Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 202 Jemputan dadakan


__ADS_3

Gara-gara pacar bohongan gue jadi suka semena-mena sama Azmia, tapi gue suka saat dia nurut sama gue. Meskipun bukan perdana sih, tapi sepertinya apa yang di bilang Derry itu benar. Duh ... masa iya gue sama ja*da, bekas orang. Gue kan masih perjaka, ya meskipun Azmia masih muda dan cantik, tapi __ , batin Ardiaz sambil menggeleng-gelengkankan kepalanya kemudian menutup matanya dengan bantal agar segera tidur tidak berpikir yang aneh-aneh.


Padahal tidak ada salahnya seorang ja*da, jika boleh memilih dia juga mungkin nggak mau jadi ja*da, tapi jika memang Allah mentakdirkan itu apalah daya. Nikmati, jalani dan tetap bersyukur dengan apa yang berikan saat ini.


****


Terpaksa aku juga harus berbohong, terus bagaimana ini kalau Mas Alby sampai ketemu Kak Diaz terus Mas Alby bilang semuanya haduh bisa gawat sepertinya besok aku harus ketemu Kak Diaz deh untuk membahas semuanya, batin Azmia.


***


Pagi hari.


"Mi, aku mau pulang dulu ya ada yang tertinggal di rumah," ucap Karina.


"Iya, Rin," balas Azmia.


Setelah rapi Azmia menuruni anak tangga menuju lantai bawah. "Nov, saya berangkat kuliah dulu," pamit Azmia saat berpapasan dengan Novi.

__ADS_1


"Iya, Mba," balas Novi.


"Assalamualaikum," ucap Azmia sebelum keluar pintu.


"Wa'alaikumussalam," balas Novi.


Bos dan Karyawan bagaikan saudara.


Setelah berpamitan dengan Novi, Azmia berjalan keluar menuju garasi mobil, tapi tiba-tiba ada suara klakson mobil di depan gerbang cafe.


Siapa yang membunyikan klakson, kalau pengunjung nggak mungkin kan mereka tahu belum waktunya buka gerbang masih tertutup, batin Azmia. Karena penasaran Azmia melangkah ke arah gerbang.


"Saya juga kurang tahu, Mba," jawab Satpam.


"Ya sudah tolong buka gerbangnya," ucap Azmia.


"Baik, Mba." Pak Satpam membukakan gerbang. Azmia melangkahkan kakinya keluar gerbang. Azmia begitu terkejut saat melihat plat nomor mobil. Ini kan mobil Kak Diaz, batin Azmia kemudian ia menghampiri pintu mobil bagian depan yang sepertinya sengaja di buka.

__ADS_1


"Selamat pagi," sapa Ardiaz.


"Astaghfirullah, Kak Diaz bikin kaget aja," balas Azmia. Dia begitu di kejutkan dengan Ardiaz yang tiba-tiba nonggol dari kaca pintu mobil yang terbuka.


Baru dia mau memastikan orang yang berada di dalam, tapi tiba-tiba kepala Ardiaz nonggol di pintu.


"Ayo bareng!" Ardiaz mengajak Azmia berangkat bareng bersamanya.


"Mia mau bawa motor saja," ucap Azmia menolak ajakan Ardiaz.


"Tidak ada penolakan. Kalau kamu nggak mau saya nggak bantuin lagi," balas Ardiaz. Ancaman paling jitu.


Oh, iya hampir lupa kan ada yang mau aku bicarakan pada Kak Diaz mungkin ini saatnya kali ya sekalian berangkat kuliah mumpung masih ada waktu, batin Azmia.


"Ok, baiklah." Azmia membuka pintu mobil kemudian masuk ke dalam mobil duduk di samping Ardiaz.


"Gitu dong kan pinter," ucap Ardiaz sambil tangannya mengangkat ingin memegang kepala Azmia, tapi Azmia lebih dulu memundurkan tubuhnya. "Maaf refleks gemes," sambung Ardiaz.

__ADS_1


Azmia hanya menganggukkan kepalanya.


Tangan nih ngapain bandel sih segala ingin nyentuh, emangnya lu kira dia seperti yang dulu mau aja di pegang. Awas saja kaiau malu-maluin lagi gue tuker lu, batin Ardiaz memaki-maki tangannya sendiri. Tangan di omelin memangnya tangan ngerti apa ya. hehe


__ADS_2