
Malam hari
Azmia dan Karina sudah rapi untuk berangkat ke rumah Ali mereka pergi menggunakan mobil Karina.
Butuh waktu lama untuk mereka sampai di rumah Ali karena jalanan lancar dan jarak antara cafe ke rumah Ali tidak terlalu jauh.
"Assalamualaikum," ucap Azmia dan Karina di depan pintu rumah Ali.
"Wa'alaikumussalam," balas seseorang dari dalam, kemudian membukakan pintu.
"Permisi, Mba. Mama Irennya Ada?" tanya Azmia saat pintu terbuka, terlihat art yang membukakan pintu untuk mereka berdua.
"Ada, Non mari silakan!" Art mempersilakan Azmia dan Karina masuk ke dalam.
"Terima kasih, Mba," ucap Azmia.
Art tersebut mengangguk kemudian mempersilakan Azmia duduk terlebih dahulu.
"Saya tinggal dulu ya, Non," ucap art.
"Iya, Mba," balas Azmia.
Art berjalan meninggalkan ruang tamu menuju kamar majikannya.
"Permisi, Nyonya di depan ada tamu," ucap Art di depan pintu kamar Mama Iren.
"Iya, Mba, sebentar lagi saya keluar," balas Mama Iren.
"Baik, Nyonya."
Setelah memberi tahu Mama Iren art tersebut kembali ke dapur membuatkan minum untuk tamu dan majikannya.
"Kalian sudah datang," ucap Mama Iren saat tiba di ruang tamu.
Melihat kedatangan Mama Iren. Azmia dan Karina berdiri dari duduknya kemudian menyalami Mama Iren.
"Silakan-silakan!" Mama Iren mempersilakan Azmia dan Karina untuk duduk kembali.
"Mba tolong panggilkan Ali ya," ucap Mama Iren pada art saat mengantarkan minum.
__ADS_1
"Baik, Nyonya," balas art.
"Memangnya, Mas Ali di mana, Ma?" tanya Azmia.
"Ada di ruang kerjanya," jawab Mama Iren.
"Bagaimana kerjaan kamu, sayang?" tanya Mama Iren.
"Alhamdulillah lancar, Ma," jawab Azmia.
"Nak, Karina kuliah ngambil jurusan apa?" tanya Mama Iren.
"Sama seperti Azmia, Tan," jawab Karina.
"Kalian sudah lama berteman?" tanya Mama Iren karena Azmia dan Karina sepertinya dekat sekali.
"lumayan, Ma, saat kita masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah," jawab Azmia.
"Wah, lama juga ya," ucap Mama Iren.
"Iya, Ma," balas Azmia.
"Seru sekali," ucap Ali saat tiba di ruang tamu.
"Kamu kenapa lama sekali?" tanya Mama.
"Papa tiba-tiba kirim kerjaan dan harus selesai malam ini juga, jadi yaudah Ali selesaikan dulu," jawab Ali. Sebenarnya tadi dia sudah rapi, tapi saat menunggu Azmia tiba-tiba Papanya telpon memberi tahu jika beliau sudah mengirimkan kerjaan lewat email Ali. Mau tak mau sudah tanggung jawab dia sebagai penerus perusahaan jadi Ali segera menyelesaikan kerjaan tersebut.
"Oh, kirain ketiduran," ucap Mama Iren.
"Enggak mungkin dong, Ma," balas Ali.
"Halah biasanya juga begitu, ketiduran di ruang kerja," ujar Mama Iren.
"Mama," keluh Ali. Dia kan jadi malu karena Mama Iren membongkar kebiasaannya, ya meskipun hampir semua orang sama sih seperti Ali.
Azmia dan Karina hanya tersenyum melihat obrolan antara anak dan Mamanya.
"Karena sudah berkumpul semua, kita makan malam dulu yuk! nanti kita lanjutkan ngobrolnya selesai makan," ucap Mama Iren mengajak semua untuk makan malam terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ayo, sayang!" Mama Iren memegang tangan Azmia.
"Iya, Ma," balas Azmia sambil menarik pelan tangan Karina agar mengikutinya. Jadilah saling tarik menarik.
"Anaknya di lupakan," lirih Ali. Karena Mama Iren malah menggenggam tangan Azmia dari pada dia.
"Mama denger, Li," ucap Mama Iren.
Mendengar ucapan Mamanya Ali langsung terdiam. Padahal dia berkata sangat pelan, tapi ternyata pendengaran Mamanya begitu tajam.
"Ayo, sayang!" ucap Mama Iren menyuruh Azmia agar mengambil makan.
"Iya, Ma," balas Azmia.
"Silakan, Nak Karin cicipi masakan Tante!" Kini Mama Iren berganti ke Karina.
"Iya, Tan. Sepertinya enak sekali nih masakan, Tante," ucap Karina saat melihat masakan yang tersedia di meja makan.
"Mama jagonya masak," ujar Ali.
"Hem.m.m pantas saja," balas Karina.
Setelah semua mengambil menu pilihannya masing-masing, mereka makan bersama dengan nikmat tanpa ada suara kecuali suara sendok dan garpu.
Selesai makan Mama Iren mengajak Azmia, Karina dan Ali ke gazebo yang berada di samping rumah.
"Kita ngobrol di sini saja agar lebih santai. Ayo duduk!" Mama Iren mempersilakan semuanya untuk duduk.
Di gazebo sudah di sediakan minum dan cemilan. Tadi sebelum makan Mama Iren menyuruh Art agar menyiapkan minum serta cemilan di gazebo.
"Sayang boleh Mama tanya sesuatu?" Mama Iren membuka obrolan.
"Boleh, Ma," jawab Azmia.
"Maaf sebelumnya, tapi ini sangat penting bagi Mama. Mama minta kamu jawab jujur dari mana kamu mendapatkan kalung yang kamu gunakan sebagai gelang?" tanya Mama Iren yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
"Kok, Mama bisa tahu kalau ini kalung?" Azmia merasa aneh. Padahal Karina saja tahunya itu gelang bukan kalung.
"Boleh Mama melihatnya, Nak?" tanya Mama Iren.
__ADS_1
Azmia mengangguk kemudian melepaskan gelang tersebut. Dan apa yang terjadi???????