Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 140 Introgasi


__ADS_3

"Mi, nanti malam jalan yuk! bosen di cafe terus," rengek Karina karena beberapa hari kemarin mereka sibuk di cafe lovely membuat bosan.


"Mau kemana sih, Rin?" tanya Azmia.


"Kita nonton yuk!" ajak Karina.


"Baiklah." Azmia menyetujui ajakan Karina.


"Selamat pagi," sapa Melia yang baru datang langsung menghampiri kedua sahabatnya yang sedang duduk santai sambil menunggu dosen masuk.


"Pagi juga, Nyonya Deryy," balas Karina.


"Pagi juga, Mel," sambung Azmia.


"Mel, nanti malam nonton yuk!" Karina mencoba ngajak Melia.


"Maaf ya bukan aku nggak mau, tapi kalian tahu sendirilah gimana aku sekarang. Kalau dulu sih bebas aku mau kemana saja lha sekarang status ku sudah berbeda. Bukan karena takut Kak Derry nggak memberi izin, tapi kalian tahu kan aku dan Kak Derry masih tahap pengenalan jadi lebih baik aku mengalahkan egoku dari pada akan berakhir dengan pertengkaran," jelas Melia. Dia tak mau terjadi salah paham antara dia dan kedua sahabatnya. Bukan berarti dia memilih suami, tapi untuk saat ini memang inilah yang terbaik mengalahkan ego demi menjaga kedamaian dalam rumah tangganya.


"Iya, Mel. Kita paham kok. Semangat untuk menjadi istri yang Sholehah," ucap Azmia.


"Terima kasih kalian memang sahabat terbaikku." Melia memeluk Azmia dan Karina.


"Hem.m.m." Suara dehemam membuat mereka melepaskan pelukannya kemudian menatap kearah depan dimana sumber suara itu berasal. Setelah mengetahui siapa yang berdehem dan ternyata itu adalah dosen mereka tersenyum kecil kemudian Karina dan Azmia membenarkan posisi duduknya, sedangkan Melia langsung berjalan menuju tempat duduknya yang bearda tak jauh dari Azmia.


"Sudah bisa kita mulai pelajarannya?"


"Sudah, Pak," jawab semua yang berada di ruang kelas.


*

__ADS_1


*


*


*


Di kantor.


Alby yang seharusnya meeting bersama para karyawan rela membatalkan semua jadwalnya demi rasa penasarannya terhadap wanita berkacamata atau Nisa.


Alby menutup layar laptopnya kemudian berjalan keluar ruangan.


"Lu, mau kemana?" tanya Daffa saat baru ingin masuk ruangan Alby, tapi tiba-tiba pintunya terbuka oleh Alby.


"Ke kampus Azmia," jawab Alby.


"Mau ngapain lu kesana?" Daffa yang tak mengerti dengan tujuan Alby.


"Kebiasaan tuh orang seenak jidatnya kalau pergi," gerutu Daffa.


"Sinta batalkan meeting hari ini," ucap Daffa pada sekretaris Alby yang berada di depan ruangan Alby.


"Baik, Pak," balas Sinta.


*


*


*

__ADS_1


*


Di kampus.


Setelah kelas selesai semua mahasiswa keluar ruangan.


"Nis, aku tunggu di parkiran ya," ucap Karina pada Nisa (Azmia).


"Iya, Rin," balas Azmia.


Sedangkan Melia sudah keluar lebih dulu karena Derry sudah menunggu di depan.


Karina berjalan sendiri menuju parkiran mobil.


"Karina," panggil seseorang dari belakang.


Mendengar namanya di panggil Karina menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke belakang. "Waduh, Mas Alby," batin Karina.


"Iya, Kak," balas Karina.


Kini Alby sudah berdiri di samping Karina.


"Boleh bicara sebentar?" tanya Alby.


"Hemmm ... boleh. Kita ngobrolnya di sana saja yuk, Kak!" Karina mengajak Alby duduk di bangku yang tak jauh dari perkiraan mobil agar ngobrolnya lebih enak.


"Kalau boleh tahu ada apa ya, Kak?" Karina membuka suara.


"Begini apa Azmia hari ini tidak masuk kuliah?" tanya Alby mulai menggali informasi.

__ADS_1


"Azmia sudah lama sekali tidak masuk, Kak," jawab Karina. Dia terpaksa berbohong karena nggak mungkin dia berkata yang sejujurnya.


'Maafin Karina, Kak. Karin terpaksa berbohong demi kebaikan bersama,' batin Karina.


__ADS_2