
Setelah bertabrakan dengan Azmia. Alby melanjutkan langkahnya menuju ruangan Revan.
"Kabin," teriak Alby sambil berjalan masuk ke dalam ruangan Revan.
Alby langsung menghampiri Revan yang duduk di sofa.
"Siapa yang mengirim ini?" tanya Alby sambil menunjukkan foto yang ada di layar ponselnya.
Kabin tercengang melihat gambar yang ada di ponsel Alby. "Mas dapat dari mana foto itu?" tanya Kabin.
"Tadi pagi ada seseorang yang mengirim gambar ini menggunakan nomor Revan makanya saya bergegas kesini," jawab Alby. Dia ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi, karena selama ini adiknya tidak pernah melakukan hal semacam itu.
"Mas kita saja baru bangun saat Azmia datang dan semalam itu kita hanya berdua di ruangan ini," ucap Kabin dengan jujur.
__ADS_1
"Jangan bohong, Kamu," tegas Alby.
"Sumpah, Mas. Kabin tidak berbohong jadi semalam tuh saat kabin cek laptop ingin laporan pada Revan ternyata laptop kabin ada yang riset, Mas semua datang hilang. Padahal nanti sore kita ada meeting dengan klien penting makanya aku dan Revan bergegas ke kantor untuk cek cctv siapa yang masuk ke dalam ruangan, lalu kita berdua lembur membuat ulang untuk presentasi nanti sore. Tepat pukul dua belas malam Revan tidur, sedangkan Kabin masih menyelesaikan pekerjaan setelah selesai Kabin menyusul Revan ke kamar untuk tidur." Kabin menceritakan semuanya pada Alby. Dia juga jadi bertanya-tanya siapa yang berani masuk ruangan Revan.
*********
Wanita yang di temui Azmia saat masuk ke dalam ruangan Revan.
Wanita tersebut telah pergi saat Azmia masuk ke dalam ruang pribadi Revan. Jadi Revan dan Kabin tak mengetahui jika ada wanita di dalam ruangan.
*******
"Kabin benar-benar tidak mengetahuinya, Mas." Kabin berusaha menyakinkan Alby supaya percaya dengan apa yang dia ucapkan itu jujur tak ada kebohongan sedikitpun.
__ADS_1
"Mas, apa mungkin itu, Mba Kunti yang menyamar jadi wanita cantik? Memangnya Mba Kunti punya lipstik ya, Mas, apa dia juga punya perlengkapan make up? Lalu kalau di lihat dari rambutnya cantik. Apa Mba Kunti rebonding rambut terlebih dahulu sebelum menyamar?"
"Lu, gue serius malah ngomongnya ngelantur kemana-mana." Alby berkata sambil menjitak kening Kabin.
"Au, sakit, Mas," keluh Kabin sambil mengelus jidatnya.
"Kan Kabin bicara sesuai dengan kenyataan, Mas. Coba Mas Alby bayangin siapa yang berani malam-malam ke sini kalau bukan Mba Kunti. Aduh, Mas, Kabin jadi merinding." Kabin menempelkan tubuhnya ke samping Alby.
"Lu, kalau ngomong yang bener dong, Bin." Alby menggeser-geser tubuh Kabin. Dia juga jadi ikutan merinding gara-gara ucapan Kabin, tapi dia gengsi untuk mengakuinya jadi Alby tetap sok cool meskipun dalam hatinya ciut.ðŸ¤ðŸ˜‚😂😂😂
"Pokoknya, Lu secepatnya harus menyelesaikan masalah ini. Gue nggak mau ya rumah tangga Adik gue hancur gara-gara masalah seperti ini," tegas Alby.
'Mas janji pasti akan mencari tahu siapa yang berani melukaimu, Mas nggak akan biarkan siapapun membuatmu menangis, sudah cukup kesedihanmu di masa lalu, kini kamu harus bahagia,' batin Alby.
__ADS_1
"Siap, Mas, tapi kalau Mba kunti pelakunya bagaimana kabin bisa menangkapnya, Mas?"
"Kabin." Alby semakin kesal dengan Kabin. Dia pun memukul lengan Kabin.