Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 346 Beberapa bulan kemudian


__ADS_3

 Setelah satu bulan pernikahan Ardiaz dan Delisa memilih untuk berpindah ke kota Y. Ardiaz ingin memulai semua dari awal dengan orang yang baru juga.


  "Maafkan, aku ya. Kamu jadi harus capek ikut bekerja mengurus semuanya," ucap Ardiaz.


  "Enggak apa, Mas. Ini semua kan untuk aku juga," balas Delisa. Setelah menikah Delisa dan Ardiaz mengubah panggilannya agar lebih sopan.


Ardiaz dan Delisa kini membuka usaha kecil-kecilan kedai coffe tempat tongkrongan para anak remaja.


"Semoga dengan kita berada di sini. Kita bisa melupakan semua masa lalu dan memulai dengan kehidupan yang baru," ujar Delisa.


"Iya, Sayang," balas Ardiaz.


"Terima kasih ya, kamu mau menerima Mas apa adanya," ucap Ardiaz sambil memandang wajah istrinya yang berada di sampingnya.


"Harusnya Delis yang berterima kasih karena Mas sudah bersedia menerima Delisa dan bersedia mencintai Delis. Delis bersyukur sekali karena Allah begitu baik dengan Delis mempersatukan cinta kita berdua dalam sebuah ikatan pernikahan," balas Delisa.


"Mas juga bersyukur bisa memiliki istri sepertimu, Bidadari ku," ucap Ardiaz kemudian mencium kening istrinya sebagai rasa cintanya pada wanita yang sudah menerimanya dengan setulus hati.


Cinta itu memang butuh perjuangan dengan ketulusan cinta Delis pada akhirnya kini dia berhasil menggapai cinta itu.


****

__ADS_1


Di tempat lain


Satu minggu selesai acara wisuda kini Azmia dan Revan pergi honeymoon ke kota Y. Bukan hanya Revan dan Azmia, tapi Karina dan Daffa juga honeymoon di tempat yang sama.


"Kak," panggil Azmia.


"Iya, Dek," balas Revan.


"Kak, menurut Kakak gimana kalau Mia meresmikan cafe lovely dan cafe cinta?" Azmia meminta pendapat suaminya. Kini setelah menikah apapun yang ingin dia lakukan Azmia meminta pendapat suaminya terlebih dahulu.


"Bagus, Kakak setuju banget," jawab Revan.


"Supaya semua jelas dan nggak ada lagi yang mengira kamu sebagai pelayan cafe lagi. Kakak muak melihat orang yang selalu mencaci mu," ujar Revan.


"Bidadari surga ku." Revan berkata sambil mencium kening istrinya.


"Kira-kira kapan kamu ingin mengadakan acara peresmian?" tanya Revan.


"Setelah pulang honeymoon. Sekalian Mia ingin syukuran atas kelulusan S1," jawab Azmia.


"Baiklah. Kapanpun Kakak akan dukung." Revan berkata sambil menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


"Terima kasih, Ay," ucap Azmia.


Revan mengangguk dan tersenyum manis ke arah Azmia.


*****


Di tempat lain


Alby dan Nila yang sedang bersantai duduk di kursi balkon kamar sambil menikmati secangkir teh hangat dan beberapa cemilan sebagai teman ngeteh.


"Mas, andai aku pergi dari dunia ini apa kamu akan menikah lagi?" tanya Nila pada Alby.


"Kamu ini bicara apa sih, jangan bicara yang aneh-aneh," jawab Alby.


"Aku hanya ingin tau saja, Mas," ujar Nila.


"Jangan bahas itu. Lebih baik kita fokus pada persalinan kamu yang tinggal beberapa minggu lagi," balas Alby.


"Memang apa salahnya sih, Mas. Kamu jawab pertanyaan aku. Padahal jika kamu ingin menikah lagi aku tidak masalah kok, Mas. Bahkan aku senang, jadi ada yang mengurus anak kita, tapi Nila berpesan carilah wanita yang bisa menerima dan menyayangi putri kita dengan setulus hati," ucap Nila.


Entah apa yang terjadi pada dirinya hingga bisa berkata seperti itu. Seakan-akan dia akan pergi dari kehidupan.

__ADS_1


"Sudah ya. Mas nggak ingin lagi denger kata-kata itu lagi. Sekarang sudah hampir larut malam kita masuk kamar, nggak bagus angin malam untuk kesehatan mu." Alby selalu mencoba mengalihkan pembicaraan. Entah kenapa mendengar ucapan Nila seperti itu membuatnya tidak tenang.


__ADS_2