Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 90 Ketemu


__ADS_3

"Ma, hari ini Nia ingin berkunjung ke rumah, Bunda Rita," ucap Rania.


"Iya, Sayang. Kamu harus bisa merebut hati mereka lagi, jangan biarkan si anak angkat itu merebut semuanya," ujar Mama Sonia.


"Itu pasti, Ma," balas Rania dengan percaya diri.


**


Di tempat lain.


"Jika kamu ada waktu hari ini kita berkunjung ke rumah, Bunda sudah lama kita tidak ke rumah," ucap Alby di sela-sela sarapan.


"Iya, nanti Azmia akan pulang sore," balas Azmia.


"Apa hari ini kamu akan ke cafe?" tanya Alby.


"Tidak, selesai kelas Mia akan langsung pulang supaya tidak terlalu malam kita ke rumah Bunda," ujar Azmia.


"Baiklah, nanti aku juga akan pulang lebih awal," balas Alby.


Setelah selesai sarapan mereka berdua keluar rumah Alby berangkat ke kantor membawa mobil, sedangkan Azmia berangkat kuliah menggunakan motor kesayangannya.


Sampai di kampus Azmia langsung menuju ruang kelas duduk bersandar di kursi sambil baca novel.


"Selamat pagi," sapa Karina dan Melia yang baru datang.


"Pagi juga," balas Azmia.


"Baru lagi tuh buku?" tanya Melia.


"Sudah lama hanya saja baru aku baca," jawab Azmia.


"Oh ... iya nanti pulang kuliah kita ke butik yuk!" ajak Melia.


"Ke butik ngapain?" tanya Karina.


"Pesan baju buat kalian," jawab Melia.


"Jangan sekarang Mel, aku sudah ada janji mau ke rumah Bunda," ujar Azmia.


"Oh ... gitu, ya sudah kalau begitu kita perginya besok saja," balas Melia.


***


"Assalamualaikum," ucap Seseorang di depan pintu.


"Mba, sepertinya ada tamu," ucap Bunda Rita.


"Iya, Nyonya biar Lasmi saja yang bukakan pintu," balas Lasmi. Lasmi berjalan menuju ruang tamu membukakan pintu.


"Wa'alaikumussalam, cari siapa ya, Non?" tanya Mba Lasmi.


"Bunda Ritanya ada?"


"Ada, Non. Silakan masuk!" Mba Lasmi mempersilakan tamunya untuk masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


"Tunggu sebentar ya, Non. Saya panggil Nyonya terlebih dahulu," ucap Mba Lasmi.


"Iya, Mba."


Lasmi meninggalkan tamu tersebut berjalan menuju dapur menghampiri majikannya.


"Nyonya ada tamu yang mencari, Anda," ucap Mba Lasmi memberi tahu majikannya.


"Siapa, Mba?" tanya Bunda


"Maaf, Nyonya Lasmi lupa tidak bertanya namanya," jawab Lasmi.


"Ya sudah tidak apa, tolong lanjutkan goreng ayamnya ya Mba. Saya nemuin tamu terlebih dahulu," ujar Bunda.


"Baik, Nyonya." Lasmi mengambil alih tugas goreng menggoreng sambil menunggu ayam matang Lasmi membuatkan minuman untuk tamunya.


Di ruang.

__ADS_1


"Nak Rania," ucap Bunda. Beliau terkejut dengan datangnya Rania pasalnya setelah pernikahan itu batal Rania tidak pernah sekalipun menemui dirinya atau berkunjung ke rumahnya.


"Bunda." Rania menyalami Bunda Rita kemudian memeluk Bunda Rita seolah-olah kangen. "Ini buat, Bunda." Rania memberikan bingkisan pada Bunda Rita.


"Terima kasih, Nak," ucap Bunda Rita.


"Sama-sama, Bun," balas Rania.


"Bunda bagaimana kabarnya?" tanya Rania.


"Alhamdulillah, Bunda sehat, Nak," jawab Bunda.


"Rania kesini sendirian?" tanya Bunda.


"Iya, Bun. Mama sedang ada acara jadi tidak bisa ikut," ucap Rania.


"Tidak apa," jawab Bunda.


"Bunda, Nia kangen banget sama Bunda," ucap Rania sambil bergelendotan di lengan Bunda dengan manja.


"Nia kangen seperti dulu saat bersama Bunda dan Mas Alby. Andai saja Nia tidak pergi pasti Nia bisa seperti ini setiap hari bersama Bunda. Nia menyesal Bunda," ujar Rania dengan butiran putih yang sudah membasahi pipinya.


"Tidak ada yang perlu di sesali, Nak. Mungkin memang Alby bukan jodoh kamu. Bunda yakin suatu hari nanti kamu pasti bisa menemukan pengganti Alby yang jauh lebih baik," jelas Bunda sambil mengelus lembut kepala Rania.


"Namun, tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi Mas Alby di hati Nia," ujar Rania.


"Seiring berjalannya waktu kamu pasti bisa melupakan semuanya. Semua sudah di atur sama yang Maha Kuasa sayang, andaikan kalian berjodoh pasti Allah satukan kalian kembali." Bunda berusaha menasehati Rania supaya tidak terus mengharap Alby karena Alby sudah menikah memiliki keluarga pasti akan sangat sakit jika Alby kembali pada Rania. Setelah menjadi korba ulah orang tua angkatnya masa iya kini dia harus terluka lagi karena ulah Rania yang semena-mena.


**


Di tempat lain.


Setelah selesai kuliah Azmia bergegas pulang, sebelum pulang ke rumah Azmia mampir terlebih dahulu ke toko bahan kue. Azmia membeli bahan-bahan untuk membuat kue. Setelah itu dia lanjut langsung pulang ke rumah.


Sampai di rumah Azmia langsung menuju dapur menaruh tasnya di kursi dapur kemudian dia memakai celemek terlebih dahulu sebelum mulai membuat kue.


Azmia menyiapkan peralatannya terlebih dahulu seperti mixer serta cetakan. Azmia mulai memasukkan enam butir telur beserta teman-temannya kemudian dia mixer hingga berwarna putih pekat sambil menunggu adonan jadi Azmia mengoles cetakan dengan margarin serta menyiapkan oven.


"Non Mia sedang bikin apa?" tanya Mbok Asih.


"Wah ... ternyata Non Mia pandai juga to buat kue. Non Mia benar-benar istri idaman," ucap Mbok Asih sambil tertawa kecil.


"Si Mbok bisa aja," balas Azmia.


"Non Mia bikin kue apa?" tanya Mbok Asih.


"Brownis sama bolu pandan," jawab Mbok Asih.


"Kapan-kapan ajarin si Mbok bikin ya, Non," ucap Mbok Asih.


"Siap, Mbok," balas Azmia dengan tersenyum manis.


Setelah dua jam bergelut di dapur membuat bolu panggang. Kini brownis dan bolu pandan sudah siap untuk di bawa pergi. Azmia membelikan kardus untuk brownis sedangkan bolu pandan tabur keju di tempat mika bulat.


Azmia tidak hanya membuat untuk ke rumah Bunda saja, dia tidak melupakan bahwa di rumah juga ada orang lain selain dia dan Alby. Azmia membuatkan bolu zebra untuk cemilan Mbok Asih dan juga Mang Udin.


Selesai membuat kue Azmia bergegas masuk ke dalam kamar membersihkan diri.


Tak berselang lama Alby pulang. "Assalamualaikum," ucap Alby melangkah masuk ke dalam kamar.


"Wa'alaikumussalam," balas Azmia.


"Kamu sudah siap, Sayang," ujar Alby.


"Sudah," balas Azmia.


"Tunggu ya, Mas mandi terlebih dahulu," ujar Alby kemudian berjalan masuk kedalam kamar mandi. Tak lama Alby keluar dari kamar mandi sudah memakai pakaian lengkap.


"Ayo!" ajak Alby setelah rapi.


"Iya, Mas," balas Azmia.


Mereka berdua keluar kamar menuju lantai satu sampai lantai bawah Azmia lebih dulu ke dapur mengambil paper bag yang sudah dia siapkan untuk di bawa ke rumah Bunda.

__ADS_1


Sedangkan Alby langsung berjalan keluar rumah menyiapkan mobil.


"Sudah?" tanya Alby setelah Azmia masuk ke dalam mobil.


Azmia mengangguk. Selama perjalanan menuju rumah Bunda tidak ada obrolan apapun mereka sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai di rumah Bunda.


"Silakan, Sayang," ucap Alby saat membuka pintu untuk Azmia.


"Terima kasih," balas Azmia. Kemudian mereka berjalan menuju pintu rumah.


"Assalamualaikum," ucap Mereka berdua.


"Wa'alaikumussalam," balas Bunda sambil membuka pintu.


"Menantu Bunda," ucap Bunda Rita saat melihat Azmia yang datang mengunjunginya.


Azmia langsung menyalami mertuanya di ikuti Alby.


"Mari, Sayang ayo, masuk!" Bunda mempersilakan anak dan menantunya untuk masuk ke dalam.


"Kak Nia." Azmia yang terkejut melihat Rania berada di rumah Bunda.


"Eh ... ada Mas Alby kebetulan sekali kita ketemu di sini," ucap Rania. Dia tak menghiraukan sapaan Azmia.


"Kamu, Nia. Sejak kapan ada di rumah, Bunda?" tanya Alby.


"Dari sore, Nia kangen sama Bunda. Hari ini Nia ingin sekali menghabiskan waktu bersama Bunda," jawab Rania.


"Ayo, duduk!" Bunda menyuruh Azmia dan juga Alby untuk duduk di sofa.


"Mia ke dapur dulu ya, Bun," ucap Azmia sambil membawa paperbag yang dia bawa dari rumah.


"Selamat malam, Non Mia," sapa Mba Lasmi yang berada di dapur menyiapkan makan malam.


"Malam juga, Mba Lasmi," balas Azmia


Lasmi -- art baru di rumah Bunda yang memilih berhenti karena merawat anaknya yang sedang sakit.


"Mba Lasmi, sedang masak apa?" tanya Azmia.


"Ini Non telur ceplok balado sama ayam goreng kremes bumbu asam manis," jawab Mba Lasmi.


"Bunda tinggal ke dapur sebentar ya, kalian ngobrol saja dulu," pamit Bunda Rita.


"Iya, Bun," balas Rania.


Setelah berpamitan pada Rania dan Alby Bunda berjalan menuju dapur. "Sayang, kenapa kamu malah sibuk di dapur," ucap Bunda.


"Eh ... Bunda. Tak apa Bun, Mia hanya ingin menyiapkan cemilan ini saja," balas Azmia sibuk dengan pisau ditangannya. Azmia memotong kue yang tadi dia bawa.


"Sepertinya enak, Sayang. Boleh Bunda cobain?" tanya Bunda Rita.


"Boleh banget, tapi tenang, Mia sudah siapkan satu lagi spesial buat Bunda juga Ayah." Azmia memperlihatkan brownis yang berada di kardus.


"Wah, apa itu kamu bikin sendiri?" tanya Bunda Rita saat melihat brownies panggang yang di pegang Azmia.


"Iya, Bun," jawab Azmia.


"Hebat, menantu Bunda yang ini juga sama?" Bunda menunjuk bolu zebra yang dia coba.


Azmia mengangguk.


"Kamu pandai sekali, Sayang pantas saja Revan jatuh hati padamu, ini rasanya enak banget beda banget sama di toko kue rasanya tuh cocok banget di lidah Bunda," ucap Bunda.


"Alhamdulillah, kalau Bunda suka. Apa Kak Revan suka cerita ke Bunda?" tanya Azmia.


"Revan tuh cerita jika kamu paket komplit, Bunda sampai penasaran seperti apa sih kamu. Eh ... ternyata beneran jadi mantu Bunda meskipun bukan dengan Revan, tapi Bunda tetap bahagia. Revan sudah cerita banyak tentang mu. Andai saja Bunda mengetahui hubungan kalian lebih awal maka Bunda akan menolak pernikahan itu." Bunda Rita yang kini sudah duduk di depan Azmia berkata sambil memegang tangan Azmia.


"Semua sudah terjadi, Bun tidak perlu di sesali," balas Azmia untuk menyesali semuanya toh dengan penyesalan tidak akan kembali seperti semula lagi lebih baik belajar untuk ikhlas menerima kenyataan yang ada.


"Terkadang Bunda merasa bersalah, kasihan sama Revan pertama kali jatuh cinta, tapi tidak bisa memiliki," ujar Bunda.

__ADS_1


"Jodoh sudah di atur sama Allah, jika kita berjodoh pasti Allah satukan kembali. Bunda tidak perlu merasa sedih," balas Azmia. Azmia merasa sedih, tapi juga bahagia mendengar ucapan Bunda karena tanpa dia sadari Bunda menginginkan dia sebagai menantunya.


__ADS_2