
"Rin, aku pergi dulu ya soalnya nggak enak kan kalau Bunda nungguin terlalu lama," ucap Azmia pamit pada Karina.
"Iya, Mi hati-hati," balas Karina.
Setelah berpamitan pada Karina. Azmia segera keluar kelas lebih dulu pulang menggunakan ojol agar lebih cepat sampainya karena dia janjian dengan Bunda Rita pukul empat sore sedangkan Azmia baru keluar kelas pukul setengah empat tinggal waktu setengah jam lagi dia harus tiba di butik Qy.
"Mau kemana buru-buru banget?" tanya Ali saat berpapasan dengan Azmia.
"Mia ingin ke butik Qy, Pak," jawab Azmia.
"Mau ngapain?" tanya Ali.
"Bundanya Mas Alby ajak Mia ketemuan di sana. Sudah ya, Pak. Mia pergi dulu bye," ucap Azmia pamit pada Ali kemudian dia berlari kecil karena Abang ojol sudah tiba didepan kampus.
"Ta __." Ali harus menahan ucapannya karena Azmia lebih dulu menghilang meninggalkannya. "Dasar anak nakal," lirih Ali kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruang Dosen.
*
*
*
Di butik.
"Maaf, Bun menunggu," ucap Azmia saat tiba di butik. Ternyata Bunda sudah tiba lebih dulu dan menunggu Azmia di depan butik. Beliau duduk di kursi yang ada di depan butik.
"Tidak apa, sayang. Mari masuk!" Bunda mengandeng tangan Azmia mengajaknya masuk ke dalam butik.
"Selamat datang di butik Qy ada yang bisa saya bantu," sapa Karyawan butik.
"Kita mau cari pakaian untuk seragam acara lamaran, Mba," balas Bunda.
"Mari silakan! Saya tunjukkan beberapa model terbaru di butik kami," ucap karyawan tersebut mengajak Bunda dan Azmia untuk melihat koleksi terbaru di butik Qy.
Azmia dan Bunda mengikuti langkah karyawan tersebut.
__ADS_1
"Kira-kira warna yang cocok apa, sayang?" Bunda Rita meminta pendapat Azmia saat melihat beberapa model baju.
"Kalau warna ini gimana, Bun?" tanya Azmia.
"Bagus juga tuh, modelnya juga cantik simpel," jawab Bunda Rita.
"Kita minta pendapat Mas Alby dan Mba Nila dulu, Bun kan mereka yang akan tunangan," ucap Azmia.
"Iya, sebentar lagi mereka sampai," balas Bunda Rita.
Tak lama kemudian yang di tunggu-tunggu pun datang. Alby dan Nila.
"Assalamualaikum," ucap Alby dan Nila sambil menyalami Bunda Rita dan Azmia.
"Wa'alaikumussalam," balas Bunda dan Azmia.
"Gimana, apa sudah memilih bajunya?" tanya Alby.
"Bunda sama Azmia milih model yang itu saja," jawab Bunda sambil menunjuk ke arah gaun pilihannya.
"Kamu ingin model yang mana, Yang?" Alby bertanya pada Nila. Alby mengajak Nila memilih beberapa gaun yang tergantung.
"Nila yang ini saja, Mas," jawab Nila sambil memperlihatkan satu gaun yang ada di tangannya.
"Baiklah. Kita kasih lihat ke Bunda dulu ya," ucap Alby.
Nila mengangguk. Kemudian mereka menghampiri Bunda yang sedang duduk di kursi tunggu ngobrol dengan Azmia.
"Bun, Nila pilih ini," ucap Alby sambil memperlihatkan gaun pilihan Nila.
"Bagus," balas Bunda.
"Silakan, Kak jika ingin di coba!" Karyawan butik mempersilakan Nila jika ingin mencoba gaunnya terlebih dahulu, dia pun membawa Nila masuk ke ruang ganti.
"Kamu juga cobain, sayang!" Bunda menyuruh Azmia mencoba baju pilihannya.
__ADS_1
"Enggak perlu, Bun ini ukurannya cukup kok di badan, Mia," jawab Azmia.
"Eh, nggak bisa begitu kalau nggak di coba dulu mana tau ukurannya," ujar Bunda.
"Baiklah." Akhirnya Azmia menuruti keinginan Bunda Rita. Dia pun berjalan menuju ruang ganti.
Tak lama kemudian Azmia keluar bersamaan dengan Nila. Azmia berjalan menghampiri Bunda. Sedangkan Nila menghampiri Alby.
Alby terbengong melihat kedua wanita yang dia cintai keluar dari ruang ganti.
"Kamu cantik sekali, sayang. Revan pasti akan pangling lihat kamu seperti ini," ucap Bunda Rita sambil memutar tubuh Azmia.
"Bunda bisa aja. Memangnya Kak Revan kapan pulang Bun?" tanya Azmia.
"Entahlah, itu anak susah sekali di hubunginya. Dia hanya bilang akan pulang saat Alby tunangan," jawab Bunda.
**
"Cantik, bajunya juga pas di badan kamu," ucap Alby pada Nila.
"Terima kasih, Mas," balas Nila sambil melihat dirinya di depan cermin.
"Kamu cantik sekali, Nak. Pantas saja Alby terpesona padamu," ucap Bunda Rita pada calon menantunya.
"Terima kasih, Bun," balas Nila dengan tersenyum.
Setelah semua cocok dari model dan warnanya mereka berganti pakaian lagi. Selesai mencoba mereka semua keluar dari butik.
"Bun, Mia pulang dulu ya," ucap Azmia.
"Mau kemana sih buru-buru banget. Temenin Bunda dulu ke suatu tempat," balas Bunda.
"Kemana?" tanya Azmia.
"Sudah ikut saja," jawab Bunda. "Kita duluan ya," pamit Bunda pada anak dan calon menantunya. Bunda menggandeng tangan Azmia menuju mobil.
__ADS_1
Suatu hari nanti aku pasti akan bisa menggeser mu dalam keluarga Alby, tunggu saja sampai saat itu tiba, batin Nila melihat begitu dekatnya camer sama mantan menantunya.