Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 333 kumpul bareng fans


__ADS_3

"Kamu nih bikin malu saja, kalau tahu akan terjadi seperti ini Papa nggak akan ngajak kamu," gerutu Papa Prabu saat tiba di rumah.


"Papa, ngapain sih dari tadi ngedumel terus," ucap Mama Sonia.


"Iya, Papa nih. Nia kan berbicara yang sesungguhnya," sambung Rania yang merasa dirinya paling benar tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Kalau kamu bilang sesungguhnya memangnya kamu punya bukti. Kamu jangan pernah mencari masalah dengan keluarga Bakhri," ucap Papa Prabu memperingatkan pada Putrinya.


"Papa kenapa jadi nyalahin Rania sih. Sebenarnya anak Papa, Rania atau Azmia sih?" tanya Mama Sonia.


"Ini bukan masalah anak Papa Rania atau Azmia, Ma, tapi Mama harus tahu sikap Rania itu sudah keterlaluan. Papa jadi malu pada keluarga Bakhri. Mereka itu menyambut kita dengan baik, tapi apa yang anak kamu lakukan bikin Papa nggak punya muka di hadapan mereka. Ma, kita sebagai orang tua angkat Azmia harusnya senang, bahagia karena Azmia sudah menemukan dan berkumpul kembali dengan keluarganya," jelas Papa Prabu.


"Mama senang dan bahagia kok Azmia bisa berkumpul kembali sama keluarganya, tapi kan yang di ucapkan Rania ada benarnya juga. Mana mungkin setelah menghilang dua puluh satu tahun kini tiba-tiba mereka dengan cepatnya langsung bilang Azmia Putrinya," ujar Mama Sonia yang terpancing dengan ucapan putrinya.


"Mama ini gimana sih, kenapa jadi ikut-ikutan Rania. Mama kan nggak tahu perjuangan mereka mencari Azmia. Mungkin memang sekarang Allah baru mempertemukan mereka kembali kita kan nggak pernah tahu dengan takdir Allah," balas Papa Prabu.


"Ah ... sudahlah, Nia ingin tidur sudah ngantuk," ucap Rania kemudian meninggalkan kedua orang tuanya yang masih berdebat.


"Mama juga mau istirahat," sambung Mama Sonia kemudian meninggalkan suaminya sendiri di ruang tamu.


"Anak sama Mamanya sama aja bikin pusing saja," gerutu Papa Prabu yang merasa kesal dengan Istri dan Putrinya.

__ADS_1


****


Di rumah Azmia


"Kak Devan, nggak jadi balik lagi ke luar negeri?" tanya Azmia kini dia dan Revan sudah kembali berkumpul bersama Daffa, Angga, Karina, Melia, Ardiaz, Derry, dan Devan.


"Enggak, Kakak masih betah di sini. Apalagi jika selalu di sampingmu," jawab Devan.


"Inget, woi bini orang," ucap Angga.


"Dari dulu istri orang terus kapan statusnya ganti jadi istriku," balas Devan dengan tersenyum ke arah Azmia.


"Kak Devan sih kalah cepat," ujar Karina membuat yang lain jadi tertawa.


"Bukan, Lu duang, Kak. Gue juga sama kayak, Lu." Ardiaz ikut bersuara.


"Sama-sama patah hati, hahaha." Karina berkata dengan tertawa. Menertawakan Devan dan Ardiaz yang nasibnya sama.


"Nih bocah benar-benar ya mulutnya." Devan menyentil kening Karina.


"Sakit, Kak Devan." Karina mengelus-elus keningnya yang di sentil Devan.

__ADS_1


"Ternyata istri gua fansnya banyak juga ya, tapi kalian kalah dengan yang lebih kecil," ucap Revan dengan membanggakan diri karena berhasil mendapatkan Azmia.


"Jangan sombong dulu, kali saja nanti Azmia berpindah ke lain hati," balas Devan.


"Sembarangan aja, Lu kalau ngomong." Angga memukul bahu Devan.


"Bercanda, Ga. Lu serius banget sih," balas Devan.


"Insya'Allah, selama Azmia masih terikat pernikahan maka cinta itu akan selalu jadi milik suami tercinta," ucap Azmia.


"Makasih, Sayang." Revan menggenggam tangan Azmia kemudian menciumnya.


"So sweet," ucap Karina.


"Astaghfirullah, kalian berdua membuat jiwa jomblo gue meronta-ronta." Devan dan Ardiaz di buat kesal dengan sikap kedua pengantin baru.


"Dasar adek nggak ada akhlak," ujar Angga.


Azmia dan Revan jadi tertawa melihat reaksi orang-orang di sekitarnya.


***

__ADS_1


Di meja lain


'Sekarang aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, tapi aku bahagia melihat mu tertawa lepas seperti itu,' batin seseorang sambil terus memandangi meja Azmia.


__ADS_2