Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 153 Ruang rawat inap


__ADS_3

Setelah selesai pemeriksaan dan keadaan Bunda sudah sedikit membaik kini tinggal menunggu siuman. Dokter memindahkan Bunda Rita ke ruang rawat inap.


Azmia selalu setia menemani Bunda duduk di kursi samping mertuanya. Dia tak perduli dengan penampilannya yang kini terlihat sangat kusut, matanya sembap akibat terus menangis dan pakaiannya banyak bercak darah.


"Nak, pulanglah terlebih dahulu biar malam ini Ayah yang menjaga Bunda," ucap Ayah Wisnu beliau tak tega melihat penampilannya menantunya yang seperti itu.


"Mia, tak apa, Yah. Ayah istirahat saja biar Mia yang jagain Bunda. Ayah pasti lelah baru pulang kerja," balas Azmia.


Memang ada benarnya yang di bilang Azmia. Ayah Wisnu memang sangat lelah, tapi beliau juga tak tega melihat menantunya menjaga istrinya sendirian. Anak-anaknya belum bisa pulang karena cuaca buruk sehingga penerbangan di tunda. Alby sedang ada kerjaan di luar kota, Revan masih berada di kota Y.


"Tap __." Ayah Wisnu belum selesai berbicara sudah di sahut oleh Azmia.


"Ayah, nggak perlu mikirin Mia. Mia akan baik-baik saja ada Karina yang menemani Mia di sini." Azmia menyakinkan mertuanya agar tidak terlalu menghawatirkan dirinya karena dia pasti akan baik-baik saja lagi pula ada Karina yang masih setia menemaninya di rumah sakit.


"Baiklah, kalau begitu Ayah pulang dulu besok pagi Ayah akan kesini lagi," ujar Ayah Wisnu.


"Iya. Ayah hati-hati di jalan," ucap Azmia.


"Iya. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam."


"Ayah, nitip Azmia ya, Nak tolong temani dia," pesan Ayah Wisnu pada Karina sebelum keluar ruangan.


"Baik, Om. Om tenang saja Karin pasti agan selalu nemenin Mia," balas Karina.


Setelah menitip pesan pada Karina Ayah Wisnu keluar ruangan rawat inap berjalan menelusuri rumah sakit menuju parkiran.


"Mi, kamu makan dulu ya ini kan sudah malam. Kamu mau makan apa biar aku beliin," tawar Karina.


"Aku tidak lapar, Rin," balas Azmia.


"Mi, kalau kamu nggak makan nanti kamu sakit terus kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga Bunda," ucap Karina mencoba membujuk Azmia agar mau makan karena dari siang Azmia belum makan.


"Baiklah, aku mau bubur saja," balas Azmia.


"Ok." Karina mulai memesan makanan lewat aplikasi gofood karena nggak mungkin dia meninggalkan Azmia sendiri di rumah sakit.


"Bunda kenapa betah sekali tidur, apa Bunda tidak ingin melihat Mia, Mia rindu sekali dengan pelukan Bunda," ucap Azmia sambil terus memegangi tangan Bunda Rita.


Karina yang melihat pemandangan seperti itu hatinya begitu teriris tanpa ia sadari air matanya menetes begitu saja. Karina merasa sedih karena melihat Azmia yang begitu rapuh. Karina terus saja memandangi Azmia.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamuannya.


Mendengar ada suara seseorang di depan pintu Karina berdiri dari duduknya membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"Ini pesanannya, Mba."


"Iya, Terima kasih ya, Mas," ucap Karina. Ternyata yang datang Mas go food yang mengantarkan pesanannya. Karina sengaja menyuruh Mas go food mengantarkan pesanan ke ruangan Bunda agar dia tak meninggalkan Azmia sendiri.


Setelah menerima dua kantong plastik Karina kembali masuk ke dalam.


"Mi, makan dulu," ucap Karina sambil membuka plastik mengeluarkan kotak yang berisi bubuk pesanan Azmia.


Namun, saat Karina baru menyiapkan bubur tersebut tiba-tiba ada seseorang yang datang.


"Bunda," teriak seseorang yang baru datang langsung masuk ke dalam menghampiri Bunda Rita.


"Kak Revan." Azmia di buat terkejut karena Revan tiba-tiba datang langsung memeluk Bunda Rita yang masih setia tidur.


Mendengar ada suara yang ia kenal Revan langsung menoleh ke sumber suara. "Mia," ucap Revan tadi dia nggak sadar jika ada seseorang karena panik dia langsung saja berlari masuk tanpa melihat hat sekeliling dan permisi terlebih dahulu.


"Bunda, kenapa Mi?" tanya Revan.


Azmia hanya menggelengkan kepalanya.


"Duduklah!" Azmia menyuruh Revan duduk di kursi yang sedari tadi ia tempati.


Revan pun melangkah menghampiri Azmia dimana kursi itu berada.


"Mia, baju kamu kenapa banyak sekali darah?" tanya Revan saat melihat baju Azmia yang banyak bercak darah.


Azmia mengangguk.


"Kamu duduk saja di kursi itu, biar aku yang duduk disini," ucap Revan sambil menepuk sisi brankar.


Azmia mengangguk kemudian duduk kembali di kursi yang berada di samping brankar. Sedangkan Revan duduk di pinggiran brankar tepat di belakang Azmia duduk.


Revan baru bisa datang karena penundaan jam terbang pesawat akibat cuaca buruk.


Karena merasa tidak enak jika memanggil Azmia akhirnya Karina menghampiri Azmia sambil membawa bubur pesanan Azmia.


"Mi, makan dulu nanti obrolannya di lanjut setelah makan." Karina memberikan sekotak bubur pada Azmia.


"Terima kasih, Rin," ucap Azmia sambil menerima kotak bubur tersebut.


Setelah memberikan bubur pada Azmia. Karina kembali duduk di sofa makan nasi goreng pesanannya.


"Kakak mau?" tawar Azmia pada Revan.


"Tidak makan saja tadi aku sudah makan," balas Revan.

__ADS_1


"Baiklah." Azmia membuka kotak bubur tersebut kemudian menyendok bubur memasukkannya ke dalam mulutnya.


Baru tiga suap Azmia menutup kembali bubur tersebut.


"Kenapa di tutup lagi?" tanya Revan saat melihat Azmia menutup kotak bubur.


"Sudah kenyang," jawab Azmia.


"Baru tiga suap, Dek," ucap Revan.


"Namun Mia, sudah kenyang, Kak," balas Azmia.


"Makan lagi sampai habis atau Kakak suapin," ujar Revan sambil tangannya ingin meraih kotak bubur yang berada di tangan Azmia, tapi di singkirkan oleh Azmia.


"Ah ... baiklah. Mia makan lagi." Azmia membuka kembali kotak bubur tersebut mulai memakannya lagi dari pada di saupin Revan. Ya meskipun Revan masih Adek iparnya, tapi kan tetap saja tidak etis jika dia yang nyuapin.


"Modus," sindir Karina. Mencoba mencairkan suasana yang tadi terasa sunyi.


"Kamu mau juga di modusin?" goda Revan.


"Ogah, kalau yang modusin Kak Revan," balas Karina.


"Lha emang ngapa? dari pada nggak ada yang modusin kamu," ucap Revan.


"Kak Revan kalau ngomong suka bener," sambung Azmia.


"Kalian kadang-kadang ya," balas Karina.


Azmia dan Revan tertawa cekikikan karena berhasil membuat Karina kesal. Beruntung ruangan VIP jadi mereka tidak menggangu pasien lain.


"Bahagia lah kalian dia atas penderitaan orang lain," kesal Karina, tapi Karina senang bisa melihat tawa Azmia kembali.


"Cie ... ngambek." Revan semakin senang menggoda Karina.


"Bodo amat," balas Karina.


"Rin, lu udah punya cowok belum?" tanya Revan.


"Ngapain nanya-nanya. Kalau Kak Revan yang daftar aku tolak tidak level," jawab Karina dengan sombongnya.


"Jangan kepedean lu, gue juga ogah pacaran sama lu," ucap Revan yang tak mau kalah.


"Kalian ini setiap ketemu pasti ada saja yang di debatin," sahut Azmia.


"Kak Revan tuh, Mi," ujar Karina.

__ADS_1


"Karina yang mulai," sambung Revan.


"Sudah-sudah jangan berisik sudah malam," omel Azmia menghentikan perdebatan antara Adik iparnya dan sahabatnya.


__ADS_2