Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 209 Calon mantu


__ADS_3

Selesai mata kuliah Karina mengajak Azmia ke sebuah restoran menikmati acara makan siang meskipun telat karena sudah hampir sore hari.


"Mi, ada yang mau aku omongin," ucap Karina dengan nada yang sedikit pelan karena dia masih ragu antara bicara apa tidak tangannya terus saja memutar-mutar sedotan yang ada di gelas minumnya. Kalau nggak cerita dia pusing, mungkin dengan cerita ke Azmia dia bisa mendapatkan solusi.


"Ngomong aja," balas Azmia karena Azmia pikir Karina mau curhat masalah biasa tentang keluarga dia.


"Hem.m.m begini," ucap Karina.


"Begini gimana?" tanya Azmia yang bingung dengan ucapan Karina.


"Mama dan Papa suruh aku cepetan nikah," jawab Karina.


"Sama siapa?" tanya Azmia karena setahu dia Karina belum punya cowok.


"Kamu jangan kaget, jangan ketawa kalau aku kasih tau orangnya," ucap Karina.


"Insya'Allah nggak janji, memangnya siapa sih?" Azmia begitu penasaran dengan laki-laki yang bisa menaklukkan hati Karina.


"Pak Daffa," jawab Karina.


"What? Pak Daffa asisten Mas Alby? Kamu pasti bercanda kan, Rin." Azmia yang tak percaya dengan jawaban Karina. Dia berkata sambil tertawa kecil.


"Beneran. Iya, pak Daffa asisten pribadi Mas Alby," jawab Karina.


"Enggak mungkin pasti kamu bercanda, kalian kan belum saling kenal masa tiba-tiba mau nikah," ucap Azmia.


"Ceritanya panjang makanya ini aku mau minta solusi," balas Karina.


"Ok - ok, gimana-gimana ceritanya." Azmia menyuruh Karina agar segera bercerita.


"Jad __." Karina baru saja ingin memulai ceritanya, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka.


"Azmia," panggil seseorang yang baru datang.


"Kak Diaz," ucap Azmia dan Karina bersama.


Hadeh, tamu datang tidak tepat waktu baru mau curhat, batin Karina.


"Boleh gabung?" tanya Ardiaz.


Nah, kan malah ikut nongkrong ini sih urusannya gagal curhat, batin Karina.


"Boleh," jawab Azmia. Kemudian Azmia dan Karina saling pandang. Azmia menaikkan bahunya seakan dia berkata tidak tahu jika Ardiaz ada di sini.

__ADS_1


"Kalian baru pulang kuliah?" tanya Ardiaz karena melihat Azmia dan Karina masih memakai tas.


"Iya, Kak," jawab Karina.


"Kak Diaz kesini sendirian?" tanya Azmia.


"Berdua sama Mama," jawab Ardiaz.


"Mamanya mana?" tanya Karina sambil celingukan mencari keberadaan Mamanya Ardiaz.


"Lagi belanja di lantai satu," jawab Ardiaz. Karena bosen nunggu mamanya belanja jadi Ardiaz memilih keliling Mall tanpa sengaja melihat Azmia yang sedang duduk berdua dengan Karina di restoran akhirnya dia memilih untuk menghampiri Azmia.


"Pulang kuliah bukannya pulang dulu malah mampir kesini," ujar Ardiaz.


"Laper Kak jadi sekalian lewat mampir dulu deh," jawab Karina.


"Kakak libur?" tanya Azmia.


"Lagi tugas malam," jawab Ardiaz.


Tak berselang lama mereka sedang mengobrol tiba-tiba ponsel Ardiaz berdering menandakan ada telpon masuk.


"Assalamualaikum," ucap Ardiaz setelah menggeser tombol warna hijau.


"......."


"........"


"Ok, Ar tunggu," ucapnya kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Sepertinya ada yang mau ketemu camer nih," bisik Karina di telinga Azmia sambil menyenggol bahu Azmia.


"Hist, jangan mulai deh," ucap Azmia.


"Cie - cie ...," goda Karina.


Tak lama orang yang di tunggu datang.


"Ma," panggil Ardiaz sambil melambaikan tangan agar Mamanya melihat keberadaannya.


Terlihat wanita cantik mengarah ke arah Azmia dan Karina.


"Mi, itu Mamanya Kak Diaz kok masih muda cantik lagi," bisik Karina.

__ADS_1


"Iya," balas Azmia.


Wanita tersebut berjalan menghampiri putranya.


"Siapa mereka?" tanya Mama Ardiaz.


"Kenalin Ma ini Karina," aucap Ardiaz memperkenalkan Karina.


"Karina, Tante." Karina menyalami tangan Mama Ardiaz.


"Kalau yang ini namanya Azmia calon menantu Mama." Ardiaz memperkenalkan Azmia sebagai calon istrinya.


Mendengar kata calon Azmia langsung menatap tajam ke arah Ardiaz.


Ardiaz malah membalasnya dengan senyuman manis.


"Jangan bercanda kasihan kan dia jadi malu," ucap Mama Irana -- Mama Ardiaz sambil memukul pelan lengan putranya.


"Ar, nggak bercanda Ma. Mama setuju nggak kalau Ar sama Azmia?" tanya Ardiaz kini Mama Irana sudah duduk bergabung bersama mereka bertiga.


Azmia jadi deg degan mendengar ucapan Ardiaz.


"Mama terserah kamu saja, kalau kamu cinta sama dia ya sudah, hanya satu pesan Mama jangan mempermainkan perasaan wanita jika sudah cinta langsung khitbah dia," ucap Mama Irana.


"Mama restui hubungan kalian." Mama Irana berkata sambil memegang tangan Azmia yang berada di atas meja.


Azmia hanya membalasnya dengan senyuman. Dia bingung mau ngomong apa. Dia sama Ardiaz kan nggak ada hubungan apapun.


"Tuh, Sayang Mama sudah setuju tinggal kita tentuin saja tanggal pertemuan antar keluarga," ucap Ardiaz.


"Iya lebih cepat lebih baik," sambung Mama Irana.


Azmia yang kesal dengan Ardiaz karena membuatnya jantungan dia pun menginjak kaki Ardiaz.


"Au," keluh Ardiaz sambil melihat ke bawah terlihat Azmia menggeser kakinya.


Ardiaz yang melihat itu kaki Azmia, ia pun menatap ke arah Azmia dengan tatapan mata seakan bertanya kenapa menginjak ku?


Azmia membalas dengan mata melotot seakan menjawab aku marah padamu.


"Kenapa, Ar?" tanya Mama Irana.


"Enggak apa-apa, Ma," jawab Ardiaz berbohong.

__ADS_1


"Kita pesan makanan dulu ya," ucap Mama Irana.


Sambil menunggu pesanan datang mereka mengobrol entah apa yang mereka bicarakan hanya mereka yang tau.


__ADS_2