
Tidak ada usaha yang sia-sia jika kita Istiqomah dalam menjalankannya.
Seperti halnya Azmia yang selalu berusaha untuk mendiri dan bermimpi untuk bisa memiliki usaha sendiri kini terwujud sudah.
Semua memang butuh perjuangan, waktu yang lama, tapi jika semua sesuai dengan keinginan itu akan membuat kita merasa bangga karena bisa menggapai mimpi yang kita inginkan.
Hari ini adalah grand opening cafe lovely, tapi tidak ada acara khusus karena Azmia tak ingin jati dirinya terekspos. Azmia lebih suka dirinya yang sekarang tenang damai berkumpul bersama siapapun.
Azmia hanya memberikan bonus untuk acara pembukaan cafe lovely. Bagi yang membeli dua porsi makan akan free satu apapun itu dari makanan ataupun minuman.
Azmia, Karina dan Melia sudah berada di cafe karena tak ada acara resmi jadi mereka hanya mengecek dan melihat-lihat keadaan cafe.
"Mi, ini kereta banget apalagi jika ada live musiknya. Uh ... pasti lebih top," ucap Melia.
"Mi, gimana kalau kita tawarin band ke Kak Fahri untuk mengisi di sini setiap weekend," sambung Karina.
"Wah ... iya boleh banget tuh. Kadang-kadang ente pintar juga ya." Melia menepuk-nepuk pundak Karina.
"Iya, nanti aku coba obrolin dulu ke Kak Fahri," ucap Azmia.
"Suruh saja dia datang ke sini." saran dari Karina agar kita langsung bisa ngobrol dan sekalian hari ini kan green opening.
"Baiklah, tunggu sebentar biar aku japri dulu," balas Azmia. Azmia mengambil ponselnya yang berada di tas setelah mendapatkan handphonenya Azmia membuka layar benda pipih tersebut kemudian mencari kontak Fahri mengirim pesan ke nomor tersebut.
"Assalamualaikum," ucap Azmia.
__ADS_1
"........"
"Hari ini sibuk nggak?" tanya Azmia.
"........"
"Alhamdulillah kalau begitu. Ada yang ingin Mia bicarakan dengan, Kakak bisa nggak kalau hari ini Kakak dan teman-temannya berkunjung ke cafe lovely," ucap Azmia.
"............"
"Baiklah, nanti Mia serlok."
Setelah mengirim pesan ke Fakhri Azmia menaruh kembali ponselnya.
"Alhamdulillah, Kak Fakhri bersedia hadir, tapi katanya nanti malam sekalian nongki malam minggu," jawab Azmia.
"Syukurlah kalau begitu," sambung Melia.
"Eh ... kalian lihat pengunjung lumayan ramai ya," ucap Karina sambil melihat keadaan cafe yang penuh dengan pengunjung ini baru pengunjung yang di dalam lantai satu belum lantai dua dan depan cafe dengan suasana outdoor.
"Iya, alhamdulilah," balas Azmia. Bersyukur dengan apa yang Allah berikan saat ini meskipun dalam hidupnya banyak masalah tetap saja semua harus di syukuri.
*
*
__ADS_1
*
Malam hari.
Sesuai dengan janjinya Fakhri bersama para sahabatnya datang ke cafe Lovly.
Kedatangan Fakhri langsung di sambut Karina dengan senang hati.
"Silakan, Kak!" Karina mempersilakan Fakhri duduk di kursi yang kosong. Tempat yang sudah siapkan untuk Fakhri dan para sahabatnya yang berjumlah 5 orang.
"Terima kasih," balas Fakhri. Kemudian duduk di tempat yang di sediakan.
"Azmia mana?" tanya Fakhri karena hanya melihat Karina seorang diri.
"Ada di dalam, Kak. Karina panggil Mia dulu," ucap Karina kemudian pergi meninggalkan meja Fakhri berjalan menuju dapur mencari keberadaan si bos.
"Mi," panggil Karina saat sampai di dapur. Karina menghampiri Azmia yang sedang membuat beberapa minuman untuk tamu sambil mengajari karyawan barunya agar secepatnya bisa membuat menu yang ada di cafe Lovly.
"Iya, Rin. Ada apa?" tanya Azmia tanpa menoleh ke arah Karina. Dia masih sibuk dengan kerjaannya.
"Itu Kak Fakhri sudah datang," jawab Karina.
"Oh, iya sebentar. Kamu tolong telpon Melia ya dia sudah sampai dimana supaya kita ngobrolnya santai kalau ada Kak Derry," ujar Azmia karena jika hanya dia yang menemui Fakhri sepertinya kurang nyaman jadi Azmia meminta bantuan pada Derry supaya membantunya untuk berbicara tentang niatnya yang ingin mengajak Fakhri kerjasama di cafe Lovly.
*****
__ADS_1