Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 296 Curhatan para laki-laki


__ADS_3

Di cafe


Duo laki-laki yang sedang duduk santai di temani secangkir kopi sambil mengobrol.


"Lu kenapa sih, ada masalah?" tanya Derry. Dia melihat wajah sahabatnya seperti orang banyak pikiran.


"Biasalah," jawab Ardiaz.


"Cerita aja gue akan setia mendengar curhatan lu," ucap Derry.


"Nyokap nyuruh gue untuk terima cinta Delisa." Ardiaz menceritakan unek-unek yang ada di hatinya.


"Bagus itu," ujar Derry.


"Enggak ada yang bagus," balas Ardiaz.


"Kenapa, lu masih cinta sama Azmia. Sudahlah lupakan Azmia." Derry menyuruh Ardiaz agar melupakan Azmia.


"Sulit, namanya sudah terlanjur terukir di hati gue," balas Ardiaz.


"Percuma lu bertahan."

__ADS_1


"Bukankah cinta memang butuh perjuangan, gue harus berjuang demi mendapatkan cinta gue." Ardiaz yang tak ingin menyerah untuk bisa mendapatkan orang yang dia cintai.


"Iya, tapi semua itu sudah terlambat," ujar Derry.


"Maksud, lu?" tanya Ardiaz.


"Minggu depan Azmia akan menikah," jawab Derry.


Ardiaz terdiam saat mendengar jawaban Derry hatinya hancur seketika, impiannya seakan sirna.


"Gue yakin, lu bisa. Gue saja bisa masa lu kagak. Cinta itu kan nggak harus memiliki, cukup kita bisa melihatnya bahagia, kita juga bahagia itulah cinta yang sesungguhnya. Sekarang belajarlah untuk mencintai seseorang yang menyayangi kita selagi dia masih ada di samping kita, jangan mengharapkan sesuatu yang tak pasti. Jika ada cinta didepan mata." Derry berkata sambil memegang bahu Ardiaz.


"Beruntung sekali laki-laki itu bisa mendapatkan Azmia," ujar Ardiaz.


"Maksud, lu?" tanya Ardiaz.


"Laki-laki yang menjadi calon suami Azmia adalah cinta pertama Azmia, mereka berdua saling mencintai saat masih duduk di bangku SMA, akan tetapi Azmia menolak untuk berpacaran, jadi Revan berjanji akan langsung datang ke orang tua Azmia saat Azmia lulus SMA dan Revan juga berjanji akan menikahi Azmia setelah dia wisuda, tapi ternyata saat Azmia baru masuk kuliah dia di paksa menikah. Ya, mungkin dengan cara itulah Allah menguji cinta mereka hingga pada akhirnya sekarang Allah satukan kembali lewat perjodohan dari kedua orang tua mereka." Derry menceritakan semua yang dia ketahui dari istrinya.


"Luar biasa dari SMA sampai sekarang," ucap Ardiaz.


"Nih, jangan lupa datang." Derry memberikan undangan pada Ardiaz.

__ADS_1


Ardiaz pun mengambil undangan tersebut kemudian membacanya.


Melihat nama yang tertulis dalam undangan tersebut dia tersenyum kecil mengingat saat-saat di mana dia bersama mempelai wanita teringat kembali di benaknya saat awal mulai kenal hingga pada akhirnya takdir memisahkan mereka.


*****


Di tempat lain


Di gazebo samping rumah menjadi tempat pilihan Revan dan Kabin menikmati secangkir kopi.


"Lu, gugup nggak Van sebentar lagi mau ijab kabul?" tanya Kabin.


"Deg degan banget, gue," jawab Revan.


"Eh, reaksi Kakak, lu gimana pas tahu kalau lu mau nikah sama Azmia, secara Azmia kan ___." Kabin tak melanjutkan ucapannya.


"Mas Alby sih nggak masalah justru dia seneng karena Azmia bisa berada di tangan laki-laki yang tepat," balas Revan.


"Syukurlah. Sekarang tugas lu harus selalu jaga dia dan selalu buat dia bahagia jangan pernah lu sakiti dia inget, perjuangan lu untuk mendapatkan dia itu susah jadi jangan sia-sia dia karena di luar sana masih banyak orang yang akan dengan senang hati menerima dia." Kabin memberikan wejangan pada Revan.


"Insya'Allah, semoga gue bisa jadi iman yang terbaik buat rumah tangga gue," ucap Revan.

__ADS_1


"Amin," balas Kabin.


__ADS_2