Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 52 Mall


__ADS_3

"Mia, selesai kelas kita jalan yuk!" ajak Melia.


"Kemana?" tanya Azmia.


"Ke Mall," jawab Melia.


"Ngapain?" Azmia bertanya lagi.


"Milih baju, sekalian kita ke salon," balas Melia.


"Baiklah." Azmia menyutujui ajakan Melia.


"Kamu bisa kan, Rin?" kini Melia beralih bertanya pada Karina.


"Kemana?" Karina yang bingung karena sedari tadi dia sibuk sama ponsel jadi tidak menyimak obrolan kedua sahabatnya.


"Dari tadi kamu nggak denger kita ngobrol?" Melia yang kesal dengan Karina dari tadi dia ngoceh sama Azmia di dekatnya masa tak mendengar sama sekali.


"Hi." Karina membalasnya dengan cengiran dan gelengan kepala.


"Sakit, Mel," keluh Karina karena mendapat jitakan dari Melia.


"Sudahlah, nanti kita lanjut lagi," ucap Melia sambil membenarkan duduknya karena dosen sudah masuk.


**


"Kita pakai mobil aku saja ya," ucap Melia. Kini mereka sudah berada di parkiran.


"Ikut aja," sambung Karina. Dia masih bingung karena belum dapat penjelasan dari sahabatnya tempat tujuan mereka.


Selesai kelas mereka langsung keluar menuju parkiran, Karina juga lupa menanyakan kepada Melia karena dia sibuk dengan ponselnya yang sedari tadi berbunyi ada pesan masuk dari gebetannya.


"Iya," balas Azmia setuju dengan Melia karena kalau bawa kendaraan masing-masing malah semakin ribet.


"Ya sudah, ayo masuk!" Melia menyuruh kedua sahabatnya masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


Setelah semua masuk kedalam mobil, Melia melajukan mobilnya keluar gerbang kampus menuju Mall.


Tak butuh waktu lama untuk sampai ketempat tujuan mereka yaitu Mall G.


"Kita kemana dulu nih?" tanya Azmia kini mereka sudah berada di Mall G.


"Butik saja dulu ya," usul Melia.


"Boleh, let's go." Mereka bertiga bergandengan tangan masuk ke dalam Mall G menuju lantai dua dimana butik langganan mereka berada.


"Selamat sore, Kak ada yang bisa saya bantu," sapa salah satu karyawan butik dengan ramah.


"Kita, ingin cari baju untuk acara lamaran, Mba," ucap Melia.


"Mari." Karyawan tersebut mempersilakan mereka bertiga masuk menuju pakaian yang mereka cari.


Azmia, Melia, Karina mengikuti langkah si Mba karyawan butik.


"Silakan di pilih, Kak!" Karyawan tersebut menunjukkan beberapa gaun, dress yang sangat cocok sekali untuk acara-acara resmi.


"Kalau ini gimana, Mi?" tanya Melia menunjukkan satu dress selutut.


"Cantik, coba dulu gih!" Azmia menyuruh Melia untuk mencoba dress yang dia pilih.


"Mba, ini boleh di coba?" Melia bertanya pada karyawan tersebut.


"Silakan, Kakak disini." Karyawan tersebut menunjukkan tempat ruang ganti.


Melia masuk ke dalam ruang ganti sedangkan Azmia dan Karina menunggu di kursi yang tersedia.


"Aku lihat dari tadi kamu sibuk terus sama itu handphone?" Azmia menyenggol lengan Karina.


"Eh, iya, Mi. Kenapa?" bukan menjawab Karina malah balik bertanya saking fokusnya sama ponsel dia tak mendengar pertanyaan Azmia.


Azmia menggelengkan kepalanya. "Lupakan saja," ucap Azmia.

__ADS_1


"Maaf, dari tadi Dion sama Rehan terus saja menghubungi aku," jelas Karina.


"Hah ... bukannya kamu sama Dion sudah putus?" tanya Azmia.


"Iya, ini dia lagi berusaha mendekati aku lagi," jawab Karina.


"Terus kamu mau balikan sama dia lagi?" Azmia penasaran.


"Aku bingung, Mi. Disini lain ada Rehan yang saat ini berada di samping ku," jawab Karina dengan nada yang sedikit melemah seperti ada sesuatu yang di tahan.


"Rin, ikuti kata hatimu jangan sampai salah memilih, rumah tangga bukan hanya sehari atau dua hari, sebulan atau dua bulan, tapi untuk selamanya." Azmia mencoba memberikan nasehat supaya Karina tidak menyesal di kemudian hari.


"Iya, Mia." Karina memeluk Azmia.


"Kalian ngapain pelukan begitu?" Melia yang baru saja keluar dari ruang ganti heran melihat kedua sahabatnya berpelukan.


"Ah ... tidak apa. Kamu cantik banget, Mel," ucap Azmia.


"Cantik kan, Rin?" Azmia bertanya pada Karina.


"Iya, sempurna pasti nanti Kak Dery pangling lihat kamu seperti ini," ujar Karina.


"Harus itu, di hari spesial harus terlihat berbeda," sambung Azmia.


"Baiklah." Melia kembali masuk ke dalam ruang ganti mengganti pakaiannya.


"Mba, saya ambil yang ini ya." Mia menyerahkan dress yang tadi ia coba pada karyawan butik.


"Baik, Kak," balas Karyawan tersebut.


"Sekarang giliran kalian berdua pilih sana!" Melia menyuruh Azmia dan Karina memilih pakaian juga.


Setelah semua menemukan pilihannya mereka bertiga keluar butik menuju tempat kedua yaitu klinik kecantikan.


Melia mengajak kedua sahabatnya untuk perawatan wajah terlebih dahulu sebelum hari H acara lamaran Melia dan Dery yang akan di selenggarakan minggu depan.

__ADS_1


__ADS_2