
Terkadang memang kita tidak pernah sadar dengan apa yang kita lakukan, tapi kita selalu ingat setiap orang lain membuat kesalahan.
*
"Mia, maaf lama menunggu," ucap Melia yang baru datang.
"Tidak apa, aku juga baru datang. Duduklah!" Azmia mempersilakan Melia duduk kini mereka sedang berada di restoran dalam Mall.
"Karina mana, Mi?" tanya Melia yang tak melihat keberadaan sahabatnya.
"Dia ke toilet," jawab Azmia.
"Oh, pesan dulu yuk, haus nih." Melia melihat-lihat daftar menu yang berada di atas meja.
"Pesan saja sekalian buat kita," ucap Azmia.
"Siap, Mi," balas Melia kemudian memanggil salah satu karyawan restoran.
"Ah, lega," ucap Karina yang baru datang langsung duduk di kursi samping Azmia.
"Ngapa, lu?" tanya Melia.
"Biasa panggilan alam," jawab Karina dengan tertawa kecil.
"Dasar malu-maluin aja di mall begini setoran alam." Melia yang tak menyangka dengan salah satu sahabatnya.
"Kalau di tahan bikin penyakit, Mel mahal obatnya mending di keluarin aja," balas Karina dengan santainya tanpa ada rasa malu sedikitpun.
"Ah, sudahlah jangan bahas itu lagi," ucap Melia menghentikan obrolan yang tidak bermutu.
Sambil menunggu pesanan datang mereka saling berdiskusi tentang tugas kuliah mereka.
"Mi, kata si Beni kamu habis bertemu dengan Kak Revan ya?" tanya Melia.
"Benarkah?" timpal Karina.
__ADS_1
"Iya, kemarin si Beni cerita," jawab Melia.
"Iya." Hanya itulah yang keluar dari mulut Azmia.
"Wah, bakal ada kabar baik nih sebentar lagi," celetuk Karina.
"Kabar apa, Rin?" Melia yang tak mengerti dengan ucapan Karina.
"Pernikahan Azmia sama Kak Revan," jawab Karina karena yang mereka tahu jika Revan akan menikahi Azmia setelah Azmia lulus sekolah dan mereka di pertemukan kembali.
Namun, rencana hanya tinggal harapan karena takdir berkata lain. Manusia hanya bisa berencana Allah yang menentukan. Takdir Allah tidak pernah salah.
Azmia yang sedang minum langsung tersentak mendengar ucapan Karina.
"Mia, kamu nggak apa-apa?" Melia mengelus punggung Azmia.
"Aku, tidak apa," jawab Azmia. 'Andai kalian tahu yang sebenarnya pasti kalian akan terkejut,' batin Azmia.
"Terus gimana kelanjutan kisah kalian, Mi?" tanya Karina.
"What? apa Kak Revan sudah memiliki kekasih?" Kini berganti Melia yang mengajukan pertanyaan.
"Sudahlah, biarkan semua itu menjadi kenangan," jawab Azmia. Dia tak ingin lagi membahas tentang Revan karena akan membuatnya terasa sesak.
"Mi," lirih Karina.
"Uh." Melia langsung memeluk Azmia di ikuti Karina jadilah mereka saling berpelukan seperti teletabis.
Sahabat sejati itu selalu ada di saat kita suka ataupun duka, bukan hanya ada di saat maunya aja dan pergi di saat yang lain membutuhkan.
Setelah acara pelukan bersama mereka keluar restoran menuju salah satu toko pakaian.
"Mia, kamu nggak beli?" tanya Melia.
"Lihat-lihat dulu nanti kalau ada yang cocok beli," jawab Azmia.
__ADS_1
"Ini bagus nggak gaes?" Karina menunjukkan dress berwarna navy.
"Ok," jawab Azmia dan Melia.
"Kalian mana?" tanya Karina yang melihat Azmia dan Melia tangannya masih kosong.
"Masih cari yang cocok," jawab Azmia dan Melia bersama.
Karina berjalan menuju ruang ganti, Melia lihat-lihat di bagian kaos, sedangkan Azmia memilih duduk menunggu sahabatnya karena tidak ada yang dia taksir jadi Azmia memilih untuk menunggu saja.
"Sendirian?" tanya seseorang dari samping.
"Astaghfirullah," ucap Azmia yang terkejut karena tiba-tiba ada suara di sampingnya. "Mas Alby," lanjutnya setelah melihat orang yang berada di sampingnya.
"Ngapain disini?" tanya Alby.
"Nungguin teman," jawab Azmia.
"Keluar bentar yuk!" ajak Alby. Tanpa menunggu persetujuan dari Azmia, Alby langsung memegang tangan Azmia kemudian berdiri dari duduknya. Azmia hanya bisa pasrah mengikuti langkah Alby jika menolak takut Alby marah nanti malah jadi tontonan gratis para pengunjung.
Alby bukan hanya sekedar mengajak Azmia keluar toko, tapi dia membawa Azmia pergi ke luar dari Mall.
"Masuklah." Alby membukakan pintu mobil untuk Azmia.
Azmia pun masuk setelah itu Alby masuk dari pintu samping.
"Kita mau kemana, Mas?" tanya Azmia.
"Cari ketenangan," jawab Alby singkat. Setelah itu tidak ada obrolan lagi sampai Alby menghentikan laju mobilnya di depan sebuah taman kota.
*
*
*
__ADS_1