
Di kamar
Azmia dan Revan duduk santai di balkon kamar Azmia menikmati pemandangan malam hari di temani secangkir teh dan makana ringan.
"Kak," panggil Azmia.
"Iya," balas Revan.
"Hm.m.m ... untuk acara di rumah Mia boleh nggak kalau ngundang keluarga Pranata?" tanya Azmia.
"Boleh aja," jawab Revan.
"Besok Kakak temenin Mia ya ke rumah Mama Sonia," ucap Azmia meminta Revan agar menemaninya ke rumah Pranata, karena dia takut jika ke sana sendiri.
"Iya, sekalian setelah dari sana kita ke rumah Bunda," balas Revan.
"Ok, Bos."
"Duh enaknya yang lagi ngopi," celetuk Ali yang berada di balkon kamarnya. Duduk bersantai sambil menikmati secangkir kopi.
__ADS_1
"Kasihan banget yang jomblo," balas Azmia.
" Enggak jomblo sih hanya saja jodohnya masih di rahasiakan Allah," ucap Ali.
" Itu sih sama aja, jomblo-jomblo juga," balas Azmia.
"Makanya, Mas cepetan cari cewek jangan nungguin yang nggak pasti," sahut Revan.
"Gue sih ogah ya nunggu yang gak pasti, lebih baik gue pilih yang lain aja," ucap Ali.
"Betul banget tuh, Mas. Wanita di dunia ini kan nggak cuma satu. Hilang satu datang sepuluh," balas Azmia.
"Kalian ngapain sih udah malam begini masih di luar bukannya tidur?"
"Idih ... ogah banget ya Mas ngintipan kamu. Mas tuh lagi cari angin, pusing habis ngecek tugas anak-anak," ucap Ali.
"Iya deh terserah, Mas Ali aja Mia mau masuk dulu bye, Pak Dosen," balas Azmia kemudian dia berdiri dari duduknya berjalan menuju ranjang. Sedangkan Revan masih ngobrol dengan Ali. Karena posisi kamar Ali dan Azmia bersebelahan jadi saat berada di balkon mereka bisa ngobrol, ya meskipun ada pembatas, tapi tembok pemisah hanya setengah tidak full ke atas, jadi mereka bisa saling melihat.
** Di kasur
__ADS_1
Azmia merebahkan tubuhnya sambil memandangi langit-langit atas. 'Kira-kira Mama dan Papa mau datang nggak ya," batin Azmia. Dia agak takut datang ke rumah Pranata takut dapat penolakan.
Meskipun sebenarnya niat Azmia baik untuk berbagi kebahagiaan bersama dan menjaga tali silaturahmi agar tetap terjaga.
***
Di tempat lain
"Mas, akhir-akhir ini aku sering sekali sakit kepala. Apa mungkin aku punya penyakit darah tinggi ya?" tanya Nila.
"Mungkin, bisa jadi. Makanya jangan banyak pikiran nanti kamu sakit," jawab Alby.
"Iya, Mas. Oh, iya, Mas besok kita ke rumah Bunda yuk!" ucap Nila mengajak Alby untuk berkunjung ke rumah mertuanya.
"Iya, setelah Mas pulang kerja ya," balas Alby menyetujui ajakan istrinya. "Sekarang kita istirahat dulu udah malam," ucap Alby.
"Iya, Mas," balas Nila. Setelah itu mereka mulai menutup mata, tak butuh waktu lama mereka pun sudah berada di alam mimpi.
*****
__ADS_1
Di tempat lain
'Bismillah, semoga keputusanku tidak salah. Ya Allah hamba minta petunjuk mu, jika memang dia adalah jodoh hamba maka dekatkanlah, tapi jika tidak maka jauhkanlah kami dan buang semua perasaan dia pada hamba. Ya Robb, aku serahkan keputusan ini padamu, karena aku yakin setiap apa yang Engkau kehendaki itulah yang terbaik untuk hambanya, jika memang dialah yang terbaik maka hamba mohon ya Allah bukakanlah hati ku untuknya agar aku bisa mencintainya dengan setulus hati.'