
Di cafe lovely
Azmia, para karyawan cafe, sahabatnya, serta band Fakhri yang selalu ngisi live di cafe. Mereka semua berkumpul bersama di cafe lovely untuk rapat membahas acara syukuran atas kelulusan Azmia dan konferensi pers tentang identitasnya.
"Selamat malam, semua," sapa Azmia sebelum memulai rapat.
"Malam juga, Mba," balas semua yang ada di ruangan.
"Apa rapat bisa kita mulai?" tanya Azmia.
"Iya, Mba," balas semua.
"Baiklah, pertama kita harus bagi perkelompok saja agar tidak kabur sana-sini, kedua setiap kelompok harus ada satu orang yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Ketiga, setelah rapat selesai kalian bahas tugas kalian sama ketua kalian masing-masing, untuk pembagian tugas apa saja nanti akan saya kasih tau setelah kelompok terbuat," ucap Azmia.
"Siap, Mba," balas semua.
"Mba yang bagi kelompok siapa?"
"Kita kocok saja ya. Nama kelompoknya, kemudian kocokan kedua nama anggotanya," jawab Azmia. Karena jika Azmia memilih takut ada yang tidak cocok, jadi lebih adil kalau di kocok.
"Oklah kalau begitu."
"Nina, Novi bikin nama kelompok dan anggotanya," ucap Azmia.
"Siap, Bu Bos." Nina dan Novi langsung mengambil kertas serta pulpen untuk membuat kocokan.
"Acaranya apa saja, Mi?" tanya Fakhri.
__ADS_1
"Enggak ada acara apa-apa, Kak. Cuma sambutan dari saya setelah itu di lanjut makan bersama di iringi band Kakak gitu aja sih, Kak. Supaya tidak terlalu bosen berlama-lama dalam acara," jelas Azmia. Dia tahu bagaimana bosannya dalam suatu acara jika kebanyakan sambutan. Lagi pula niatnya memang hanya ingin syukuran berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan sahabat, serta para tamu undangan yang hadir.
"Oh, gitu. Ok deh," ucap Fakhri.
"Bagian apa kalian butuh bantuan?" tanya Azmia.
"Kalau ada yang mau bantu kita mah dengan senang hati menerima, tapi kalau nggak ada kita bertiga insya'Allah sanggup kok, Mba," jawab Rudi.
"Syukurlah kalau begitu, kalau butuh bantuan bisa ngajak yang lain lagi karena kan menu yang akan kita sajikan ada beberapa macam jadi harap yang bisa masak bantu di dapur ya. Saya harap semua kompak tidak ini-itu. Saya nggak mau kalian saling iri-irian. Kita semua sama jadi harus bisa saling bahu membahu supaya acara berjalan dengan lancar," ujar Azmia.
"Siap, Mba," balas semua karyawan.
"Nina, apa sovenir sudah jadi?" tanya Azmia.
"Sudah, Mba katanya besok di antar," jawab Nina.
"Keren oi acara syukuran ada sovenirnya juga," ucap anggota band Fakhri ngobrol sama temen-temennya.
"Kalian berdua ngapain sih bisik-bisik tetangga," omel Fakhri menegur kedua sahabatnya yang ngobrol berdua aja.
"Apa sih, Lu Ri," balas temannya.
"Kira-kira acara sampai jam berapa, Mi?" tanya Derry.
"Mia nggak kasih batas waktu sih, Kak. Karena kan ini acara untuk orang-orang dekat saja jadi bebas mau jam berapa aja," jawab Azmia.
"Apa tamu yang nggak dapat undangan boleh datang, Mi?" tanya Melia.
__ADS_1
"Boleh-boleh saja, Mel," jawab Azmia. Meskipun bukan acara umum, tapi dia tidak melarang siapapun orang yang ingin hadir. Dia membuat undangan hanya untuk keluarga karena nggak mungkin ngundang sanak saudara tanpa undangan nanti di bilang songong tidak menghormati yang tua.
"Memangnya siapa yang mau datang?" tanya Karina dengan nada pelan.
"Aku cuma nanya duang, Rin," jawab Melia.
"Oh, kirain," ucap Karina.
Melia hanya membalasnya dengan senyuman.
****
Di tempat lain.
Dua sejoli yang sedang di landa kegelisahan karena tujuan mereka tak sesuai dengan harapan dan bayangnnya.
Kita memang boleh bermimpi, tapi jangan pernah berharap terlalu berlebihan karena jika semua impian itu tak sesuai harapan maka sakitnya tidak terlalu dalam.
Manusia hanya bisa berharap dan berjuang untuk hasilnya hanya Allah yang bisa menentukan.
"Mas, gimana dengan saranku?" tanya Delisa. Dia bertanya kembali tentang saran yang dia bicarakan pada suaminya.
"Mas, terserah kamu saja deh," jawab Ardiaz.
Dia tak punya pilihan lain kecuali mengikuti saran istrinya. Mungkin memang kita harus lebih dulu belajar mencari ilmu tentang cara berjualan.
Meskipun hanya berjualan, tapi kita juga harus tau strategi, ilmu cara menarik perhatian pengunjung, cara penyajian makanan, cara penataan tempat agar pengunjung nyaman semua itu butuh ilmu.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu minggu ini kita berangkat pulang," ucap Delisa.
"Iya," balas Ardiaz.