Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 269


__ADS_3

Keesokan hari


"Mbok Asih mana sarapannya," teriak Nila saat bangun tidur. Sudah menjadi kebiasaan Nila setiap bangun tidur dia menuju dapur mencari keberadaan Mbok Asih jika sarapan belum siap, atau rumah masih kotor.


"Ini kenapa sih masih gelap semua? Mbok Asih," teriakan Nila yang ke dua kalinya lebih nyaring.


Alby yang masih berada di dalam mendengar istrinya terus berteriak ia pun bergegas keluar kamar menuju dapur. "Kamu kenapa sih teriak-teriak?" tanya Alby saat tiba di dapur terlihat Nila mondar-mandir membuka setiap ruangan yang ada di bawah mencari keberadaan Mbok Asih entah dia amnesia atau pikun.


"Nyari Mbok Asih," jawab Nila.


"Kamu lupa Mbok Asih sudah pergi dari rumah ini semua gara-gara sikap kamu yang keterlaluan, semena-mena, tidak bisa menghormati orang lain," ucap Alby.


"Tidak perlu di bahas lagi, nanti siang aku akan cari pengganti Mbok Asih, dia masih muda dan pastinya teganya masih kuat nggak seperti art kesayangan mu tuh lelet banget," balas Nila.


"Terserah kamu sajalah." Alby memiliki kembali ke dalam kamar bersiap untuk berangkat ke kantor.


***


Di tempat lain


"Selamat pagi, Mbok," sapa Azmia saat tiba di dapur terlihat Mbok Asih sedang berperang dengan peralatan dapur memasak untuk sarapan.


"Selamat pagi juga, Non," balas Mbok Asih.


"Mbok Asih kenapa sudah berada di dapur harusnya, Mbok istirahat saja dulu," ucap Azmia.


"Enggak apa, Non," balas Mbok Asih.


"Mama mana, Mbok?" tanya Azmia.

__ADS_1


"Nyonya ke kamar, Non katanya bangunin Tuan," jawab Mbok Asih.


"Bibi kemana?" tanya Azmia karena di dapur hanya ada Mbok Asih seorang diri.


"Bi Sum sedang nyuci, Non," jawab Mbok Asih.


"Sini, Mbok biar Mia saja yang goreng tempenya, Mbok Asih bikin nasi gorengnya saja," ucap Azmia mengambil alih urusan goreng menggoreng.


"Mbok apa di rumah Mba Nila tidak pernah memasak?" tanya Azmia.


"Tidak, Non. Sepertinya Non Nila tidak bisa memasak, karena setiap Aden minta masakin Non Nila selalu saja beralasan yang inilah, yang itulah," jawab Mbok Asih.


"Non, Mbok Asih boleh tanya nggak?"


"Boleh," balas Azmia.


"Aden nemu Non Nila dimana sih, Non?" tanya Mbok Asih yang penasaran.


"Tidak apa, Non hanya saja si Mbok heran Si Aden bisa nikah sama perempuan macam dia," jawab Mbok Asih. "Oh, iya, Non apa itu kamar ya? karena kan si Aden suka bikin Non Mia nangis," ucap Mbok Asih.


"Mbok Asih ada-ada saja," balas Azmia dengan tersenyum kecil ya meskipun apa yang di ucapkan Mbok Asih ada benarnya juga.


"Karma itu kan masih ada, Non," ucap Mbok Asih.


"Apapun yang terjadi di masa lalu Mia itu sudah menjadi takdir kehidupan Mia, Mbok. Mungkin dengan begitu Mia bisa lebih dewasa dan belajar tentang arti kehidupan dalam rumah tangga," balas Azmia.


"Non Mia itu wanita hebat, kuat, mandiri, pintar, baik, Mbok sangat kagum dengan Non Mia," ujar Mbok Asih.


"Mbok Asih terlalu berlebihan," balas Azmia dengan tertawa kecil.

__ADS_1


"Seru banget sih ngobrolnya," sahut seseorang dari belakang.


"Mama," ucap Azmia saat melihat seseorang yang berada di belakangnya.


"Nyonya," sambung Mbok Asih.


"Papa mana, Ma?" tanya Azmia.


"Papa masih di kamar lagi siap-siap," jawab Mama Iren.


"Oh. Mama duduk saja biar Mia yang menyiapkan semuanya," ucap Azmia.


"Baiklah," balas Mama Iren kemudian duduk di kursi sesuai dengan permintaan putrinya.


Azmia dan Mbok Asih menyajikan masakan di atas meja, serta menyiapkan piring dan gelas.


"Lho Mbok Asih kapan sampai di rumah?" tanya Papa Ari saat melihat Mbok Asih sudah berada di dapur, karena semalam saat Azmia pulang ke rumah semua orang yang ada di rumah sudah tertidur lelap.


"Semalam, Tuan," jawab Mbok Asih.


"Lho kenapa sudah bantuin di dapur nggak istirahat dulu," ucap Papa Ari.


"Tidak apa, Tuan," balas Mbok Asih.


**


Flashback


Sebelum Azmia membawa Mbok Asih ke rumah orangtuanya, Azmia sudah lebih dulu meminta ijin pada ke dua orang tuanya dan Alhamdulillah Mama Iren dan Papa Ari setuju dengan permintaan putrinya. Dikarenakan ini bukanlah rumahnya, ya meskipun milik orang tuanya sendiri, tapi Azmia tidak mau lancang memasukkan seseorang lain tanpa ijin ke dua orang tuanya.

__ADS_1


Setelah mendapat persetujuan dari kedua orangtuanya barulah Azmia membawa Mbok Asih bekerja di rumah kedua orangtuanya.


__ADS_2