
Di kediaman Bakhri sudah mulai ramai di penuhi para anggota keluarga sanak saudara dari Mama Iren dan Papa Ari.
Angga beserta Mami Erna dan Papi Dewata juga sudah tiba di kediaman Bakhri.
Tak lupa sahabat tercinta Azmia serta para karyawan cafe pun sudah berada di kediaman Bakhri.
Semua para tamu sudah berkumpul di samping rumah, sedangkan Azmia masih berada didalam kamar. Mama Iren sengaja menahan Azmia agar tidak keluar kamar terlebih dahulu sampai semua tamu tiba dan berkumpul di samping rumah agar saat Azmia datang semua langsung menyambut kedatangannya.
"Ma, Mia kapan keluarnya?" tanya Azmia karena dia sudah bosan berada di kamar terus sejak tadi sore.
"Tunggu sebentar lagi, Sayang," jawab Mama Iren. Beliau menunggu instruksi dari bawah.
Setelah menunggu sekitar lima belas menit Mama Iren mendapat chat instruksi dari bawah. Jika sudah saatnya Azmia keluar kamar menuju lokasi.
"Ayo, sayang!" Mama Iren mengulurkan tangan untuk menggandeng tangan Putrinya. Azmia pun menerima uluran tangan Mamanya kemudian mereka berjalan keluar kamar menuju lokasi.
"Sayang, kamu tutup mata dulu ya!" ucap Mama Iren sebelum mereka melangkah ke samping rumah.
Azmia mengangguk kemudian menutup matanya. Mama Iren menuntun Azmia menuju samping rumah. "Pelan-pelan saja jalanya, Nak," ucap Mama Iren.
Sesampainya di samping rumah Mama Iren menuntun Azmia untuk berdiri paling depan tempat yang sudah di sediakan khusus untuk Azmia dan kedua orangtuanya.
Saat Azmia tiba semua orang terdiam. Hingga hitungan ke tiga Mama Iren dengan perlahan membuka penutup mata Azmia, setelah penutup mata terbuka semua orang dengan kompak mengucapkan "Welcome my Princess"
__ADS_1
Azmia yang melihat itu, dia begitu terharu hingga meneteskan air mata. "Terima kasih, Ma, Pa, Mas," ucap Azmia.
"Sama-sama." Mama Iren memeluk Azmia dengan derai air mata. Semua para tamu yang melihat pun ikut terharu, ada beberapa yang ikut menangis melihat pemandangan di depannya.
"Ga, Mami nggak sedang mimpikan?" tanya Mami Erna saat melihat Azmia putri angkat mereka adalah putri bungsu dari keluarga Bakhri.
"Kan tadi Angga sudah bilang, Mami jangan jantungan kalau lihat putri Bakhri," jawab Angga.
"Kenapa kamu nggak bilang dari awal?" tanya Mami Erna.
"Biar surprise, Mi," jawab Angga dengan tersenyum manis.
"Dasar nih anak ya." Mami Erna yang kesal mencubit lengan Angga.
Sesaat kemudian mereka kembali fokus pada acara.
"Terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir di acara syukuran menyambut kedatangan putri bungsu kami yang bernama Azmia Syafiqa Bakhri. Malaikat kecil yang dulu pernah menghilang karena ulah seseorang yang begitu kejam, kini dengan ijin Allah kami bisa bertemu kembali dan berkumpul bersama lagi," ucap Papa Ari.
Setelah sambutan dari keluarga kini acara makan bersama dan ngobrol santai.
Papa Ari dan Mama Iren menyapa para sanak saudara. Sedangkan Azmia menghampiri Karina dan para karyawan cafe.
"Selamat ya, Mi. Aku seneng banget kini kamu sudah menemukan keluarga asli kamu, keluarga yang sesungguhnya, keluarga yang selalu mengharapkan kehadiran mu," ucap Karina di sela-sela pelukannya.
__ADS_1
"Sama-sama, Rin. Terima kasih selama ini kamu selalu menjadi teman terbaik ku," balas Azmia.
Setelah melepaskan pelukannya dari Karina kita Azmia bergantian menyapa para karyawannya -- orang yang selalu ada untuknya juga.
"Kalian makan dulu gih!" Azmia menyuruh para karyawan untuk menikmati hidangan yang disajikan.
"Iya, Mba," balas para karyawan.
**
"Bagaimana kabar kamu, RI?" tanya Papi Dewata.
Papi Dewata dan Papa Ari beliau adalah rekan bisnis hanya saja Ali dan Angga berteman jadi mereka pun akrab.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat, Ta," jawab Papa Ari.
"Terima kasih ya selama ini kamu sudah menjaga dan menyayangi Azmia," ucap Papa Ari.
"Iya, Ri, sama-sama. Dia itu sudah ku anggap putriku sendiri," balas Papi Dewata.
"Alhamdulillah, aku senang karena Azmia berada dalam keluarga yang tepat," ujar Papa Ari.
Papi Dewata hanya membalasnya dengan senyuman. Dia gak mungkin menceritakan semuanya sekarang karena ini adalah momen kebahagiaan mereka, jadi lain waktu saja Papi Dewata akan menceritakan tentang Azmia pada Papa Ari.
__ADS_1
Andai saja kamu tahu, Ri bagaimana kehidupan Azmia sejak kecil hingga dewasa pasti kamu akan marah dan sedih. Sekarang dia memang terlihat baik-baik saja, tapi tidak dalam hidupnya yang penuh dengan lika-liku hingga kini tiba saatnya Allah memberikan kebahagiaan yang penuh untuk menebus semua air mata kesedihannya selama ini, batin Papi Dewata.