
"Laki-laki tadi bukankah yang waktu itu pernah ngantar kamu ke kampus ya, Dek?" tanya Ali.
"Iya," jawab Azmia.
Kini mereka berdua berada di gazebo samping rumah mengobrol santai sambil melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip menghiasi langit malam.
"Terus ada hubungan apa kalian berdua?" tanya Ali.
"Hanya teman, Mas nggak lebih," jawab Azmia.
"Enggak mungkin yang Mas lihat sepertinya Ardiaz menyimpan rasa sama kamu," ucap Ali.
"Iya, tapi Mia nggak bisa balas apapun," balas Azmia.
"Kenapa? sepertinya dia anak yang baik," ujar Ali.
"Kak Diaz memang baik, Mas. Dia juga yang udah bantuin Mia untuk meyakinkan Mas Alby agar Mas Alby bisa melupakan Mia, tapi Mia nggak mau berhubungan dengan seseorang tanpa restu orang tua," balas Azmia. Dia masih ingat betul ucapan kedua orang tua Ardiaz yang menyuruhnya agar menjauh dari putranya.
"Maksud kamu?" Ali yang bingung dengan ucapan adeknya.
"Beberapa bulan yang lalu Mia dan Kak Diaz itu ada ikatan kerjasama. Kak Diaz berperan sebagai pacar bohongan Mia di depan Mas Alby, karena Mia ingin Mas Alby bisa melupakan Mia dan segera menikah dengan Mba Nila dari situlah Kak Diaz berharap hubungan yang tadinya pura-pura bisa menjadi nyata, tapi harapan itu hanya impian Kak Diaz karena kedua orang tua Kak Diaz tidak setuju jika putranya mempunyai hubungan yang serius dengan Mia," jelas Azmia.
__ADS_1
"Kenapa apa yang salah?" tanya Ali.
"Tidak ada yang salah, Mas. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bisa mempunyai pendamping hidup yang baik. Mas kan tahu Mia adalah seorang ja**da," jawab Azmia.
"Status tidak akan berpengaruh dengan kehidupan," ucap Ali.
Ucapan Ali memang betul status tidaklah menjamin dalam kehidupan seseorang, karena dalam hidup atau membina rumah tangga itu tergantung pada orang yang menjalankan.
"Itu kan menurut, Mas, tapi kan beda di mata orang lain," balas Azmia. Karena setiap orang itu memiliki pandangan yang berbeda-beda.
"Iya juga sih, tapi Mas kurang setuju dengan pandangan mereka yang hanya bisa melihat seseorang dari sebelah mata," ujar Ali.
"Andai saja Mas menemukan kamu lebih awal pasti tidak akan pernah ada orang yang berani seperti itu padamu." Ali merasa menyesal karena tidak bisa bertemu dengan Azmia lebih awal, tapi itulah takdir Allah sudah menentukan dimana dan kapan waktu terbaik.
"Tidak perlu di sesali, Mas. Azmia bersyukur kok meski baru saat ini bertemu dengan Mas, Mama dan Papa. Mungkin memang inilah waktu yang baik untuk kita bersama kembali," balas Azmia.
"Semoga setelah ini Allah selalu memberikan kebahagiaan untukmu," ucap Ali.
"Amin," balas Azmia.
"Ada satu hal yang ingin Mas tanyakan padamu, Mas minta kamu jawab yang jujur," ujar Ali.
__ADS_1
Azmia menganggukkan kepalanya.
"Pertama kenapa kamu bisa nikah dengan Alby? bukankah umur kamu masih muda dan kamu juga masih kuliah. Kedua apa yang menyebabkan kalian bercerai di usia pernikahan yang masih seumur jagung?" Ali mulai mengorek tentang kehidupan Azmia, bukan karena dia kepo dengan kehidupan adiknya, tapi sebagai seorang Kakak dia hanya ingin mengetahui tentang kehidupan adiknya supaya nanti jika terjadi sesuatu dia bisa melindungi Adiknya.
"Mia akan cerita, tapi Mia mohon Mas jangan bilang ke Mama dan Papa ya," ucap Azmia.
"Iya," balas Ali.
"Pertama, jadi awalnya pernikahan itu sebenarnya acara pernikahan Kak Rania dan Mas Alby, tapi saat hari H Kak Rania kabur dari rumah, jadi Papa dan Mama memaksa Azmia untuk mengantikan Kak Rania sebagai balas budi karena mereka sudah mengasuh Mia. Kedua, Mia terpaksa bercerai karena Mia nggak ingin memaksa seseorang untuk mencintai Mia, untuk mempertahankan semuanya jika tak ada cinta. Mia ingin Mas Alby bahagia dengan pilihannya," jelas Azmia menceritakan tentang hidupnya pada Ali.
Mendengar jawaban Adiknya, Ali langsung menarik kepala Azmia menyandarkan di bahunya. "Kenapa kamu tidak menolak permintaan mereka?"
"Mia tidak ingin di anggap anak durhaka, Mas. Mungkin dengan cara itulah Mia bisa membayar kebaikan mereka yang sudah bersedia menampung Azmia sejak kecil," jawab Azmia.
"Mulai saat ini tidak akan pernah ada satupun orang yang akan berani menyakitimu lagi, jika itu terjadi maka dia akan berurusan dengan Mas," ucap Ali dengan tegas karena mulai saat ini dia akan selalu menjaga Adik kecilnya.
"Mas itu seperti Abang, sejak kecil Abang dan Kak Devan selalu menjadi pahlawan untuk Azmia, mereka tidak akan tinggal diam jika seseorang melukai Azmia," balas Azmia. Ingatannya mulai mengenang saat dia masih kecil dulu.
"Kamu memang pantas untuk di lindungi, Dek," ucap Ali.
Orang yang baik insya'Allah dia akan di kelilingi orang-orang yang baik juga.
__ADS_1