Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 241 Rencana misi


__ADS_3

Ali sudah membuat janji dengan Azmia, mengajaknya makan malam di rumah atas undangan Mama Iren.


Azmia pun bersedia datang, tapi bersama Karina karena tidak enak jika datang sendiri apalagi ini di rumah seorang laki-laki, dosennya pula.


Setelah pulang dari kampus Azmia dan Karina mampir ke toko kue terlebih dahulu membeli tiga kotak kue yang berisi di antaranya satu kotak bolu pandan, satu lagi bolen, yang terakhir brownis. Selesai membeli kue mereka pulang ke cafe lovely.


"Mi, ini sih udah fix, Mamanya pak Ali itu beneran suka deh sama kamu, pasti beliau ingin kamu jadi menantunya," ucap Karina. Kini mereka sedang berada dalam perjalanan pulang menuju cafe.


"Jangan ngaco deh kalau ngomong," balas Azmia.


"Beneran, Mi untuk apa coba sering ngajakin ketemuan?"


"Tidak karina, ada satu hal yang aku rasakan, tapi aku juga nggak tau apa itu," balas Azmia.


"Kenapa, apa mereka berniat berbuat jahat padamu?" tanya Karina.


"Hust ... kalau ngomong," omel Azmia.


"Lha terus apa dong?" tanya Karina.


"Mana aku tahu, kita lihat saja nanti pasti akan ada sesuatu yang terjadi feeling aku gitu sih," jawab Azmia.


Semoga saja sesuatu yang baik, amin, batin Azmia.

__ADS_1


Setelah itu mereka terdiam karena mobil sudah tiba di cafe.


***


Di tempat lain.


Mama Iren sibuk dengan peralatan dapurnya beliau sibuk memasak untuk acara makan malam nanti.


"Bi, nanti ini semua di siapkan pas tamu sudah datang saja ya, supaya masih hangat," ucap Mama Iren pada Artnya.


"Baik, Bu," balas Art.


"Sedang apa, Ma?"


"Iya, sepertinya Mama sangat sibuk sekali," ujar Ali saat melihat dapur yang begitu berantakan.


"Mama sedang masak untuk nanti malam, Mama ingin Azmia menikmati masakan Mama," balas Mama Iren.


"Oh. Ya udah Ali masuk kamar dulu ya, Ma," ucap Ali.


"Iya, Nak," balas Mama Iren.


Setelah berpamitan dengan Mamanya Ali berjalan meninggalkan dapur menuju kamarnya yang berada di lantai dua.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Ali menaruh tasnya terlebih dahulu kemudian melangkah menuju kamar mandi membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama untuknya berada di dalam kamar mandi kini Ali sudah rapi dengan pakaian santainya. Duduk bersantai di sofa menikmati acara televisi di sore hari di temani secangkir kopi.


Semoga saja misi ke dua nanti malam berhasil supaya segera terungkap. Aku semakin yakin jika kamu adalah Zahra, tapi masih banyak proses yang harus di lalui untuk mengungkap semuanya itu. Bismillah semoga Allah memberikan jalan dan jawaban yang terbaik, batin Ali.


***


Di tempat lain


"Mbok, tolong dong pijit saya kaki saya," ucap Nila pada Mbok Asih.


"Baik, Non," balas Mbok Asih.


Nila meluruskan kakinya dengan posisi dia duduk di sofa yanh panjang.


"Pelan-pelan dong, Mbok. Kamu mau bikin kaki saya tambah sakit," omel Nila saat Mbok Asih mulai memijat kakinya.


"Maaf, Non," balas Mbok Asih.


"Sudah-sudah." Nila menurunkan kakinya hingga hampir mengenai wajah Mbok Asih yang berjongkok di sampingnya.


Ya Allah dari mana Den Alby nemu perempuan seperti ini. Dulu saat bersama Non Mia tak pernah sekalipun dia menyuruh saya, si mbok jadi kangen sama Non Mia gimana kabarnya ya, batin Mbok Asih sambil berjalan menuju dapur.

__ADS_1


__ADS_2