Flashback
Dulu saat Azmia dan Revan masih sama-sama duduk di bangku SMA.
Revan yang terkenal sebagai siswa terpopuler di sekolah dan Azmia sebagai siswi yang terpopuler di SMA B.
Di SMA B Revan seakan menjadi pahlawan bagi Azmia, dia selalu melindungi Azmia tidak boleh seorang pun mencolek Azmia karena pasti akan berurusan dengan dirinya.
Suatu hari Revan mengungkapkan perasaannya saat mereka sedang mengadakan kegiatan OSIS di luar sekolah. Bukan menolak dan bukan pula karena tidak cinta dengan Revan, tapi Azmia sudah berjanji dengan dirinya tidak akan berpacaran sebelum menikah. Revan tidak bisa memaksa cintanya, akhirnya Revan berjanji akan menemui Azmia setelah mereka selesai menempuh pendidikannya.
Namun, sekarang saat mereka di pertemukan kembali Azmia sudah menikah, jika dengan orang lain mungkin Revan tidak terlalu sakit karena tidak akan bertemu. Akan tetapi ini yang jadi permasalahannya Azmia menjadi Kakak iparnya.
Gimana perasaan kalian jika cinta kalian ternyata jadi milik kakak kalian pasti nya sakit banget kan.
Flashback off.
__ADS_1
Azmia merasa di landa kegelisahan menghadapi kehidupan yang seperti ini, dia tidak menyangka hidupnya akan serumit ini.
Menikah karena terpaksa, dan harus tersakiti karena suaminya masih memiliki kekasih. Sekarang nambah lagi cinta yang dulu dia tunggu kini harus pupus karena keadaannya dan yang lebih membuatnya semakin gelisah karena Revan adik dari Alby. Cintanya jadi adik iparnya.
"Sudah, jangan saling menyalahkan." Ayah akhirnya angkat bicara.
Revan dan Alby akhirnya diam tak bersuara.
"Revan dengarkan, Bunda." Bunda Sofi memegang bahu putra bungsunya. "Revan, dulu memang Bunda menjodohkan Alby dengan Rania, tapi Rania pergi di pas hari pernikahan jadi keluarga Pranata dengan terpaksa menukar Rania dengan Azmia. Azmia adalah Adik Rania," lanjut Bunda Sofi menjelaskan pada putranya.
Revan menatap ke arah Azmia dengan tatapan yang susah di artikan. Tanpa sepatah katapun Revan langsung berdiri pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Revan," panggil Bunda, tapi Revan tidak memperdulikan panggilan Bundanya dia tetap melanjutkan langkahnya menuju tempat ternyaman untuknya.
Azmia yang melihat Revan pergi begitu saja membuatnya semakin merasa gundah. Kenapa semua ini harus terjadi padanya, jika bisa di tukar mungkin dia ingin sekali menukar hidupnya agar lebih baik.
"Kenapa semua harus berakhir seperti ini, saat aku bisa menemukanmu, tapi kamu telah bersama orang lain. Entah aku harus bahagia atau sedih. Aku bahagia karena bisa melihatmu kembali, akan tetapi di sisi lain aku sedih karena kini cintaku hanya menjadi lukisan," batin Revan. Revan merebahkan tubuhnya di atas kasur menatap langit-langit merenungi nasib cintanya yang menyedihkan kan.
***
Hallo reader terima kasih sudah mampir.
love yo all
__ADS_1