
"Apa kamu akan terus terdiam saat melihat suamimu seperti itu?" tanya Angga. Kini mereka duduk di kedai bakso yang berada di lantai 4 Mall X.
"Haruskah, Mia marah?" Azmia balik bertanya.
"Harus, karena kamu paling berhak di antara mereka," jawab Angga.
"Jika Mia marah di depan mereka yang ada Mia bakal malu jika Mas Alby tidak membela Mia," ujar Azmia.
Angga terdiam. Ada benarnya juga sih ucapan Azmia. Kalau Alby membela istrinya kalau sebaliknya bukan hanya Azmia yang malu dia juga ikut malu.
"Apa Papa Prabu tahu tentang kelakuan Rania?" tanya Angga.
Azmia mengangguk.
"Mereka benar-benar manusia tidak punya hati." Angga jadi terbakar emosi.
Azmia hanya membalasnya dengan senyuman. Jika mengingat malam itu akan membuatnya sakit hati lebih baik sekarang nikmati hidup yang ada di depan mata.
Drttt. Ponsel Azmia bergetar. Azmia membuka tasnya mengambil handphone nya melihat siapa yang meneleponnya.
"Siapa yang telpon?" tanya Angga.
"Mas Alby," jawab Azmia setelah melihat layar ponsel tertera nama Alby.
"Angkat saja," ucap Angga.
__ADS_1
Azmia mengangguk kemudian menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.
"Assalamualaikum," ucap Azmia.
"......."
"Terserah."
"........."
"Iya, baiklah." Azmia mematikan sambungan teleponnya.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Angga.
"Tidak. Mas Alby hanya bertanya Mia dimana," jawab Azmia.
"Cepat habiskan baksonya, setelah itu kita pergi ke suatu tempat lagi," lanjut Angga.
"Kemana tuh?" tanya Azmia.
"Rahasia," jawab Angga.
"Ah ... Abang gitu," ucap Azmia dengan memasang wajah cemberut.
"Ih ... cantik banget kalau begitu," balas Angga.
__ADS_1
"Au, ah." Azmia dengan cepat memasukkan bakso ke dalam mulutnya.
"Pelan-pelan makannya, Dik nanti tersedak," ujar Angga.
"Biar cepat habis," balas Azmia kemudian memasukkan bakso terakhir ke dalam mulutnya. "Alhamdulillah," ucap Azmia setelah menghabiskan baksonya.
"Dasar." Angga mengelus lembut kepala Azmia.
'Kecantikan alami dari hati yang selalu terlihat dari dirimu, kamu begitu sempurna membuat ku tak rela melepasmu, aku yakin kamu wanita baik, Mia dan aku juga yakin ketulusan mu suatu hari nanti akan menjadi kebahagiaan mu.Maafkan karena selalu membuat mu kecewa, tapi percayalah kini hatiku telah terisi penuh dengan cinta dan kasih sayang untukmu,' batin Alby saat masuk ke dalam kedai bakso. Alby sengaja tidak menghampiri Azmia dia memilih duduk yang tak jauh dari meja Azmia. Alby memandangi Azmia yang begitu cantik, seakan tak ada beban dalam hidupnya Azmia terlihat begitu bahagia. Setelah puas memandangi Azmia, Alby baru melangkahkan kakinya menuju meja Azmia.
"Dik," panggil Alby.
"Mas, duduk!" Azmia mempersilakan Alby duduk bergabung.
"Sudah?" tanya Angga tanpa basa-basi.
"Alhamdulillah, sudah Bang, tapi Alby nggak tahu bakal berakhir atau mereka akan tetap maju," balas Alby.
"Lu jadi laki-laki harus tegas jangan letoy, kalau lu masih mencintai mereka lepaskan Azmia sekarang juga biar gue yang urus dia," tegas Angga yang sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Alby.
"Jangan Bang, Alby menyayangi Azmia, Alby tak bisa jauh dari Azmia jangan pisahkan kami," balas Alby.
"Lu cinta apa kasihan?" tanya Angga.
"Awalnya memang Alby kasihan, tapi sekarang Alby mencintai Mia, Bang. Alby janji akan selalu membuat Azmia bahagia," ujar Alby.
__ADS_1
"Gue nggak butuh janji lu, tapi gue cuma butuh bukti. Jika gue sampai lihat lu jalan sama wanita lain jangan salahkan gue jika ikut campur rumah tangga lu." Angga memberikan peringatan pada Alby. Angga kesal karena Alby hanya menjadikan Azmia sebagai permainan.