Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 96 Ketemu


__ADS_3

"Silakan, Yah!" Bunda Rita menyuguhkan teh hangat untuk Ayah Wisnu yang sedang duduk di teras sambil membaca koran.


"Terima kasih, Bun," ucap Ayah Wisnu.


"Yah, Bunda ingin bicara," ujar Bunda Rita. Kini beliau sudah duduk di kursi samping Ayah Wisnu.


"Sepertinya serius, ada apa, Bun?" tanya Ayah Wisnu kemudian menaruh koran yang ada di tangannya menoleh ke arah sang istri.


"Ini soal anak kita, Yah. Beberapa waktu lalu saat Ayah keluar kota Azmia dan Alby ke rumah, tepat saat itu pula Rania sedang bertamu di rumah. Bunda kasihan Azmia karena sepertinya Alby dan Rania sedang dekat kembali. Yah, apa tidak sebaiknya kita pisahkan saja Alby dengan Azmia, Bunda tidak tega melihat Azmia terus di sakiti anak kita." Bunda menjelaskan pada Ayah Wisnu.


"Biarkan itu jadi tanggung jawab Alby, Bun. Kita tidak perlu ikut campur urusan rumah tangga mereka," balas Ayah Wisnu.


"Namun, apa Ayah tega terus menerus melihat Azmia menderita karena ulah anak kita. Yah, Bunda ini juga perempuan Bunda bisa merasakan bagaimana rasanya jika suami kita pergi dengan wanita lain," ucap Bunda Rita.


"Ayah, tahu Bun, tapi Alby kan sudah dewasa dia pasti tahu mana yang terbaik untuk dirinya. Lebih baik kita doakan saja yang terbaik untuk anak dan menantu kita," balas Ayah Wisnu.


"Namun, kita sebagai orang tua harus bertindak, Yah jangan membiarkan anak kita terus menyakiti hati orang lain," ucap Bunda Rita.


"Iya-iya, nanti Ayah akan bicara pada, Alby," balas Ayah Wisnu. Sebenarnya Ayah Wisnu malas ikut campur masalah rumah tangga anaknya, tapi ada benarnya juga kata istrinya, jika orang tua tidak ikut bertindak nanti anak orang semakin menderita.


Istri itu titipan dari Allah maka jagalah dia sebaik mungkin, seperti kamu menjaga dirimu sendiri.


****

__ADS_1


Di tempat lain.


"Mba Mia, ada seseorang yang mencari, Anda," ucap Nita salah satu karyawan cafe.


"Siapa, Nit?" tanya Azmia.


"Nita, tidak tahu, Mba. Orangnya cantik pokoknya, Mba," jawab Nita.


" Baiklah, sebentar lagi saya keluar," ucap Azmia. Dia sedang berada di dapur melihat barang-barang apa ada yang harus di ganti atau tidak, serta melihat kebersihan dalam dapur. Kini dia harus menghentikan aktivitasnya keluar dari dapur menuju ruang depan.


"Siapa yang mencari Saya, Nin?" tanya Azmia pada Nina saat berada di kasir.


"Orangnya menunggu di meja nomor 10 Mba," jawab Nina.


"Baiklah, Saya ke sana dulu, Nin," pamit Azmia.


Azmia berjalan menuju meja nomor 10. Sesampainya di meja nomor 10 Azmia menghela nafasnya, jika bisa menghindar dia akan lebih memilih pergi dari pada menemui orang tersebut.


"Assalamualaikum, Kak Rania ada perlu apa mencari Mia?" tanya Azmia tanpa basa-basi terlebih dahulu karena Azmia tahu Kakaknya menemui dirinya pasti ada sesuatu yang penting .


"Adikku tersayang, duduk dulu!" Rania menyuruh Azmia duduk terlebih dahulu.


Tanpa berkata sepatah katapun Azmia langsung saja duduk di hadapan Rania Kakak durhakimnya.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang ingin Kakak sampaikan?" Azmia bertanya kembali. Dia tak ingin membuang-buang waktu jika untuk berbicara sesuatu yang tidak bermanfaat.


"Sabar, dong Mia kamu tuh tidak sopan sekali, harusnya kamu tawarkan minum terlebih dulu, jangan malah kamu cecer aku dengan pertanyaan terus," omel Rania.


"Baiklah, Kakak ingin minum apa?" tanya Azmia sambil menyodorkan buku menu yang berada di meja.


"Aku ingin es teler satu," jawab Rania.


"Baiklah, tunggu sebentar," ucap Azmia.


"Nita, tolong buatkan es teler satu." Azmia menyuruh Nita karena tepat saat Rania memesan ada Nita yang lewat ingin mengambil pesanan di dapur.


"Baik, Mba," balas Nita.


"Wah ... enak ya jadi kamu, Mi. Sesama karyawan cafe, tapi kamu sesuka hati menyuruh orang lain mengambilnya, hebat-hebat." Rania beteput tangan di depan Azmia. Tepuk tangan yang terdengar begitu menyakitkan karena sepertinya Rania hanya ingin mengejek Azmia.


Azmia hanya membalasnya dengan senyuman tak perduli dengan ejekan Kakaknya.


"Oh, iya aku udah nggak ingin basa-basi lagi padamu, niat kedatangan ku kesini aku ingin meminta mu untuk segera melepaskan Alby karena cepat atau lambat kita berdua akan kembali seperti dulu lagi," ucap Rania dengan tegas.


"Tanpa Kakak meminta Mia sudah minta cerai dari Mas Alby, tapi Mas Alby yang tidak ingin melepaskan Mia karena Mas Alby cinta sama Mia," balas Azmia.


"Jangan sok kecantikan kamu, cepat atau lambat Alby pasti akan menceraikan mu," ujar Rania.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu," balas Azmia tanpa ragu justru dia senang dari pada harus berbagi suami dengan wanita lain. "Kalau hanya itu yang ingin Kakak sampaikan sekarang Mia permisi dulu masih banyak kerjaan," pamit Azmia kemudian berdiri dari duduknya berjalan meninggalkan Rania sendiri.


"Ku*ang *jar, ternyata sekarang Azmia sudah berubah," gerutu Rania karena di tinggalkan Azmia begitu saja.


__ADS_2